24.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Bapemperda Tegaskan Masukan dari Kades dan Perangkat

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tahapan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif perubahan Perda No. 1/2016 tentang Desa terus diseriusi oleh Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Nganjuk. Kemarin mereka menggelar hearing kembali dengan para kepala desa dan perangkat untuk menegaskan masukan mereka.

Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengungkapkan, dalam pertemuan kemarin perwakilan kepala desa dari asosiasi kepala desa (AKD) dan Parade Nusantara, serta para perangkat dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tidak memiliki usulan baru. “Menegaskan usulan yang disampaikan sebelumnya,” ujar Tatit.

Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD memastikan akan memasukkan usulan mereka ke dalam naskah akademik (NA). Demikian juga ke dalam rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan Perda No. 1/2016 tentang Desa.

Baca Juga :  Bebaskan SPP Camaba Berprestasi Hingga Lulus

Untuk memastikan aspirasi para kepala desa itu masuk ke dalam draf raperda, Tatit berjanji memberikan draf raperda tersebut kepada mereka sebelum DPRD membentuk panitia khusus (pansus) membahas raperda tersebut. “Nanti akan kami berikan,” janji Tatit.

Terpisah, Ketua Bapemperda DPRD Nganjuk Puji Santoso menambahkan, dalam rapat kemarin para perwakilan  perangkat desa meminta agar usia pensiun perangkat yang dilantik sebelum tahun 2014 tetap pensiun 64 tahun sesuai UU No. 5/1979. Adapun perangkat yang dilantik mulai tahun 2014 sesuai UU No. 6/2014 masa pensiunnya 60 tahun.

- Advertisement -

Selebihnya, para kepala desa meminta agar rekrutmen perangkat desa dikembalikan ke desa. “Masukan itu kami akomodir. Masuk ke NA (naskah akademik, Red),” urainya.

Baca Juga :  BKKBN Sosialisasikan Wawasan Kependudukan

Sesuai tahapan, setelah pembuatan naskah akademik selesai, nantinya akan dibuat raperda untuk dibahas oleh panitia khusus. Dia menargetkan pembahasan raperda inisiatif ini bisa tuntas dalam tiga bulan ke depan. “Saat rekrutmen perangkat desa 2021 nanti sudah clear,” jelasnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tahapan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif perubahan Perda No. 1/2016 tentang Desa terus diseriusi oleh Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Nganjuk. Kemarin mereka menggelar hearing kembali dengan para kepala desa dan perangkat untuk menegaskan masukan mereka.

Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengungkapkan, dalam pertemuan kemarin perwakilan kepala desa dari asosiasi kepala desa (AKD) dan Parade Nusantara, serta para perangkat dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tidak memiliki usulan baru. “Menegaskan usulan yang disampaikan sebelumnya,” ujar Tatit.

Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD memastikan akan memasukkan usulan mereka ke dalam naskah akademik (NA). Demikian juga ke dalam rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan Perda No. 1/2016 tentang Desa.

Baca Juga :  Tragedi Kemanusiaan Wamena: ACT Buka Crisis Center di Makassar

Untuk memastikan aspirasi para kepala desa itu masuk ke dalam draf raperda, Tatit berjanji memberikan draf raperda tersebut kepada mereka sebelum DPRD membentuk panitia khusus (pansus) membahas raperda tersebut. “Nanti akan kami berikan,” janji Tatit.

Terpisah, Ketua Bapemperda DPRD Nganjuk Puji Santoso menambahkan, dalam rapat kemarin para perwakilan  perangkat desa meminta agar usia pensiun perangkat yang dilantik sebelum tahun 2014 tetap pensiun 64 tahun sesuai UU No. 5/1979. Adapun perangkat yang dilantik mulai tahun 2014 sesuai UU No. 6/2014 masa pensiunnya 60 tahun.

Selebihnya, para kepala desa meminta agar rekrutmen perangkat desa dikembalikan ke desa. “Masukan itu kami akomodir. Masuk ke NA (naskah akademik, Red),” urainya.

Baca Juga :  BKKBN Sosialisasikan Wawasan Kependudukan

Sesuai tahapan, setelah pembuatan naskah akademik selesai, nantinya akan dibuat raperda untuk dibahas oleh panitia khusus. Dia menargetkan pembahasan raperda inisiatif ini bisa tuntas dalam tiga bulan ke depan. “Saat rekrutmen perangkat desa 2021 nanti sudah clear,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/