24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

BPJAMSOSTEK Lindungi Paguyuban Disabilitas Cahaya Gemilang

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk menggelar sosialisasi, Rabu (16/2). Sasarannya adalah Paguyuban Disabilitas Cahaya Gemilang, Desa Paron, Kecamatan Bagor. Di sana, lembaga yang akrab disebut BPJAMSOSTEK tersebut memberi pelatihan pembuatan makanan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri Suharno Abidin mengatakan, peserta pelatihan dari paguyuban tersebut merupakan sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Artinya, melakukan pekerjaan secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari pekerjaannya tersebut.

“Teman-teman paguyuban antusias dengan ikut menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Kami apresiasi. Semonga bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lain terutama yang BPU agar bergabung menjadi peserta BPJamsostek. Karena banyak sekali manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk Bisri Yusmadi menambahkan, pihaknya saat ini gencar menjaring peserta dari sektor BPU. Seperti pedagang, usaha jasa, dan sebagainya. “Alasannya adalah agar sektor BPU bisa terlindungi BPJAMSOSTEK,” tambah Bisri.

Baca Juga :  Bersihkan Coretan di Tempat Cuci Tangan

Apalagi, kata bisri, iurannya cukup terjangkau. Yaitu Rp 16.800 per bulan yang langsung tergabung dalam dua program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Apabila iuran Rp 20 ribu per bulan, peserta otomatis masuk ke dalam program Jaminan Hari Tua (JHT),” tandasnya.

Dengan iuran yang cukup terjangkau, kata Bisri, manfaat yang didapat sangat besar. Misalnya, jika terjadi kecelakaan kerja, maka ahli waris peserta berhak menerima santunan JKM sebesar Rp 42 juta. Bahkan, jika memiliki anak usia sekolah mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi.

“Misalnya kecelakaan kerja dan meninggal dunia, atau catat total tetap, maka maksimal dua anak akan diberi beasiswa setiap tahunnya. Untuk TK-SD Rp 1,5 juta. SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan perguruan tinggi Rp 12 juta. Jika dijumlah total beasiswa mencapai Rp 174 juta,” tambah Bisri sambil menyebut syarat lain yang harus diikuti adalah masa aktif kepesertaan selama tiga tahun berturut-turut. 

Baca Juga :  Pemkab Nganjuk Terima 20 Ribu Dosis Vaksin dari Koarmada II
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk menggelar sosialisasi, Rabu (16/2). Sasarannya adalah Paguyuban Disabilitas Cahaya Gemilang, Desa Paron, Kecamatan Bagor. Di sana, lembaga yang akrab disebut BPJAMSOSTEK tersebut memberi pelatihan pembuatan makanan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri Suharno Abidin mengatakan, peserta pelatihan dari paguyuban tersebut merupakan sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Artinya, melakukan pekerjaan secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari pekerjaannya tersebut.

“Teman-teman paguyuban antusias dengan ikut menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Kami apresiasi. Semonga bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lain terutama yang BPU agar bergabung menjadi peserta BPJamsostek. Karena banyak sekali manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk Bisri Yusmadi menambahkan, pihaknya saat ini gencar menjaring peserta dari sektor BPU. Seperti pedagang, usaha jasa, dan sebagainya. “Alasannya adalah agar sektor BPU bisa terlindungi BPJAMSOSTEK,” tambah Bisri.

Baca Juga :  Pasar Sukomoro Ditempati Tahun Depan

Apalagi, kata bisri, iurannya cukup terjangkau. Yaitu Rp 16.800 per bulan yang langsung tergabung dalam dua program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Apabila iuran Rp 20 ribu per bulan, peserta otomatis masuk ke dalam program Jaminan Hari Tua (JHT),” tandasnya.

Dengan iuran yang cukup terjangkau, kata Bisri, manfaat yang didapat sangat besar. Misalnya, jika terjadi kecelakaan kerja, maka ahli waris peserta berhak menerima santunan JKM sebesar Rp 42 juta. Bahkan, jika memiliki anak usia sekolah mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi.

“Misalnya kecelakaan kerja dan meninggal dunia, atau catat total tetap, maka maksimal dua anak akan diberi beasiswa setiap tahunnya. Untuk TK-SD Rp 1,5 juta. SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan perguruan tinggi Rp 12 juta. Jika dijumlah total beasiswa mencapai Rp 174 juta,” tambah Bisri sambil menyebut syarat lain yang harus diikuti adalah masa aktif kepesertaan selama tiga tahun berturut-turut. 

Baca Juga :  GFN Launching Taman Edukasi Tanaman Herbal di Jurang Senggani

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/