30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Perjuangkan Aspirasi Warga, Mas Novi Temui Menteri ATR

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Harapan warga Desa Tritik dan Desa Sambikerep, Rejoso yang menginginkan harga lebih layak atas tanah mereka yang terdampak bendungan Semantok, akan segera terwujud. Ini setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyepakati evaluasi penilaian ulang tanah terdampak Semantok Selasa (6/4) lalu. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bersama Bupati Novi Rahman Hidhayat dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.  

Kepada Jawa Pos Radar Nganjuk Mas Novi mengungkapkan, menindaklanjuti aspirasi warga terdampak Semantok, dirinya sengaja mengagendakan pertemuan dengan Menteri ATR Sofyan Djalil. Ada beberapa kesepakatan dalam pertemuan yang juga diikuti oleh sejumlah dirjen Kementerian ATR tersebut. “Pak menteri (Sofyan Djalil, Red) menginstruksikan agar membuat berita acara pelaksanaan evaluasi penilaian ulang tanah warga terdampak Semantok,” ujar Mas Novi.

Baca Juga :  Ujian Brand

Menurut bapak lima anak itu, Sofyan juga menginstruksikan agar dasar penilaian ulang tanah menggunakan nilai jual objek pajak (NJOP) 2020. Adapun penilaian tanaman juga diminta menggunakan harga yang wajar.

Selebihnya, tim dari Kementerian ATR bersama tim pemerintah daerah diminta melakukan review ulang data. “Kami diberi batas waktu selama tiga bulan. Harus sudah selesai pembayaran,” terangnya.

Dengan beberapa kesepakatan tersebut, menurut Mas Novi ratusan KK warga terdampak Semantok tidak perlu risau lagi. Sebab, mereka dipastikan akan mendapat harga tanah yang layak. Demikian juga harga tegakan tanaman milik mereka.

Di sisi lain, dengan terpecahkannya masalah kebuntuan harga tanah warga terdampak Semantok, realisasi proyek strategis nasional itu akan semakin lancar. “Saya optimistis bendungan Semantok bisa diresmikan sesuai jadwal tahun depan,” tandasnya.

Baca Juga :  Pedestrian Jl Ahmad Yani Jadi Sarana Recovery Psikologis Masyakarat

 

Penyelesaian Ganti Rugi Tanah Terdampak Semantok:

-Menteri ATR Sofyan Djalil menginstruksikan dilaksanakannya evaluasi penilaian tanah

-Dasar penilaian ulang tanah menggunakan NJOP 2020

-Pembelian tegakan tanaman juga harus dievaluasi ulang

-Penyelesaian penilaian ulang dan pembayaran ganti rugi diberi waktu tiga bulan

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Harapan warga Desa Tritik dan Desa Sambikerep, Rejoso yang menginginkan harga lebih layak atas tanah mereka yang terdampak bendungan Semantok, akan segera terwujud. Ini setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyepakati evaluasi penilaian ulang tanah terdampak Semantok Selasa (6/4) lalu. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bersama Bupati Novi Rahman Hidhayat dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.  

Kepada Jawa Pos Radar Nganjuk Mas Novi mengungkapkan, menindaklanjuti aspirasi warga terdampak Semantok, dirinya sengaja mengagendakan pertemuan dengan Menteri ATR Sofyan Djalil. Ada beberapa kesepakatan dalam pertemuan yang juga diikuti oleh sejumlah dirjen Kementerian ATR tersebut. “Pak menteri (Sofyan Djalil, Red) menginstruksikan agar membuat berita acara pelaksanaan evaluasi penilaian ulang tanah warga terdampak Semantok,” ujar Mas Novi.

Baca Juga :  Gelar Aksi dengan Jual Sound System di Tepi Jalan

Menurut bapak lima anak itu, Sofyan juga menginstruksikan agar dasar penilaian ulang tanah menggunakan nilai jual objek pajak (NJOP) 2020. Adapun penilaian tanaman juga diminta menggunakan harga yang wajar.

Selebihnya, tim dari Kementerian ATR bersama tim pemerintah daerah diminta melakukan review ulang data. “Kami diberi batas waktu selama tiga bulan. Harus sudah selesai pembayaran,” terangnya.

Dengan beberapa kesepakatan tersebut, menurut Mas Novi ratusan KK warga terdampak Semantok tidak perlu risau lagi. Sebab, mereka dipastikan akan mendapat harga tanah yang layak. Demikian juga harga tegakan tanaman milik mereka.

Di sisi lain, dengan terpecahkannya masalah kebuntuan harga tanah warga terdampak Semantok, realisasi proyek strategis nasional itu akan semakin lancar. “Saya optimistis bendungan Semantok bisa diresmikan sesuai jadwal tahun depan,” tandasnya.

Baca Juga :  Dandim Terkejut Saat Apel

 

Penyelesaian Ganti Rugi Tanah Terdampak Semantok:

-Menteri ATR Sofyan Djalil menginstruksikan dilaksanakannya evaluasi penilaian tanah

-Dasar penilaian ulang tanah menggunakan NJOP 2020

-Pembelian tegakan tanaman juga harus dievaluasi ulang

-Penyelesaian penilaian ulang dan pembayaran ganti rugi diberi waktu tiga bulan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/