23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Pedestrian Jl Ahmad Yani Jadi Sarana Recovery Psikologis Masyakarat

Pedestrian Jl Ahmad Yani yang dibangun dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan pertanahan (DPRKPP) sejak akhir September lalu bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Selain memperindah Kota Nganjuk, fasilitas umum itu diharapkan bisa jadi sarana recovery psikologis masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. 

Kepala DPRKPP Suharono bersama Sekretaris DPRKPP Suwarno, serta Kabid Permukiman dan Pertanahan W.P. Budiono yang meninjau lokasi proyek pada Jumat (4/12) lalu mengungkapkan, realisasi fisik proyek sudah mencapai 80 persen. “Sebanyak 20 persen sisanya akan dimaksimalkan sampai tanggal 23. Tetapi rekanan janji tanggal 20 (Desember, Red) sudah selesai,” ujar Suharono yang mengecek detail proyek bersama tim.

Pria berambut cepak itu mengungkapkan, sesuai surat perintah kerja (SPK), seharusnya pedestrian baru selesai 28 Desember. Tetapi, melihat ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap fasilitas umum tersebut, DPRKPP dan rekanan berupaya menyelesaikannya lebih cepat.

Baca Juga :  BRI Borong 4 Penghargaan dalam DIGITECH Awards 2022

Untuk diketahui, pedestrian selebar 3,5 meter itu bukan sekadar sarana untuk pejalan kaki. Melainkan menjadi spot yang indah di Nganjuk. Beralas granit tiga dimensi, pedestrian juga dilengkapi jalur khusus untuk penyandang disabilitas.

Di sepanjang pedestrian juga dilengkapi dengan bangku dan deretan lampu yang akan menyajikan suasana eksotis pada malam hari. Di pinggir pedestrian juga dilengkapi dengan taman yang akan semakin memperindah pemandangan di jantung Kota Angin tersebut.

Suharono menjelaskan, pedestrian memang bukan sekadar sarana untuk pejalan kaki. Melainkan juga sebagai sarana wisata gratis bagi warga Nganjuk. “Pedestrian itu sebagai sarana recovery psikologis masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat bisa berjalan di pedestrian Jl Ahmad Yani sembari berbelanja di deretan toko yang ada di sisi barat dan timur ruas tersebut. “Setelah berbelanja mereka bisa beristirahat di bangku atau foto selfie di sejumlah spot yang kami siapkan,” urainya.

Baca Juga :  Nikmatnya Permen Satu Asem Jeruk Nipis

Keberadaan pedestrian, lanjut Suharono, diharapkan juga bisa mendongkrak aktivitas di pusat perekonomian Kota Nganjuk tersebut. “Jadi tidak sekadar sarana rekreasi, tetapi juga untuk pengembangan ekonomi,” tandasnya.

- Advertisement -

Pedestrian Jl Ahmad Yani yang dibangun dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan pertanahan (DPRKPP) sejak akhir September lalu bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Selain memperindah Kota Nganjuk, fasilitas umum itu diharapkan bisa jadi sarana recovery psikologis masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. 

Kepala DPRKPP Suharono bersama Sekretaris DPRKPP Suwarno, serta Kabid Permukiman dan Pertanahan W.P. Budiono yang meninjau lokasi proyek pada Jumat (4/12) lalu mengungkapkan, realisasi fisik proyek sudah mencapai 80 persen. “Sebanyak 20 persen sisanya akan dimaksimalkan sampai tanggal 23. Tetapi rekanan janji tanggal 20 (Desember, Red) sudah selesai,” ujar Suharono yang mengecek detail proyek bersama tim.

Pria berambut cepak itu mengungkapkan, sesuai surat perintah kerja (SPK), seharusnya pedestrian baru selesai 28 Desember. Tetapi, melihat ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap fasilitas umum tersebut, DPRKPP dan rekanan berupaya menyelesaikannya lebih cepat.

Baca Juga :  Ekstrak Ikan Gabus

Untuk diketahui, pedestrian selebar 3,5 meter itu bukan sekadar sarana untuk pejalan kaki. Melainkan menjadi spot yang indah di Nganjuk. Beralas granit tiga dimensi, pedestrian juga dilengkapi jalur khusus untuk penyandang disabilitas.

Di sepanjang pedestrian juga dilengkapi dengan bangku dan deretan lampu yang akan menyajikan suasana eksotis pada malam hari. Di pinggir pedestrian juga dilengkapi dengan taman yang akan semakin memperindah pemandangan di jantung Kota Angin tersebut.

Suharono menjelaskan, pedestrian memang bukan sekadar sarana untuk pejalan kaki. Melainkan juga sebagai sarana wisata gratis bagi warga Nganjuk. “Pedestrian itu sebagai sarana recovery psikologis masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat bisa berjalan di pedestrian Jl Ahmad Yani sembari berbelanja di deretan toko yang ada di sisi barat dan timur ruas tersebut. “Setelah berbelanja mereka bisa beristirahat di bangku atau foto selfie di sejumlah spot yang kami siapkan,” urainya.

Baca Juga :  Pedas Nikmat Sambal Ikan Peda

Keberadaan pedestrian, lanjut Suharono, diharapkan juga bisa mendongkrak aktivitas di pusat perekonomian Kota Nganjuk tersebut. “Jadi tidak sekadar sarana rekreasi, tetapi juga untuk pengembangan ekonomi,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/