25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Tim PKM Dosen Pendidikan Unesa Ajari PjBL MGMP Kimia Nganjuk

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkesempatan mengunjungi Kabupaten Nganjuk, Juni lalu. Di Kota Angin, para dosen tersebut menggelar kegiatan bertajuk pelatihan dengan tema Project Based Learning (PjBL).

Kegiatan itu berdasar upaya beberapa lembaga SMA di Kota Angin yang hendak menerapkan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran di semester gasal ini. Karena kurikulum baru tersebut diyakini bisa sebagai upaya pemulihan pembelajaran akibat Covid-19 yang melanda, dan mengakibatkan terjadinya fenomena learning loss di berbagai penjuru dunia. Apalagi didukung dengan hasil wawancara terhadap beberapa anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Nganjuk, yang mengatakan memerlukan PjBL.

Akhirnya tim PKM Unesa menggelar pelatihan PjBL tersebut pada 4 Juni 2022. Setidaknya ada lima orang anggota tim KPM Unesa Prodi Pendidikan Kimia yang mengisi kegiatan itu. Terdiri dari Prof Dr Suyono, M.Pd, Dr Sukarmin, M.Pd, dan Dr Mitarlis, S.Pd, M.Pd. Kemudian Dian Novita, ST, M.Pd, serta Findiyani Ernawati Asih, S.Pd, M.Pd. Usai pemamaran materi, kegiatan diisi diskusi dan tanya jawab. Selain itu, juga dilakukan pendampingan secara assynchronous learning atau dilakukan tepat waktu dan terjadwal.

Sedangkan untuk materi yang disampaikan, masing-masing dosen menyajikan hal yang saling berkait. Misalnya Prof Dr Suyono, M.Pd yang menyampaikan materi tiga level representasi kimia dalam pembelajaran kimia dengan metode unik. Misalnya sejarah penemuan kertas lakmus dan demo praktikum.

Baca Juga :  Berobat Tidak Perlu Bawa Kartu, Cukup dengan e-ID Bisa Terlayani

- Advertisement -

Kemudian, Dr Sukarmin, M.Pd yang juga memberi paparan. Ia menyampaikan materi terkait Kurikulum Merdeka sebagai suatu terobosan. Yaitu mengarahkan peserta didik untuk tidak hanya mencapai ranah belajar, tetap juga mencapai Profil Pelajar Pancasila sebagai ciri khas karakter bangsa.

Selanjutnya, Dr Mitarlis, S.Pd, M.Pd juga didaulat menyampaikan materi terkait PjBL. Selain teori, Dr Mitarlis juga memberi contoh langsung kepada peserta pelatihan. Yaitu, terkait bahan di sekitar yang berpotensi digunakan sebagai tema kegiatan proyek. Misalnya, Dr Mitarlis meminta peserta membawa daun jati saat pelatihan. “Daun jati ketika pertama dipetik getahnya berwarna merah. Namun saat dibiarkan, lama kelamaan akan berubah ungu. Hal ini bisa berpotensi mengajak peserta didik memikirkan fenomena tersebut melalui kegiatan proyek. Selain juga bisa sebagai indikator asam basa. Sehingga perlu memfasilitasi peserta didik melalui kegiatan proyek menyelidiki ada tidaknya perubahan warna ketika ditambahkan ke dalam larutan sabun, larutan kapur, maupun larutan jeruk,” ujarnya.

Sementara itu, Dian Novita, ST, M.Pd dan Findiyani Ernawati Asih, S.Pd, M.Pd memaparkan terkait panduan pembuatan bahan ajar berbasis PjBL. Hal itu sebagai upaya menghadapi Kurikulum Merdeka sekaligus contohnya.

Untuk diketahui, pada kegiatan itu, tim PKM Prodi Pendidikan Kimia Unesa turut memberi buku panduan. Sehingga peserta bisa mempelajari secara langsung maupun diteruskan usai kegiatan. Di buku itu, diberikan contoh penurunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam bentuk tabel pada materi hidrolisis garam. Dari ATP tersebut, digunakan sebagai acuan mengembangkan bahan bacaan peserta didik berbasis tiga level representasi kimia. Yaitu, makroskopik, sub-mikroskopik, dan simbolik. Serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PjBL pada materi hiidrolisis garam. Contoh bahan bacaan peserta didik dan LKPD berbasis PjBL juga dilampirkan dalam buku panduan.

Baca Juga :  PT Ayo Tani Beri Bimbingan Petani Cabai Blitar

“Diharapkan pelatihan ini dapat mempererat silaturahmi antara peserta dari MGMP Kimia Nganjuk dengan para dosen dari Prodi Kimia Unesa. Serta memfasilitasi melalui pendampingan dalam merancang pembelajaran kimia yang sesuai dengan pembelajaran paradigm baru dalam Kurikulum Merdeka,” tambah Prof Dr Suyono, M.Pd.

Untuk diketahui, pelatihan tersebut berlanjut ke sesi asynchronous learning melalui platform Google Classroom dan WhatsApp grup. Pada assychronous tersebut meliputi menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), membuat bahan bacaan peserta didik yang mengeksplisitkan tiga level representasi, dan membuat LKPD berbasis PjBL pada topik kimia tertentu melalui pendampingan oleh tim PKM dosen Prodi Pendidikan Kimia Unesa. Kinerja peserta dalam pelatihan secara synchronous learning dan asynchronous learning dituangkan dalam sertifikat 32 jam pelajaran. “Semoga pelatihan yang menghasilkan produk bahan ajar PjBL sebagai upaya peserta dalam menghadapi Kurikulum Merdeka pada semester gasal tahun ajaran 2022/2023,” tambah Prof Suyono.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkesempatan mengunjungi Kabupaten Nganjuk, Juni lalu. Di Kota Angin, para dosen tersebut menggelar kegiatan bertajuk pelatihan dengan tema Project Based Learning (PjBL).

