25.6 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Airlangga: Indonesia Tak Mudah Terpolarisasi karena Berpedoman Alquran

JAKARTA–Ketua Umum Partai Golkar  Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah atau terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat. Menurutnya, masyarakat Indonesia berpedoman pada Alquran untuk menghadirkan kemajuan peradaban. 

Airlangga menilai turunnya Alquran menjadi momentum umat manusia mengetahui mana yang (haq) dan (bathil).

“Mana kebaikan, mana keburukan, mana yang perlu kita amalkan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alquran adalah pedoman moral yang menjadi inspirasi kita dalam melangkah hidup yang kita lalui,” ujar Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/4).

Ketum Golkar ini menambahkan, untuk menghadirkan peradaban tersebut, Alquran menjelaskan bahwa fondasi utamanya adalah tingginya literasi. Menurut Airlangga Indonesia dinilainya memiliki hal tersebut untuk menuju peradaban yang maju.

“Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah karena terpengaruh oleh berita-berita bohong (hoaks), dan bukan bangsa yang terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara kita,” tegas Airlangga.

Baca Juga :  Manisnya Gula Jawa Nira Sari

Dia juga menyampaikan hikmah dari peristiwa Nuzulul Alquran sangat agung. Yakni, memerintahkan setiap umat Islam untuk selalu belajar. Seperti hikmah yang bisa diambil dari lima ayat Surat Al ‘Alaq yang turun pertama kali untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, merujuk pada surat tersebut, Islam mendorong agar umatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa manfaat.

“Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Islam di Indonesia, Islam yang toleran, moderat, hidup rukun dengan kemajemukan bangsa,” ujar Airlangga.

Airlangga meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin yang beragama Islam untuk teguh menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.

Kader Golkar ini juga diminta menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberi rahmat dan kedamaian bagi seluruh manusia, agama yang rahmatan lil’alamin. 

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, Ramadan menjadi bulan yang paling ditunggu umat muslim. Partai Golkar juga berupaya menunaikan seluruh kewajiban pada bulan suci ini.

Airlangga mengatakan, Golkar wajib menunaikan zakat, infak, dan sodaqoh dan mengisi kegiatan untuk lebih banyak berderma. 

“Dan peringatan Nuzulul Quran ini momentum yang tepat bagi Partai Golkar untuk meningkatkan kesalehan sosial,” tegasnya.

Airlangga menyampaikan masyarakat sudah diizinkan untuk mudik pada Lebaran kali ini. Namun, Airlangga berpesan agar seluruh masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan untuk melindungi diri dan seluruh anggota keluarga di kampung halaman. Golkar menitipkan salam hangat untuk seluruh keluarga di kampung halaman bagi masyarakat yang mudik tahun ini. (*/baz)

- Advertisement -

JAKARTA–Ketua Umum Partai Golkar  Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah atau terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat. Menurutnya, masyarakat Indonesia berpedoman pada Alquran untuk menghadirkan kemajuan peradaban. 

Airlangga menilai turunnya Alquran menjadi momentum umat manusia mengetahui mana yang (haq) dan (bathil).

“Mana kebaikan, mana keburukan, mana yang perlu kita amalkan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alquran adalah pedoman moral yang menjadi inspirasi kita dalam melangkah hidup yang kita lalui,” ujar Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/4).

Ketum Golkar ini menambahkan, untuk menghadirkan peradaban tersebut, Alquran menjelaskan bahwa fondasi utamanya adalah tingginya literasi. Menurut Airlangga Indonesia dinilainya memiliki hal tersebut untuk menuju peradaban yang maju.

“Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah karena terpengaruh oleh berita-berita bohong (hoaks), dan bukan bangsa yang terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara kita,” tegas Airlangga.

Baca Juga :  Rahasiakan Data Pribadi, Hindari Kejahatan Social Engineering

Dia juga menyampaikan hikmah dari peristiwa Nuzulul Alquran sangat agung. Yakni, memerintahkan setiap umat Islam untuk selalu belajar. Seperti hikmah yang bisa diambil dari lima ayat Surat Al ‘Alaq yang turun pertama kali untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, merujuk pada surat tersebut, Islam mendorong agar umatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa manfaat.

“Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Islam di Indonesia, Islam yang toleran, moderat, hidup rukun dengan kemajemukan bangsa,” ujar Airlangga.

Airlangga meminta seluruh kader partai berlambang pohon beringin yang beragama Islam untuk teguh menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.

Kader Golkar ini juga diminta menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberi rahmat dan kedamaian bagi seluruh manusia, agama yang rahmatan lil’alamin. 

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, Ramadan menjadi bulan yang paling ditunggu umat muslim. Partai Golkar juga berupaya menunaikan seluruh kewajiban pada bulan suci ini.

Airlangga mengatakan, Golkar wajib menunaikan zakat, infak, dan sodaqoh dan mengisi kegiatan untuk lebih banyak berderma. 

“Dan peringatan Nuzulul Quran ini momentum yang tepat bagi Partai Golkar untuk meningkatkan kesalehan sosial,” tegasnya.

Airlangga menyampaikan masyarakat sudah diizinkan untuk mudik pada Lebaran kali ini. Namun, Airlangga berpesan agar seluruh masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan untuk melindungi diri dan seluruh anggota keluarga di kampung halaman. Golkar menitipkan salam hangat untuk seluruh keluarga di kampung halaman bagi masyarakat yang mudik tahun ini. (*/baz)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/