31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Disnaker Nganjuk Beri Keterampilan Memasak Warga Sambikerep

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu menggelar pelatihan memasak bagi puluhan warga Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso. Pelatihan selama delapan hari tersebut memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.

Pembukaan pelatihan berlangsung di balai desa setempat. Yang membuka acara adalah Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto bersama anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Siti Juwariyah dan Camat Rejoso. Ditandai dengan penyerahan alat kelengkapan kepada peserta secara simbolis.

Dalam sambutannya, Supiyanto mengatakan bahwa Bendungan Semantok berada di Desa Sambikerep. Menyongsong dibukanya bendungan dengan bentang terpanjang di Asia itu, pihaknya mendorong warga setempat untuk berwirausaha di bidang kuliner.

Baca Juga :  Ajukan Rp 32 Miliar untuk Uruk Lahan Relokasi

“Tentu nanti akan banyak wisatawan yang hadir di Bendungan Semantok. Warga harus memanfaatkan momen ini. Misalnya dengan membuat usaha di bidang kuliner. Tentu dengan rasa yang bisa diunggulkan. Maka kami manfaatkan DBHCHT ini untuk mendorong warga Desa Sambikerep membuka usaha makanan,” ujarnya.

Supiyanto mengatakan, usaha kuliner dinilai strategis. Apalagi di area wisata yang hendak dibuka. Untuk itu, pihaknya sudah memulai memberi pelatihan jauh-jauh hari sebelum Bendungan Semantok resmi dibuka Presiden Joko Widodo nanti.

“Sehingga bisa langsung berjualan. Dan meraup berkah dari adanya bendungan ini. Sehingga warga di sini tidak hanya jadi penonton saja dengan adanya Bendungan Semantok,” tandas Supiyanto.

Untuk diketahui, selama pelatihan, Disnaker mengundang berbagai narasumber profesional. Ada berbagai materi yang disampaikan. Pelatihan juga diikuti antusias peserta. Mereka nampak bersemangat mengikuti satu persatu materi dengan seksama.

Baca Juga :  Aplikasi Presensi Talenta by Mekari Solusi Terbaik Bagi Bisnis Perusahaan
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu menggelar pelatihan memasak bagi puluhan warga Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso. Pelatihan selama delapan hari tersebut memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.

Pembukaan pelatihan berlangsung di balai desa setempat. Yang membuka acara adalah Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto bersama anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Siti Juwariyah dan Camat Rejoso. Ditandai dengan penyerahan alat kelengkapan kepada peserta secara simbolis.

Dalam sambutannya, Supiyanto mengatakan bahwa Bendungan Semantok berada di Desa Sambikerep. Menyongsong dibukanya bendungan dengan bentang terpanjang di Asia itu, pihaknya mendorong warga setempat untuk berwirausaha di bidang kuliner.

Baca Juga :  Dinkes Launching Mobil Layanan Vaksinasi Keliling

“Tentu nanti akan banyak wisatawan yang hadir di Bendungan Semantok. Warga harus memanfaatkan momen ini. Misalnya dengan membuat usaha di bidang kuliner. Tentu dengan rasa yang bisa diunggulkan. Maka kami manfaatkan DBHCHT ini untuk mendorong warga Desa Sambikerep membuka usaha makanan,” ujarnya.

Supiyanto mengatakan, usaha kuliner dinilai strategis. Apalagi di area wisata yang hendak dibuka. Untuk itu, pihaknya sudah memulai memberi pelatihan jauh-jauh hari sebelum Bendungan Semantok resmi dibuka Presiden Joko Widodo nanti.

“Sehingga bisa langsung berjualan. Dan meraup berkah dari adanya bendungan ini. Sehingga warga di sini tidak hanya jadi penonton saja dengan adanya Bendungan Semantok,” tandas Supiyanto.

Untuk diketahui, selama pelatihan, Disnaker mengundang berbagai narasumber profesional. Ada berbagai materi yang disampaikan. Pelatihan juga diikuti antusias peserta. Mereka nampak bersemangat mengikuti satu persatu materi dengan seksama.

Baca Juga :  Pakai DBHCHT, Disnaker Kabupaten Nganjuk Kurangi Pengangguran

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/