23.7 C
Kediri
Sunday, December 4, 2022

Dosen dan Mahasiswa UNP Kediri Lakukan Pengabdian Masyarakat di Trenggalek

- Advertisement -

KEDIRI, JP Radar Kediri – Dosen dan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melakukan pengabdian masyarakat pada Juli – September 2022. Pengabdian masyarakat yang digelar di Trenggalek tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa dengan latar keilmuan yang berbeda. Tim ini diketuai oleh Guruh Sukma Hanggara, M.Pd yang berasal dari program studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling dengan anggota tim, Elsanda Merita Indrawati, M.Pd dari Prodi Teknik Elektro dan Rony Heri Irawan, M.Kom dari Teknik Informatika. Serta dua mahasiswa UNP Kediri yang berasal dari Trenggalek.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat UNP ini melakukan upaya peningkatan resiliensi kepada peternak ayam potong di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Resiliensi merupakan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam bertahan dan bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan. “Jika dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi peternak di atas, maka secara operasional dapat dipahami bahwa resiliensi peternak yang dimaksud adalah ketahanan peternak dalam menghadapi situasi ekonomi saat pandemi Covid-19 untuk dapat beradaptasi dari sistem ternak ayam mitra plasma menjadi pengelolaan mandiri,” ujar Guruh Sukma Hanggara, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Baca Juga :  Stik Lombok Abang

Dari program tersebut, tim pengabdian masyarakat mendapati bahwa resiliensi peternak ayam di Desa Jombok pasca pandemi Covid-19 perlu ditingkatkan kembali agar mampu bangkit. Rendahnya resiliensi peternak harus segera diatasi agar mereka dapat menemukan keyakinan dan kepercayaan diri dalam mengelola peternakan dengan mandiri serta hasil yang maksimal. “Masalah resiliensi peternak ini jika tidak segera diatasi dikhawatirkan akan mengakibatkan berbagai masalah lain yang lebih kompleks,” tambah Guruh.

Langkah dalam mendampingi peternak dimulai dengan berkoordinasi dan menghimpun berbagai kebutuhan peternak. Kemudian dianalisis dan ditentukan mana prioritas yang harus didampingi. Setelah itu, disusun langkah-langkah untuk membantu mereka. Dari hasil analisis, dikategorikan ada 3 kebutuhan besar untuk membangkitkan resiliensi mereka. Yakni, resiliensi psikologis, resiliensi pengelolaan, dan resiliensi sarana prasarana.

- Advertisement -

Resiliensi psikologis dilakukan dengan konseling. Juga dengan sharing secara tatap muka dengan peternak dalam rangka meningkatkan resiliensi psikologis peternak. Pendekatan personal ini menjadi kunci dari bantuan yang dilaksanakan sehingga peternak kembali menemukan kepercayaan diri dan lebih yakin untuk beternak kembali.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Rangkul GP Ansor

Setelah itu, dilakukan resiliensi pengelolaan dengan bimbingan pengelolaan ayam ternak dilaksanakan tidak hanya personal, tapi kelompok yang melibatkan anggota kelompok dari peternak mitra. Bimbingan ini dilaksanakan dengan narasumber dari Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek. Pada bimbingan pengelolaan ternak ini memungkinkan diskusi antara narasumber dan peternak atau antar peternak satu dengan peternak lainnya. “Dengan metode ini, peternak bisa sharing bertukar pengalaman dan juga saling support untuk lebih yakin dan percaya diri untuk mengelola ternak mereka kembali,” jelasnya.

Di samping dua pendekatan di atas, juga dilakukan penyerahan peralatan pokok peternkan pada peternak mitra pengabdian sehingga terpicu untuk kembali mengelola ternak mereka. Peralatan yang diberikan berupa alat pemanas, pengatur sirkulasi udara, tempat makan dan minum ayam, beberapa paket pakan dan bibit yang bisa dioperasikan secara mandiri.
Setelah tiga pendekatan yang dilakukan, Tim Pengabdian Masyarakat UNP Kediri akan terus melakukan komunikasi dalam rangka pendampingan dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program ini.

