Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perhutani Terima Perpanjangan Sertifikat FSC Pengelolaan Hutan Lestari Periode 2026-2031

A
Foto: Dok. Perhutani
Foto: Dok. Perhutani

Advertisement

 
JP Radar Kediri
- Perum Perhutani resmi menerima perpanjangan sertifikat FSC Forest Management (FSC FM) dari PT SGS Indonesia untuk periode 2026-2031. Sertifikasi internasional ini mencakup 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) di seluruh wilayah kerja Perhutani. Prosesi penyerahan berlangsung di Graha Perhutani pada Senin (29/6).

 

Perpanjangan sertifikat FSC FM untuk periode lima tahun ke depan ini merupakan kelanjutan dari sertifikasi sebelumnya yang habis masa berlakunya pada Mei 2026. Melalui proses audit resertifikasi yang telah berjalan intensif sejak tahun 2025, capaian ini menjadi bukti nyata sekaligus pengakuan internasional terhadap praktik pengelolaan hutan Perhutani yang senantiasa memenuhi standar global.

Advertisement

 

Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Perencanaan Strategis Perhutani, Veronika Sianturi, beserta jajaran manajemen. 

 

Advertisement

Sementara itu, pihak PT SGS Indonesia diwakili oleh Direktur Sertifikasi Sebastian Lee selaku, didampingi oleh Sustainability Strategic Manager Astrid Astari dan Business Assurance-Certification Mila Maimunah.

 

Merespons pencapaian ini, Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, menegaskan bahwa sertifikasi internasional ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen untuk sebuah tanggung jawab mutlak dalam menjaga keberadaan hutan demi masa depan negara.

 

Advertisement
Editor : Anwar Bahar Basalamah

Artikel Terkait

Pemkot Kediri Bakal Sulap Pasar Campurejo Jadi Modern, Ini Progressnya!

Pemkot Kediri Bakal Sulap Pasar Campurejo Jadi Modern, Ini Progressnya!

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin)  Kota Kediri terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Campurejo.

Berawal di Nganjuk, Karhutla Merembet ke Lereng Gunung Wilis Kediri

Berawal di Nganjuk, Karhutla Merembet ke Lereng Gunung Wilis Kediri

Akses yang sulit dijangkau karena terletak di puncak sebabkan petugas kesulitan melakukan pemadaman. 

Hutan di Lereng Wilis Rawan Terbakar: BPBD dan Perhutani Siagakan Personel untuk Pengawasan 

Hutan di Lereng Wilis Rawan Terbakar: BPBD dan Perhutani Siagakan Personel untuk Pengawasan 

Kondisi tersebut terjadi saat vegetasi dan material di kawasan hutan mulai mengering di musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer