23.6 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

KKN MBKM Unesa Mampu Berdayakan Masyarakat Desa

NGANJUK, Radar Nganjuk-Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun 2021 telah usai. Penutupan secara resmi diselenggarakan di Wisata Taman Cengkok Asri, Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Minggu (20/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Prof. Luthfiyah Nurlaela M.Pd, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Plt Bupati Nganjuk Dr Drs H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA beserta jajaran pemerintah Kabupaten Nganjuk. Selain itu juga ada Camat, serta Kepala Desa setempat.

Sementara dari UNESA ada Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr Sujarwanto MPd, Ketua Satuan MBKM Dr Muhammad Soleh MPd, Ketua Divisi KKN Dr Nurkholish MPd, dan jajaran Civitas Academica Unesa lainnya.

Pada kesempatan itu, Nurcholis menyampaikan bahwa hasil capaian mahasiswa dalam program KKN MBKM itu di antaranya pada program proyek kemanusiaan meliputi kegiatan donor darah, pembuatan hand sanitizer, masker, Kampung Tangguh Semeru, edukasi bencana, trauma healing, penggalangan sembako dan lainnya yang melibatkan sekitar 1.435 mahasiswa.

Kemudian, untuk program kewirausahaan meliputi kegiatan peningkatan kualitas produk pangan, digital marketing, e-commerce, pengemasan dan labeling, edukasi keuangan, dan BUMDES yang diikuti oleh 603 mahasiswa. Lalu, program proyek desa meliputi kegiatan kampung wisata kuliner, air, batu-batuan, desa bebas stunting, desa ramah anak, perpustakaan desa, pembuatan atribut desa dan masih banyak lagi yang diikuti oleh 947 mahasiswa.

Baca Juga :  Elpiji Bocor, Rombong Mi Ayam Hangus

Tak hanya itu, KKN UNESA memiliki keistimewaan lain yakni menjalankan KKN khusus disablitas sebanyak 85 mahasiswa, KKN Ekonomi Islam sebanyak 116 mahasiswa, KKN manajemen sebanyak 147 mahasiswa. Dari keseluruhan kegiatan total sejumlah 5.609 mahasiswa mengikuti kegiatan KKN sekaligus mencatatkan sejarah pemberangkatan paling besar yang dilakukan Unesa.

KKN MBKM Unes itu sendiri diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) dengan memerapkan prokes ketat yang tersebar di 13 provinsi, 79 kabupaten maupun kota, dan 419 program desa. “Meski masih pandemi, tetapi Ini sejarah yang mengesankan dalam kegiatan KKN MBKM. Pengembangan KKN tematik UNESA tahun 2021 ini telah sesuai harapan. Menekankan pada aspek pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif,” ujarnya.

Sementara itu, Sujarwanto mengatakan, KKN MBKM Unesa menjadi starting poin untuk menjalin kerja sama lebih luas khususnya dengan Kabupaten Nganjuk. Upaya para mahasiswa dalam menebar hal-hal positif melalui program-program yang telah terlaksana bisa dilanjutkan lagi ke arah yang lebih baik dan dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas. “Kami mengapresiasi atas tersenggarannya acara KKN MBKM ini dan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun jajaran pemerintah yang mendukung suksesnya program ini,” ujarnya.  

Baca Juga :  Ikuti INDI 4.0, BRI Ungkap Keberhasilan Transformasi BRIVOLUTION

Secara terpisah, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Jumaidi mengatakan, sudah tiga tahun Unesa bekerja sama dengan Kabupaten Nganjuk. Salah satunya dalam bentuk program KKN. Tahun ini masyarakatnya diajarkan banyak hal dan itu sangat bermanfaat bagi masyarakatnya. “Diajarkan membuat hand sanitizer, ada program donor darah, dan masih banyak lagi. Bahkan sektor ekonomi dan tempat wisata yang dikelola oleh Bumdes mulai bergerak karena bantuan mahasiswa KKN,” ungkap Alumni IKIP Surabaya itu.

Sedangkan, Prof Luthfiyah dalam paparannya mengatakan, KKN MBKM tersebut dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa dan mendukung SDGs Nasional. Dengan program tersebut, desa berkesempatan mengatasi ketertinggalan. SDGs Desa wajib menjangkau seluruh warga dengan jargon No One Left Behind. Ia mengatakan, peran mahasiswa dalam mendorong dan memajukan Bumdes bersama masyarakat menjadi kunci pertumbuhan desa. Menurutnya, Bumdes merupakan wujud potensi desa dengan mempertahankan kearifan dan menjangkau seluruh warga.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tertinggal dan Transmigrasi itu menjelaskan, prioritas SDGs Desa dapat diwujudkan melalui KKN MBKM. Program ini dapat menjadi peluang dalam menyiapkan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat desa. “Kami berterima kasih, karena KKN ini terus berkontribusi dalam meningkatkan target SDGs Desa. Program KKN MBKM ini sangat strategis dalam mendorong pembangunan desa, mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, Radar Nganjuk-Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun 2021 telah usai. Penutupan secara resmi diselenggarakan di Wisata Taman Cengkok Asri, Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Minggu (20/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Prof. Luthfiyah Nurlaela M.Pd, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Plt Bupati Nganjuk Dr Drs H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA beserta jajaran pemerintah Kabupaten Nganjuk. Selain itu juga ada Camat, serta Kepala Desa setempat.