- Advertisement -

KEDIRI, JP Radar Kediri – Dosen dan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melakukan pengabdian masyarakat pada Juli – September 2022. Pengabdian masyarakat yang digelar di Trenggalek tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa dengan latar keilmuan yang berbeda. Tim ini diketuai oleh Guruh Sukma Hanggara, M.Pd yang berasal dari program studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling dengan anggota tim, Elsanda Merita Indrawati, M.Pd dari Prodi Teknik Elektro dan Rony Heri Irawan, M.Kom dari Teknik Informatika. Serta dua mahasiswa UNP Kediri yang berasal dari Trenggalek.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat UNP ini melakukan upaya peningkatan resiliensi kepada peternak ayam potong di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Resiliensi merupakan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam bertahan dan bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan. “Jika dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi peternak di atas, maka secara operasional dapat dipahami bahwa resiliensi peternak yang dimaksud adalah ketahanan peternak dalam menghadapi situasi ekonomi saat pandemi Covid-19 untuk dapat beradaptasi dari sistem ternak ayam mitra plasma menjadi pengelolaan mandiri,” ujar Guruh Sukma Hanggara, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Rangkul GP Ansor

Dari program tersebut, tim pengabdian masyarakat mendapati bahwa resiliensi peternak ayam di Desa Jombok pasca pandemi Covid-19 perlu ditingkatkan kembali agar mampu bangkit. Rendahnya resiliensi peternak harus segera diatasi agar mereka dapat menemukan keyakinan dan kepercayaan diri dalam mengelola peternakan dengan mandiri serta hasil yang maksimal. “Masalah resiliensi peternak ini jika tidak segera diatasi dikhawatirkan akan mengakibatkan berbagai masalah lain yang lebih kompleks,” tambah Guruh.

Langkah dalam mendampingi peternak dimulai dengan berkoordinasi dan menghimpun berbagai kebutuhan peternak. Kemudian dianalisis dan ditentukan mana prioritas yang harus didampingi. Setelah itu, disusun langkah-langkah untuk membantu mereka. Dari hasil analisis, dikategorikan ada 3 kebutuhan besar untuk membangkitkan resiliensi mereka. Yakni, resiliensi psikologis, resiliensi pengelolaan, dan resiliensi sarana prasarana.

Resiliensi psikologis dilakukan dengan konseling. Juga dengan sharing secara tatap muka dengan peternak dalam rangka meningkatkan resiliensi psikologis peternak. Pendekatan personal ini menjadi kunci dari bantuan yang dilaksanakan sehingga peternak kembali menemukan kepercayaan diri dan lebih yakin untuk beternak kembali.

Baca Juga :  UNP Kediri Sukses Jalankan Program Riset Keilmuan Merdeka Belajar

Setelah itu, dilakukan resiliensi pengelolaan dengan bimbingan pengelolaan ayam ternak dilaksanakan tidak hanya personal, tapi kelompok yang melibatkan anggota kelompok dari peternak mitra. Bimbingan ini dilaksanakan dengan narasumber dari Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek. Pada bimbingan pengelolaan ternak ini memungkinkan diskusi antara narasumber dan peternak atau antar peternak satu dengan peternak lainnya. “Dengan metode ini, peternak bisa sharing bertukar pengalaman dan juga saling support untuk lebih yakin dan percaya diri untuk mengelola ternak mereka kembali,” jelasnya.

Di samping dua pendekatan di atas, juga dilakukan penyerahan peralatan pokok peternkan pada peternak mitra pengabdian sehingga terpicu untuk kembali mengelola ternak mereka. Peralatan yang diberikan berupa alat pemanas, pengatur sirkulasi udara, tempat makan dan minum ayam, beberapa paket pakan dan bibit yang bisa dioperasikan secara mandiri.
Setelah tiga pendekatan yang dilakukan, Tim Pengabdian Masyarakat UNP Kediri akan terus melakukan komunikasi dalam rangka pendampingan dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program ini.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/