25.3 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Perbaiki Sanitasi di Sebelas Pesantren Kabupaten Nganjuk

Sementara itu, selain masyarakat umum, DPRKPP Nganjuk juga memberi perhatian terhadap sanitasi pesantren di Kota Angin. Tahun ini rencananya akan ada sembilan pesantren yang diperbaiki dari dana APBD Provinsi Jatim.

Kepala DPRKPP Nganjuk Agus Frihannedy mengatakan, total ada 24 pesantren yang diajukan perbaikan sanitasinya ke Pemprov Jatim. Dari usulan tersebut, sebanyak sebelas pesantren dipastikan akan diperbaiki tahun ini. “Kondisi semula sanitasi di pesantren bervariasi. Mulai rusak hingga kategori sedang,” ujar Agus.

Perbaikan sanitasi di pesantren, lanjutnya, meliputi perbaikan kamar mandi, WC, dan septic tank. Dengan perbaikan sanitasi tersebut, diharapkan lingkungan para santri akan lebih sehat lagi. “Air tidak ada potensi tercemar limbah,” lanjutnya sembari menyebut proses tender perbaikan sanitasi pesantren dilakukan oleh Pemprov Jatim. Adapun DPRKPP akan mengawal prosesnya.

Baca Juga :  Motor Moge Look Memacu Adrenalin

Untuk diketahui, selain pembangunan sanitasi komunal, tahun ini DPRKPP juga tetap melakukan perbaikan sanitasi individual. Total ada tujuh desa di lima kecamatan yang menjadi sasaran. Mulai Kecamatan Sawahan, Berbek, Kertosono, Baron, dan Ngluyu.

Total ada 412 sanitasi yang akan dibangun di tujuh desa tersebut. Anggarannya mencapai Rp 4,3 miliar. “Pengerjaan secara swakelola. Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan program ini. Sanitasi yang bagus akan meningkatkan derajat kesehatan mereka,” jelas Agus tentang program dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut.

- Advertisement -

Sementara itu, selain masyarakat umum, DPRKPP Nganjuk juga memberi perhatian terhadap sanitasi pesantren di Kota Angin. Tahun ini rencananya akan ada sembilan pesantren yang diperbaiki dari dana APBD Provinsi Jatim.

Kepala DPRKPP Nganjuk Agus Frihannedy mengatakan, total ada 24 pesantren yang diajukan perbaikan sanitasinya ke Pemprov Jatim. Dari usulan tersebut, sebanyak sebelas pesantren dipastikan akan diperbaiki tahun ini. “Kondisi semula sanitasi di pesantren bervariasi. Mulai rusak hingga kategori sedang,” ujar Agus.

Perbaikan sanitasi di pesantren, lanjutnya, meliputi perbaikan kamar mandi, WC, dan septic tank. Dengan perbaikan sanitasi tersebut, diharapkan lingkungan para santri akan lebih sehat lagi. “Air tidak ada potensi tercemar limbah,” lanjutnya sembari menyebut proses tender perbaikan sanitasi pesantren dilakukan oleh Pemprov Jatim. Adapun DPRKPP akan mengawal prosesnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak KADIN Indonesia Melihat Pandemi sebagai Momentum

Untuk diketahui, selain pembangunan sanitasi komunal, tahun ini DPRKPP juga tetap melakukan perbaikan sanitasi individual. Total ada tujuh desa di lima kecamatan yang menjadi sasaran. Mulai Kecamatan Sawahan, Berbek, Kertosono, Baron, dan Ngluyu.

Total ada 412 sanitasi yang akan dibangun di tujuh desa tersebut. Anggarannya mencapai Rp 4,3 miliar. “Pengerjaan secara swakelola. Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan program ini. Sanitasi yang bagus akan meningkatkan derajat kesehatan mereka,” jelas Agus tentang program dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/