22.6 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Kang Marhaen Panen Raya Beras Organik di Desa Kwagean

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan panen raya beras sehat di Desa Kwagean, Loceret, kemarin. Pada panen raya itu, Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi, mendorong pertanian yang sehat di Kota Angin. Artinya, dengan tidak menggunakan pestisida berbahan kimia.

Hal itu disampaikan Kang Marhaen saat temu lapang dalam rangka panen raya padi sehat di Kelompok Tani  Sambi Makmur, Desa Kwagean, Loceret,. Menurutnya, pertanian berbasis organik banyak untungnya. Dari segi biaya, tidak terlalu membutuhkan pupuk berbahan kimia yang mahal. Begitu pula dengan hasil panennya.      “Biasanya 1 hektare lahan padi, panennya 7 hingga 8 ton. Dengan pertanian  organik, 1 hektare lahan bisa panen padi 9,2 ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Nganjuk Gelontor Rp 2,3 M untuk Relokasi PKL Pujahito dan GOR

Selain itu, harga beras organik jauh lebih mahal. Sehingga, bisa menguntungkan petani. “Beras organik itu sehat,” tandas Kang Marhaen. 

Ke depan, kata Kang Marhaen, Pemkab Nganjuk akan berupaya mengembangkan sistem pertanian berbasis organik di Kota Angin. Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari pertanian yang sehat tersebut. “Sudah ada beberapa kecamatan yang menerapkan. Kita dorong masyarakat ikut menerapkan pertanian organik ini,” ujarnya.

Atas usulan tanah kas desa, sebagian untuk pertanian organik, Kang Marhaen mengaku setuju. Ini menjadi salah satu contoh dan dukungan agar pertanian organik bisa segera berkembang.

Untuk diketahui, panen raya tersebut dihadiri langsung Plt Bupati Marhaen Djumadi, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Gregorius Luky Ariesta, Sekda Mokhamad Yasin dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto.

Baca Juga :  Bank Bukopin Naik Peringkat Menjadi AA-

Tiba di lokasi panen sekira pukul 09.00, Kang Marhaen langsung melakukan panen raya secara simbolis, dengan cara manual. Kemudian, Kang Marhaen memanen padi dengan menggunakan mesin panen padi.

Setelah panen raya, Kang Marhaen mengajak petani berdialog terkait persoalan yang dihadapi. Dialog tersebut untuk menemukan solusi agar pertanian di Nganjuk berkembang.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan panen raya beras sehat di Desa Kwagean, Loceret, kemarin. Pada panen raya itu, Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi, mendorong pertanian yang sehat di Kota Angin. Artinya, dengan tidak menggunakan pestisida berbahan kimia.

Hal itu disampaikan Kang Marhaen saat temu lapang dalam rangka panen raya padi sehat di Kelompok Tani  Sambi Makmur, Desa Kwagean, Loceret,. Menurutnya, pertanian berbasis organik banyak untungnya. Dari segi biaya, tidak terlalu membutuhkan pupuk berbahan kimia yang mahal. Begitu pula dengan hasil panennya.      “Biasanya 1 hektare lahan padi, panennya 7 hingga 8 ton. Dengan pertanian  organik, 1 hektare lahan bisa panen padi 9,2 ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Harap Vaksin Merah Putih Diedarkan 2022

Selain itu, harga beras organik jauh lebih mahal. Sehingga, bisa menguntungkan petani. “Beras organik itu sehat,” tandas Kang Marhaen. 

Ke depan, kata Kang Marhaen, Pemkab Nganjuk akan berupaya mengembangkan sistem pertanian berbasis organik di Kota Angin. Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari pertanian yang sehat tersebut. “Sudah ada beberapa kecamatan yang menerapkan. Kita dorong masyarakat ikut menerapkan pertanian organik ini,” ujarnya.

Atas usulan tanah kas desa, sebagian untuk pertanian organik, Kang Marhaen mengaku setuju. Ini menjadi salah satu contoh dan dukungan agar pertanian organik bisa segera berkembang.

Untuk diketahui, panen raya tersebut dihadiri langsung Plt Bupati Marhaen Djumadi, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Gregorius Luky Ariesta, Sekda Mokhamad Yasin dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto.

Baca Juga :  Dekat Rumah, Anam Senang Istrinya Dilayani Bidan

Tiba di lokasi panen sekira pukul 09.00, Kang Marhaen langsung melakukan panen raya secara simbolis, dengan cara manual. Kemudian, Kang Marhaen memanen padi dengan menggunakan mesin panen padi.

Setelah panen raya, Kang Marhaen mengajak petani berdialog terkait persoalan yang dihadapi. Dialog tersebut untuk menemukan solusi agar pertanian di Nganjuk berkembang.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/