24.2 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Pemeriksaan Gigi Sebagai Identitas Individual

Ilmu forensik mewakili berbagai disiplin ilmu, yang diterapkan secara individual atau kolektif untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di dalamnya sebuah konteks hukum. Setiap aplikasi metode ilmiah tertentu (terlepas dari bidang ilmiah yang berkaitan dengannya) dalam konteks hukum dapat dipandang sebagai aspek ilmu forensik. Oleh karena itu, saat ini ada banyak bidang ilmiah yang memiliki peran forensik. Bidang ilmu alam termasuk forensik kedokteran, kedokteran gigi forensik, antropologi forensik, arkeologi forensik, forensik entomologi, patologi forensik, botani forensik, toksikologi forensik, dll.

Identifikasi tentang jenazah manusia yang tidak teridentifikasi telah diakui sebagai masalah penting dalam masyarakat modern untuk alasan hukum dan kemanusiaan. Berbagai metode digunakan dalam identifikasi seperti pemeriksaan visual tradisional, pakaian dan barang pribadi, pemeriksaan sidik jari, teknologi DNA dan pemeriksaan gigi dan radiografi.

Baca Juga :  Sambal Khas dari Gopeng

 

Identifikasi ditetapkan ketika data mengenai tubuh manusia yang dikumpulkan sesuai data dari orang yang hilang yang diketahui. Prosedur identifikasi itu sendiri dapat dibagi menjadi empat langkah: 1) pengumpulan dan pencatatan data post-mortem dari tubuh yang tidak diketahui, 2) pengumpulan dan pencatatan data ante-mortem dari orang yang dilaporkan hilang, 3) perbandingan antes mortem dan data post-mortem dan akhirnya; 4) penyelesaian laporan hasil perbandingan. Proses identifikasi manusia sangat didukung oleh bukti forensik unik yang ditemukan pada gigi. Secara khusus, gigi manusia mengandung informasi berharga yang dapat dideteksi selama ujian post-mortem (PM) yang dapat dilacak untuk pencatatan ante-mortem (AM).

Kegunaaan pemeriksan gigi sebagai identitas individual dapat digunakan dalam berbagai kasus berupa kecelakan pesawat seperti yang terjadi baru-baru ini pada kasus Lion Air JT 610 dari Jakarta ke Pangkal Pinang, bencana alam seperti kejadian Tsunami di Palu, dan adanya kasus bom bunuh diri di Surabaya. Oleh karena itu pemeriksaan gigi sebagai identitas individual sangat berguna dalam mengidentifikasi korban. (* Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Forensik Universitas Airlangga)

Baca Juga :  Radar Kediri Jadi Sarana Manjakan Pengunjung Diler

- Advertisement -

Ilmu forensik mewakili berbagai disiplin ilmu, yang diterapkan secara individual atau kolektif untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di dalamnya sebuah konteks hukum. Setiap aplikasi metode ilmiah tertentu (terlepas dari bidang ilmiah yang berkaitan dengannya) dalam konteks hukum dapat dipandang sebagai aspek ilmu forensik. Oleh karena itu, saat ini ada banyak bidang ilmiah yang memiliki peran forensik. Bidang ilmu alam termasuk forensik kedokteran, kedokteran gigi forensik, antropologi forensik, arkeologi forensik, forensik entomologi, patologi forensik, botani forensik, toksikologi forensik, dll.

Identifikasi tentang jenazah manusia yang tidak teridentifikasi telah diakui sebagai masalah penting dalam masyarakat modern untuk alasan hukum dan kemanusiaan. Berbagai metode digunakan dalam identifikasi seperti pemeriksaan visual tradisional, pakaian dan barang pribadi, pemeriksaan sidik jari, teknologi DNA dan pemeriksaan gigi dan radiografi.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Dorong Anggrek Kediri Mendunia

 

Identifikasi ditetapkan ketika data mengenai tubuh manusia yang dikumpulkan sesuai data dari orang yang hilang yang diketahui. Prosedur identifikasi itu sendiri dapat dibagi menjadi empat langkah: 1) pengumpulan dan pencatatan data post-mortem dari tubuh yang tidak diketahui, 2) pengumpulan dan pencatatan data ante-mortem dari orang yang dilaporkan hilang, 3) perbandingan antes mortem dan data post-mortem dan akhirnya; 4) penyelesaian laporan hasil perbandingan. Proses identifikasi manusia sangat didukung oleh bukti forensik unik yang ditemukan pada gigi. Secara khusus, gigi manusia mengandung informasi berharga yang dapat dideteksi selama ujian post-mortem (PM) yang dapat dilacak untuk pencatatan ante-mortem (AM).

Kegunaaan pemeriksan gigi sebagai identitas individual dapat digunakan dalam berbagai kasus berupa kecelakan pesawat seperti yang terjadi baru-baru ini pada kasus Lion Air JT 610 dari Jakarta ke Pangkal Pinang, bencana alam seperti kejadian Tsunami di Palu, dan adanya kasus bom bunuh diri di Surabaya. Oleh karena itu pemeriksaan gigi sebagai identitas individual sangat berguna dalam mengidentifikasi korban. (* Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Forensik Universitas Airlangga)

Baca Juga :  BRI Dinobatkan sebagai Penyalur KUR Terbaik 2021

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/