Kegiatan itu berdasar upaya beberapa lembaga SMA di Kota Angin yang hendak menerapkan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran di semester gasal ini. Karena kurikulum baru tersebut diyakini bisa sebagai upaya pemulihan pembelajaran akibat Covid-19 yang melanda, dan mengakibatkan terjadinya fenomena learning loss di berbagai penjuru dunia. Apalagi didukung dengan hasil wawancara terhadap beberapa anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Nganjuk, yang mengatakan memerlukan PjBL.

Akhirnya tim PKM Unesa menggelar pelatihan PjBL tersebut pada 4 Juni 2022. Setidaknya ada lima orang anggota tim KPM Unesa Prodi Pendidikan Kimia yang mengisi kegiatan itu. Terdiri dari Prof Dr Suyono, M.Pd, Dr Sukarmin, M.Pd, dan Dr Mitarlis, S.Pd, M.Pd. Kemudian Dian Novita, ST, M.Pd, serta Findiyani Ernawati Asih, S.Pd, M.Pd. Usai pemamaran materi, kegiatan diisi diskusi dan tanya jawab. Selain itu, juga dilakukan pendampingan secara assynchronous learning atau dilakukan tepat waktu dan terjadwal.

Sedangkan untuk materi yang disampaikan, masing-masing dosen menyajikan hal yang saling berkait. Misalnya Prof Dr Suyono, M.Pd yang menyampaikan materi tiga level representasi kimia dalam pembelajaran kimia dengan metode unik. Misalnya sejarah penemuan kertas lakmus dan demo praktikum.

Baca Juga :  Mas Novi Akan Terbitkan SK Haul Marsinah

Kemudian, Dr Sukarmin, M.Pd yang juga memberi paparan. Ia menyampaikan materi terkait Kurikulum Merdeka sebagai suatu terobosan. Yaitu mengarahkan peserta didik untuk tidak hanya mencapai ranah belajar, tetap juga mencapai Profil Pelajar Pancasila sebagai ciri khas karakter bangsa.

Selanjutnya, Dr Mitarlis, S.Pd, M.Pd juga didaulat menyampaikan materi terkait PjBL. Selain teori, Dr Mitarlis juga memberi contoh langsung kepada peserta pelatihan. Yaitu, terkait bahan di sekitar yang berpotensi digunakan sebagai tema kegiatan proyek. Misalnya, Dr Mitarlis meminta peserta membawa daun jati saat pelatihan. “Daun jati ketika pertama dipetik getahnya berwarna merah. Namun saat dibiarkan, lama kelamaan akan berubah ungu. Hal ini bisa berpotensi mengajak peserta didik memikirkan fenomena tersebut melalui kegiatan proyek. Selain juga bisa sebagai indikator asam basa. Sehingga perlu memfasilitasi peserta didik melalui kegiatan proyek menyelidiki ada tidaknya perubahan warna ketika ditambahkan ke dalam larutan sabun, larutan kapur, maupun larutan jeruk,” ujarnya.

Sementara itu, Dian Novita, ST, M.Pd dan Findiyani Ernawati Asih, S.Pd, M.Pd memaparkan terkait panduan pembuatan bahan ajar berbasis PjBL. Hal itu sebagai upaya menghadapi Kurikulum Merdeka sekaligus contohnya.

Untuk diketahui, pada kegiatan itu, tim PKM Prodi Pendidikan Kimia Unesa turut memberi buku panduan. Sehingga peserta bisa mempelajari secara langsung maupun diteruskan usai kegiatan. Di buku itu, diberikan contoh penurunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam bentuk tabel pada materi hidrolisis garam. Dari ATP tersebut, digunakan sebagai acuan mengembangkan bahan bacaan peserta didik berbasis tiga level representasi kimia. Yaitu, makroskopik, sub-mikroskopik, dan simbolik. Serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PjBL pada materi hiidrolisis garam. Contoh bahan bacaan peserta didik dan LKPD berbasis PjBL juga dilampirkan dalam buku panduan.

Baca Juga :  Di Masa Pandemi, AgenBRILink Jadi Tulang Punggung Penghasilan Keluarga

“Diharapkan pelatihan ini dapat mempererat silaturahmi antara peserta dari MGMP Kimia Nganjuk dengan para dosen dari Prodi Kimia Unesa. Serta memfasilitasi melalui pendampingan dalam merancang pembelajaran kimia yang sesuai dengan pembelajaran paradigm baru dalam Kurikulum Merdeka,” tambah Prof Dr Suyono, M.Pd.

Untuk diketahui, pelatihan tersebut berlanjut ke sesi asynchronous learning melalui platform Google Classroom dan WhatsApp grup. Pada assychronous tersebut meliputi menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), membuat bahan bacaan peserta didik yang mengeksplisitkan tiga level representasi, dan membuat LKPD berbasis PjBL pada topik kimia tertentu melalui pendampingan oleh tim PKM dosen Prodi Pendidikan Kimia Unesa. Kinerja peserta dalam pelatihan secara synchronous learning dan asynchronous learning dituangkan dalam sertifikat 32 jam pelajaran. “Semoga pelatihan yang menghasilkan produk bahan ajar PjBL sebagai upaya peserta dalam menghadapi Kurikulum Merdeka pada semester gasal tahun ajaran 2022/2023,” tambah Prof Suyono.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/