24.4 C
Kediri
Sunday, October 2, 2022

Anggota Keluarga Akui Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional

- Advertisement -

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pentingnya memiliki Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah diakui salah satu peserta JKN-KIS asal Kabupaten Kediri, Yuliati, 28. Dirinya dan seluruh anggota keluarganya telah merasakan manfaat program Pemerintah ini. Karyawan salah satu badan iusaha terdaftar di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Utama Kediri ini menceritakan, pada tahun 2017, dirinya harus menjalani kuret kehamilan anak pertama, karena keguguran di usia kandungan 11 minggu.

“Saya terbantu sekali sama Program JKN-KIS ini. Saya melahirkan 2 kali tidak dipungut biaya sama sekali. Saya juga pernah kuret, tidak dipungut biaya. Ada lagi, ibu saya operasi tumor di kepala itu juga gratis. Sangat terbantu sekali pokoknya saya. Terima kasih banyak sama JKN-KIS ini,” ucapnya.

Beberapa bulan kemudian, Yuli kembali hamil dan melahirkan normal di tahun yang sama. Kemudian di akhir tahun 2021, Yuli melahirkan anak kedua. Ia menambahkan bahwa semua pelayanan kesehatannya menggunakan JKN-KIS dan dilayani dengan baik.

“Alhamdulillah masih dijamin BPJS. Kalau tidak pakai BPJS ada mungkin Rp 5juta lebih. Saya melahirkan normal semua di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), pelayanannya bagus. Alhamdulillah tidak dibedakan, BPJS maupun tidak pakai BPJS itu sama pelayanannya menurut saya. Kontrol juga saya memanfaatkan fasilitas dari BPJS, tidak bayar, semua dijamin,” terangnya.

Baca Juga :  Jaga Kualitas Jalan, Bupati Hanindhito Siap Blacklist Kontraktor Nakal

Sementara itu, pada tahun 2017 juga, ibu Yuli baru diketahui memiliki tumor di kepala, dan harus dilakukan pembedahan. Bersyukur kini kondisinya sudah sehat, namun harus menjalani kontrol rutin dan konsumsi obat setiap hari.

- Advertisement -

“Alhamdulillah sekarang sehat, tidak ada keluhan, cuma harus kontrol rutin dan minum obat. Kalau tidak pakai BPJS mungkin habis puluhan juta. Pertama tahu itu saya syok, berapa nanti biayanya, karena kan operasi besar. Alhamdulillah terbantu,” ujarnya.

Sehingga bagi Yuli memiliki JKN-KIS sangatlah penting. Sakit yang tidak bisa diprediksi datangnya, apalagi dengan biaya berobat yang tidak murah, memiliki JKN-KIS tentu akan membuat tenang. Oleh karenanya ia tidak keberatan jika harus membayar iuran setiap bulan, walaupun tidak digunakan.

“JKN ini penting. Ya kita tidak minta sakit, tetapi buat jaga-jaga juga. Kalau kita tidak punya uang pasti bingung, lalu pinjam kemana-mana. Kalau kita punya JKN kita kan tenang, jadi tidak bingung. Kalaupun itu tidak terpakai ya kita mikirnya untuk membantu orang lain, gotong royong bantu orang lain, karena yang lebih membutuhkan itu banyak,” pungkasnya.

Baca Juga :  25,4 juta Pelaku UMKM Dapatkan Kucuran KUR BRI

Menurut Yuli kini Program JKN-KIS sudah lebih baik. Ia mengatakan tidak khawatir jika menggunakan JKN-KIS, justru harus menggunakannya saat berobat. Tak disangka ternyata suaminya saat ini juga sedang memanfaatkan JKN-KIS untuk pengobatan mata.

“Sekarang sudah lebih baik programnya. Saya harus pakai JKN. Suami saya kemarin matanya sakit, klaim kacamata juga pakai JKN. Sampai sekarang juga masih kontrol setiap bulan, katanya ada katarak, mau dibedah juga,” terangnya.
Yuli mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya Program JKN-KIS. Ia dan keluarganya sudah sangat terbantu dengan program mulia ini.

“Saya merasakan JKN ini baik sekali. Terima kasih untuk Pemerintah sudah mengadakan program ini. Saya merasakan sekali manfaatnya, semua keluarga saya pakai JKN. Terbantu sekali, terima kasih banyak BPJS Kesehatan,” ucapnya.