Sementara dari UNESA ada Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr Sujarwanto MPd, Ketua Satuan MBKM Dr Muhammad Soleh MPd, Ketua Divisi KKN Dr Nurkholish MPd, dan jajaran Civitas Academica Unesa lainnya.

Pada kesempatan itu, Nurcholis menyampaikan bahwa hasil capaian mahasiswa dalam program KKN MBKM itu di antaranya pada program proyek kemanusiaan meliputi kegiatan donor darah, pembuatan hand sanitizer, masker, Kampung Tangguh Semeru, edukasi bencana, trauma healing, penggalangan sembako dan lainnya yang melibatkan sekitar 1.435 mahasiswa.

Kemudian, untuk program kewirausahaan meliputi kegiatan peningkatan kualitas produk pangan, digital marketing, e-commerce, pengemasan dan labeling, edukasi keuangan, dan BUMDES yang diikuti oleh 603 mahasiswa. Lalu, program proyek desa meliputi kegiatan kampung wisata kuliner, air, batu-batuan, desa bebas stunting, desa ramah anak, perpustakaan desa, pembuatan atribut desa dan masih banyak lagi yang diikuti oleh 947 mahasiswa.

Baca Juga :  Korsleting, Mobil Hangus Terbakar di Depan SBPU

Tak hanya itu, KKN UNESA memiliki keistimewaan lain yakni menjalankan KKN khusus disablitas sebanyak 85 mahasiswa, KKN Ekonomi Islam sebanyak 116 mahasiswa, KKN manajemen sebanyak 147 mahasiswa. Dari keseluruhan kegiatan total sejumlah 5.609 mahasiswa mengikuti kegiatan KKN sekaligus mencatatkan sejarah pemberangkatan paling besar yang dilakukan Unesa.

KKN MBKM Unes itu sendiri diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) dengan memerapkan prokes ketat yang tersebar di 13 provinsi, 79 kabupaten maupun kota, dan 419 program desa. “Meski masih pandemi, tetapi Ini sejarah yang mengesankan dalam kegiatan KKN MBKM. Pengembangan KKN tematik UNESA tahun 2021 ini telah sesuai harapan. Menekankan pada aspek pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif,” ujarnya.

Sementara itu, Sujarwanto mengatakan, KKN MBKM Unesa menjadi starting poin untuk menjalin kerja sama lebih luas khususnya dengan Kabupaten Nganjuk. Upaya para mahasiswa dalam menebar hal-hal positif melalui program-program yang telah terlaksana bisa dilanjutkan lagi ke arah yang lebih baik dan dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas. “Kami mengapresiasi atas tersenggarannya acara KKN MBKM ini dan terima kasih atas dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun jajaran pemerintah yang mendukung suksesnya program ini,” ujarnya.  

Baca Juga :  Tropicana Slim Ajak Masyarakat Aktif Lawan Diabetes

Secara terpisah, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Jumaidi mengatakan, sudah tiga tahun Unesa bekerja sama dengan Kabupaten Nganjuk. Salah satunya dalam bentuk program KKN. Tahun ini masyarakatnya diajarkan banyak hal dan itu sangat bermanfaat bagi masyarakatnya. “Diajarkan membuat hand sanitizer, ada program donor darah, dan masih banyak lagi. Bahkan sektor ekonomi dan tempat wisata yang dikelola oleh Bumdes mulai bergerak karena bantuan mahasiswa KKN,” ungkap Alumni IKIP Surabaya itu.

Sedangkan, Prof Luthfiyah dalam paparannya mengatakan, KKN MBKM tersebut dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa dan mendukung SDGs Nasional. Dengan program tersebut, desa berkesempatan mengatasi ketertinggalan. SDGs Desa wajib menjangkau seluruh warga dengan jargon No One Left Behind. Ia mengatakan, peran mahasiswa dalam mendorong dan memajukan Bumdes bersama masyarakat menjadi kunci pertumbuhan desa. Menurutnya, Bumdes merupakan wujud potensi desa dengan mempertahankan kearifan dan menjangkau seluruh warga.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tertinggal dan Transmigrasi itu menjelaskan, prioritas SDGs Desa dapat diwujudkan melalui KKN MBKM. Program ini dapat menjadi peluang dalam menyiapkan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat desa. “Kami berterima kasih, karena KKN ini terus berkontribusi dalam meningkatkan target SDGs Desa. Program KKN MBKM ini sangat strategis dalam mendorong pembangunan desa, mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/