26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Perkenalkan Sistem Antrean Online kepada Puskesmas

KOTA, JP Radar Kediri – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri memperkenalkan sistem antrean online kepada Puskesmas Kota Wilayah Utara dan Puskesmas Pesantren II Kota Kediri (29/2). Melalui simulasi yang dipandu oleh petugas, BPJS Kesehatan menjelaskan keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan lewat pemanfaatan aplikasi berbasis web ini. 

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan KC Kediri Ike Teryastutik menyampaikan bahwa sistem antrean online terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Oleh karena itu, Peserta JKN-KIS dapat mendaftar berobat melalui gawai pintar/smartphone.

“Kan sudah ada fitur pendaftaran di Mobile JKN. Mobile JKN akan menginformasikan nomor antrian peserta dan sisa antrean sebelum peserta dilayani. Jadi peserta bisa memperkirakan waktu tunggunya nanti. Antrian online juga terintegrasi dengan aplikasi P-Care. Maka, perekaman data pelayanan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lebih terjamin dan ter-update secara real time. Ini bahkan memudahkan petugas FKTP,” jelas Ike.

Baca Juga :  Mobile JKN Mudahkan Karyawan Akses Layanan BPJS Kesehatan

Senada dengan yang disampaikan oleh Ike, staf rekam medik Puskemas Kota Wilayah Utara Nita Nurani menyampaikan bahwa sistem antrean online BPJS Kesehatan memiliki fungsi dan fitur yang baik. Hanya saja, agar dapat berjalan optimal BPJS Kesehatan perlu mengembangkan fitur kustomisasi agar keperluan antrean tertentu dapat terakomodir. Contohnya saja antrean khusus Imunisasi, KB, dsb.

“Selama ini kami memberikan antrean khusus untuk layanan spesifik tertentu. Spesifikasi poliklinik yang ada di puskesmas juga lebih kompleks sehingga untuk mengakomodir kebutuhan puskesmas, harapannya ada fitur kustomisasi yang lebih detail,” ujar Nita, staf rekam medik Puskesmas Kota Wilayah Utara.

Menambahkan yang disampaikan oleh Nita, Koordinator Bagian Pendaftaran Puskesmas Pesantren II Tri Atmi Dinda Hapsari berharap agar sistem antrean online BPJS Kesehatan dapat diintegrasikan dengan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan: Jaga Mutu Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

“Bila bisa diintegrasikan dengan SIMPUS maka petugas akan semakin dimudahkan. SIMPUS merupakan aplikasi yang dapat menarik data kondisi layanan puskesmas yang secara rutin kami laporkan kepada Pemerintah,” tambah Dinda.

Sebagai penutup, Ike mengapresiasi masukan-masukan yang disampaikan oleh puskesmas. Masukan tersebut akan dijadikan acuan pengembangan aplikasi secara berkelanjutan. 

“Saat ini yang menjadi prioritas pengimplementasian sistem antrian online BPJS Kesehatan adalah Klinik dan Dokter Praktik Perorangan (DPP). Kebanyakan Klinik dan DPP belum memiliki sistem antrean. Dengan adanya sistem antrean maka pasien merasakan adanya kepastian layanan,” tutup Ike.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri memperkenalkan sistem antrean online kepada Puskesmas Kota Wilayah Utara dan Puskesmas Pesantren II Kota Kediri (29/2). Melalui simulasi yang dipandu oleh petugas, BPJS Kesehatan menjelaskan keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan lewat pemanfaatan aplikasi berbasis web ini. 

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan KC Kediri Ike Teryastutik menyampaikan bahwa sistem antrean online terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Oleh karena itu, Peserta JKN-KIS dapat mendaftar berobat melalui gawai pintar/smartphone.

“Kan sudah ada fitur pendaftaran di Mobile JKN. Mobile JKN akan menginformasikan nomor antrian peserta dan sisa antrean sebelum peserta dilayani. Jadi peserta bisa memperkirakan waktu tunggunya nanti. Antrian online juga terintegrasi dengan aplikasi P-Care. Maka, perekaman data pelayanan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lebih terjamin dan ter-update secara real time. Ini bahkan memudahkan petugas FKTP,” jelas Ike.

Baca Juga :  Nikmati Pengalaman Berkendara Berkelas Bersama Yamaha Fazzio

Senada dengan yang disampaikan oleh Ike, staf rekam medik Puskemas Kota Wilayah Utara Nita Nurani menyampaikan bahwa sistem antrean online BPJS Kesehatan memiliki fungsi dan fitur yang baik. Hanya saja, agar dapat berjalan optimal BPJS Kesehatan perlu mengembangkan fitur kustomisasi agar keperluan antrean tertentu dapat terakomodir. Contohnya saja antrean khusus Imunisasi, KB, dsb.

“Selama ini kami memberikan antrean khusus untuk layanan spesifik tertentu. Spesifikasi poliklinik yang ada di puskesmas juga lebih kompleks sehingga untuk mengakomodir kebutuhan puskesmas, harapannya ada fitur kustomisasi yang lebih detail,” ujar Nita, staf rekam medik Puskesmas Kota Wilayah Utara.

Menambahkan yang disampaikan oleh Nita, Koordinator Bagian Pendaftaran Puskesmas Pesantren II Tri Atmi Dinda Hapsari berharap agar sistem antrean online BPJS Kesehatan dapat diintegrasikan dengan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan: Jaga Mutu Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

“Bila bisa diintegrasikan dengan SIMPUS maka petugas akan semakin dimudahkan. SIMPUS merupakan aplikasi yang dapat menarik data kondisi layanan puskesmas yang secara rutin kami laporkan kepada Pemerintah,” tambah Dinda.

Sebagai penutup, Ike mengapresiasi masukan-masukan yang disampaikan oleh puskesmas. Masukan tersebut akan dijadikan acuan pengembangan aplikasi secara berkelanjutan. 

“Saat ini yang menjadi prioritas pengimplementasian sistem antrian online BPJS Kesehatan adalah Klinik dan Dokter Praktik Perorangan (DPP). Kebanyakan Klinik dan DPP belum memiliki sistem antrean. Dengan adanya sistem antrean maka pasien merasakan adanya kepastian layanan,” tutup Ike.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/