- Advertisement -

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pentingnya memiliki Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah diakui salah satu peserta JKN-KIS asal Kabupaten Kediri, Yuliati, 28. Dirinya dan seluruh anggota keluarganya telah merasakan manfaat program Pemerintah ini. Karyawan salah satu badan iusaha terdaftar di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Utama Kediri ini menceritakan, pada tahun 2017, dirinya harus menjalani kuret kehamilan anak pertama, karena keguguran di usia kandungan 11 minggu.

“Saya terbantu sekali sama Program JKN-KIS ini. Saya melahirkan 2 kali tidak dipungut biaya sama sekali. Saya juga pernah kuret, tidak dipungut biaya. Ada lagi, ibu saya operasi tumor di kepala itu juga gratis. Sangat terbantu sekali pokoknya saya. Terima kasih banyak sama JKN-KIS ini,” ucapnya.

Beberapa bulan kemudian, Yuli kembali hamil dan melahirkan normal di tahun yang sama. Kemudian di akhir tahun 2021, Yuli melahirkan anak kedua. Ia menambahkan bahwa semua pelayanan kesehatannya menggunakan JKN-KIS dan dilayani dengan baik.

“Alhamdulillah masih dijamin BPJS. Kalau tidak pakai BPJS ada mungkin Rp 5juta lebih. Saya melahirkan normal semua di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), pelayanannya bagus. Alhamdulillah tidak dibedakan, BPJS maupun tidak pakai BPJS itu sama pelayanannya menurut saya. Kontrol juga saya memanfaatkan fasilitas dari BPJS, tidak bayar, semua dijamin,” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Kemenaker RI, BRI Percepat Penyaluran Bantuan Subsidi Upah

Sementara itu, pada tahun 2017 juga, ibu Yuli baru diketahui memiliki tumor di kepala, dan harus dilakukan pembedahan. Bersyukur kini kondisinya sudah sehat, namun harus menjalani kontrol rutin dan konsumsi obat setiap hari.

“Alhamdulillah sekarang sehat, tidak ada keluhan, cuma harus kontrol rutin dan minum obat. Kalau tidak pakai BPJS mungkin habis puluhan juta. Pertama tahu itu saya syok, berapa nanti biayanya, karena kan operasi besar. Alhamdulillah terbantu,” ujarnya.

Sehingga bagi Yuli memiliki JKN-KIS sangatlah penting. Sakit yang tidak bisa diprediksi datangnya, apalagi dengan biaya berobat yang tidak murah, memiliki JKN-KIS tentu akan membuat tenang. Oleh karenanya ia tidak keberatan jika harus membayar iuran setiap bulan, walaupun tidak digunakan.

“JKN ini penting. Ya kita tidak minta sakit, tetapi buat jaga-jaga juga. Kalau kita tidak punya uang pasti bingung, lalu pinjam kemana-mana. Kalau kita punya JKN kita kan tenang, jadi tidak bingung. Kalaupun itu tidak terpakai ya kita mikirnya untuk membantu orang lain, gotong royong bantu orang lain, karena yang lebih membutuhkan itu banyak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Separo Jalan Banyakan Tunggu Tahun Depan

Menurut Yuli kini Program JKN-KIS sudah lebih baik. Ia mengatakan tidak khawatir jika menggunakan JKN-KIS, justru harus menggunakannya saat berobat. Tak disangka ternyata suaminya saat ini juga sedang memanfaatkan JKN-KIS untuk pengobatan mata.

“Sekarang sudah lebih baik programnya. Saya harus pakai JKN. Suami saya kemarin matanya sakit, klaim kacamata juga pakai JKN. Sampai sekarang juga masih kontrol setiap bulan, katanya ada katarak, mau dibedah juga,” terangnya.
Yuli mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya Program JKN-KIS. Ia dan keluarganya sudah sangat terbantu dengan program mulia ini.

“Saya merasakan JKN ini baik sekali. Terima kasih untuk Pemerintah sudah mengadakan program ini. Saya merasakan sekali manfaatnya, semua keluarga saya pakai JKN. Terbantu sekali, terima kasih banyak BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/