Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Show Case
icon featured
Show Case

Modal Kota Angin Hadapi Tahun 2022

KEN untuk Nganjuk Bangkit

17 Januari 2022, 14: 06: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Modal Kota Angin Hadapi Tahun 2022

CAHAYA BARU: Monumen Jayastamba di perempatan Jalan A. Yani Nganjuk menjadi magnet KEN. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this      

Modal berharga dimiliki Kabupaten Nganjuk di tahun 2022. Kota Angin memiliki Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN). