23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Fakultas Kedokteran Hewan Unair Kerja Sama dengan 4 Peternak Kediri

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) Surabaya menunjukkan keseriusannya menyukseskan penerapan kurikulum program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Yakni, dengan menjalin kerja sama dengan empat peternak di Kabupaten Kediri. 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pembukaan sekaligus penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan di peternakan sapi perah milik Bapak Lucky, di Desa Medowo, Kandangan Kabupaten Kediri. Acara dihadiri Prof. Dr. drh Widjiati MSi, penanggung jawab program. Didampingi Wakil Dekan I FKH Unair Dr. drh Riwayanti, M. Kes, Wadek II Dr. drh Iwan Sahrial Hamid M.Si dan Wadek III Prof. Dr. drh Mustofa Helmi Effendi, DTAPH. Serta masing-masing stakeholder dari KUD Kertajaya Kandangan, peternakan sapi perah Bapak Lucky, Klinik Kaki 4 Pet Care Kota Kediri, dan Klinik K-5 Kota Kediri. 

Penanggung Jawab Program MBKM Kampus Unair Prof. Dr. drh Widjiati M.Si menjelaskan, program MBKM ini akan dijalankan oleh 10 mahasiswa pilihan semester 7. Mereka telah diseleksi ketat sebelumnya oleh fakultas. 

Mahasiswa terpilih kelak berhak mengonversi 20 SKS dari kegiatan MBKM yang diprogramkan selama 4 bulan atau berakhir Desember mendatang. “Kurikulum semester 7 akan mereka implementasikan di lapangan non-stop,” jelas perempuan yang akrab disapa Bu Widji itu. 

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

Kegiatan dibagi menjadi tiga kelompok dengan 3-4 mahasiswa di tiap kelompok. Mereka akan menempati empat titik lokasi praktik magang secara bergilir. Penjadwalan diterapkan agar mahasiswa bisa mengasah skill dan pengetahuannya di lokasi secara merata dan efisien. 

Mahasiswa akan rutin mendapat kunjungan dosen penanggung jawab mata kuliah semester 7 setiap minggunya. Dosen bertugas mengevaluasi dan memantau kegiatan mahasiswa selama MBKM. “Jadi teknis kegiatan kita lakukan secara bergelombang. Nantinya akan didampingi oleh dokter hewan setempat beserta dosen yang bertugas,” terangnya. 

Program MBKM, terang Widji, merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang patut didukung dan diaplikasikan penuh. Melalui program ini, mahasiswa bisa mengeksprolasi pengetahuan dan kemampuannya lebih dalam di lapangan. Seperti cara penanganan kesehatan hewan ternak maupun hewan peliharaan rumah. Kemudian, meneliti kualitas susu hingga praktik tata kelola kandang. 

Mahasiswa juga bisa memperluas jaringan kerja di luar kampus asal. Mereka akan menimba ilmu melalui mitra kerja sesuai bidangnya secara intens. “Kami sangat antusias menyambut program ini, sudah lama kami tak praktik lapangan karena pandemi,” tuturnya. 

Baca Juga :  Sambal Nanas Wontris

Program Merdeka Belajar tak hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang terpilih saja. Semua mahasiswa bisa mendaftar program secara mandiri lewat website resmi Kemendikbud Ristek. Ada banyak program yang disediakan. Antara lain, Kampus Mengajar, KKN Tematik, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Studi Independen, Kewirausahaan dan banyak pilihan lain. 

Widji menerangkan, selama magang mahasiswa tak hanya dituntut mengoptimalkan program di tempat praktik. Mahasiswa juga akan mengadakan program penyuluhan kepada masyarakat setempat. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan 4 kali setiap akhir bulan. “Semua ilmu yang mereka dapat baik di kampus dan di lapangan akan mereka sumbangkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat saat penyuluhan,” jelasnya. 

