23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

BPJS Kesehatan Adakan FGD dengan Petugas PIPP Rumah Sakit

KEDIRI – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit se-wilayah Kediri dan Nganjuk (25/8). Lewat kegiatan ini, BPJS Kesehatan membahas kendala-kendala yang dihadapi oleh rumah sakit dalam proses penanganan pengaduan maupun permintaan informasi peserta JKN-KIS.

“Saran dan masukan yang kami terima sangat bermanfaat untuk perbaikan layanan JKN-KIS. Beberapa masukan akan dieskalasi ke Kantor Pusat untuk dijadikan pertimbangan kebijakan, namun yang bisa kami jalankan di Cabang akan kami laksanakan,” ujar Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan KC Kediri, David Sulaksmono, saat menanggapi usulan.

Baca Juga :  Lovy Shampoo Kucing Terbaik

Di antara undangan yang hadir, PIPP Rumah Sakit Aura Syifa, Ana Luthfi, adalah salah satu undangan yang menyampaikan masukan. Ana menyampaikan bahwa Ia kerap menerima permohonan informasi terkait pengenaan denda pelayanan. Oleh sebab itu, Ana berharap agar sosialisasi terkait denda pelayanan dapat ditingkatkan.

“Apabila peserta sudah memahami ketentuan pengenaan denda dengan baik maka pembayaran juga dapat dilakukan dengan segera dan tanpa kendala,” ujar Ana.

Lebih lanjut David menjelaskan, peserta yang mengaktifkan kembali kepesertaannya setelah menunggak dapat dikenai denda pelayanan apabila 45 hari setelah pengaktifan Peserta/ keluarganya mendapatkan layanan rawat inap di Rumah Sakit. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Vaksinasi dan Booster

“Sistem memunculkan peserta yang mendapat layanan rawat inap dalam masa denda pelayanan. Keluarganya akan dihubungi untuk mengurus denda. Perhitungan denda dilakukan oleh Rumah Sakit untuk memudahkan Peserta. Apabila ada yang perlu ditanyakan bisa menghubungi petugas PIPP,” jelas David.

Disadur dari artikel yang diunggah pada laman resmi BPJS Kesehatan, Petugas PIPP adalah koordinator pemberian informasi dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS. Nama, foto dan nomor handphone petugas PIPP tertera pada poster informasi yang dipasang di beberapa titik di Rumah Sakit. 

- Advertisement -

KEDIRI – BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit se-wilayah Kediri dan Nganjuk (25/8). Lewat kegiatan ini, BPJS Kesehatan membahas kendala-kendala yang dihadapi oleh rumah sakit dalam proses penanganan pengaduan maupun permintaan informasi peserta JKN-KIS.

“Saran dan masukan yang kami terima sangat bermanfaat untuk perbaikan layanan JKN-KIS. Beberapa masukan akan dieskalasi ke Kantor Pusat untuk dijadikan pertimbangan kebijakan, namun yang bisa kami jalankan di Cabang akan kami laksanakan,” ujar Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan KC Kediri, David Sulaksmono, saat menanggapi usulan.

Baca Juga :  Info Kabut Asap: Level Indeks Standar Pencemaran Udara Berbahaya

Di antara undangan yang hadir, PIPP Rumah Sakit Aura Syifa, Ana Luthfi, adalah salah satu undangan yang menyampaikan masukan. Ana menyampaikan bahwa Ia kerap menerima permohonan informasi terkait pengenaan denda pelayanan. Oleh sebab itu, Ana berharap agar sosialisasi terkait denda pelayanan dapat ditingkatkan.

“Apabila peserta sudah memahami ketentuan pengenaan denda dengan baik maka pembayaran juga dapat dilakukan dengan segera dan tanpa kendala,” ujar Ana.

Lebih lanjut David menjelaskan, peserta yang mengaktifkan kembali kepesertaannya setelah menunggak dapat dikenai denda pelayanan apabila 45 hari setelah pengaktifan Peserta/ keluarganya mendapatkan layanan rawat inap di Rumah Sakit. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Baca Juga :  Ketika Sinyal Jadi Kendala Sekolah-Sekolah Pinggiran

“Sistem memunculkan peserta yang mendapat layanan rawat inap dalam masa denda pelayanan. Keluarganya akan dihubungi untuk mengurus denda. Perhitungan denda dilakukan oleh Rumah Sakit untuk memudahkan Peserta. Apabila ada yang perlu ditanyakan bisa menghubungi petugas PIPP,” jelas David.

Disadur dari artikel yang diunggah pada laman resmi BPJS Kesehatan, Petugas PIPP adalah koordinator pemberian informasi dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS. Nama, foto dan nomor handphone petugas PIPP tertera pada poster informasi yang dipasang di beberapa titik di Rumah Sakit. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/