Semua akomodasi mahasiswa menurut Widji ditanggung oleh Kemendikbud Ristek lewat pendanaan kampus. Sehingga, mahasiswa tidak perlu khawatir kehabisan uang untuk kegiatan selama program berlangsung. “Mereka hanya perlu fokus menjalankan program. Sebab, semua pendanaan sudah ditanggung kampus,” terang dosen FKH Unair itu. (ik4/adv/ut)

- Advertisement -

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) Surabaya menunjukkan keseriusannya menyukseskan penerapan kurikulum program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Yakni, dengan menjalin kerja sama dengan empat peternak di Kabupaten Kediri. 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pembukaan sekaligus penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan di peternakan sapi perah milik Bapak Lucky, di Desa Medowo, Kandangan Kabupaten Kediri. Acara dihadiri Prof. Dr. drh Widjiati MSi, penanggung jawab program. Didampingi Wakil Dekan I FKH Unair Dr. drh Riwayanti, M. Kes, Wadek II Dr. drh Iwan Sahrial Hamid M.Si dan Wadek III Prof. Dr. drh Mustofa Helmi Effendi, DTAPH. Serta masing-masing stakeholder dari KUD Kertajaya Kandangan, peternakan sapi perah Bapak Lucky, Klinik Kaki 4 Pet Care Kota Kediri, dan Klinik K-5 Kota Kediri. 

Penanggung Jawab Program MBKM Kampus Unair Prof. Dr. drh Widjiati M.Si menjelaskan, program MBKM ini akan dijalankan oleh 10 mahasiswa pilihan semester 7. Mereka telah diseleksi ketat sebelumnya oleh fakultas. 

Mahasiswa terpilih kelak berhak mengonversi 20 SKS dari kegiatan MBKM yang diprogramkan selama 4 bulan atau berakhir Desember mendatang. “Kurikulum semester 7 akan mereka implementasikan di lapangan non-stop,” jelas perempuan yang akrab disapa Bu Widji itu. 

Baca Juga :  Pemkab Nganjuk Harus Meningkatkan Pelayanan Masyarakat saat Pandemi

Kegiatan dibagi menjadi tiga kelompok dengan 3-4 mahasiswa di tiap kelompok. Mereka akan menempati empat titik lokasi praktik magang secara bergilir. Penjadwalan diterapkan agar mahasiswa bisa mengasah skill dan pengetahuannya di lokasi secara merata dan efisien. 

Mahasiswa akan rutin mendapat kunjungan dosen penanggung jawab mata kuliah semester 7 setiap minggunya. Dosen bertugas mengevaluasi dan memantau kegiatan mahasiswa selama MBKM. “Jadi teknis kegiatan kita lakukan secara bergelombang. Nantinya akan didampingi oleh dokter hewan setempat beserta dosen yang bertugas,” terangnya. 

Program MBKM, terang Widji, merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang patut didukung dan diaplikasikan penuh. Melalui program ini, mahasiswa bisa mengeksprolasi pengetahuan dan kemampuannya lebih dalam di lapangan. Seperti cara penanganan kesehatan hewan ternak maupun hewan peliharaan rumah. Kemudian, meneliti kualitas susu hingga praktik tata kelola kandang. 

Mahasiswa juga bisa memperluas jaringan kerja di luar kampus asal. Mereka akan menimba ilmu melalui mitra kerja sesuai bidangnya secara intens. “Kami sangat antusias menyambut program ini, sudah lama kami tak praktik lapangan karena pandemi,” tuturnya. 

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

Program Merdeka Belajar tak hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang terpilih saja. Semua mahasiswa bisa mendaftar program secara mandiri lewat website resmi Kemendikbud Ristek. Ada banyak program yang disediakan. Antara lain, Kampus Mengajar, KKN Tematik, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Studi Independen, Kewirausahaan dan banyak pilihan lain. 

Widji menerangkan, selama magang mahasiswa tak hanya dituntut mengoptimalkan program di tempat praktik. Mahasiswa juga akan mengadakan program penyuluhan kepada masyarakat setempat. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan 4 kali setiap akhir bulan. “Semua ilmu yang mereka dapat baik di kampus dan di lapangan akan mereka sumbangkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat saat penyuluhan,” jelasnya. 

Semua akomodasi mahasiswa menurut Widji ditanggung oleh Kemendikbud Ristek lewat pendanaan kampus. Sehingga, mahasiswa tidak perlu khawatir kehabisan uang untuk kegiatan selama program berlangsung. “Mereka hanya perlu fokus menjalankan program. Sebab, semua pendanaan sudah ditanggung kampus,” terang dosen FKH Unair itu. (ik4/adv/ut)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/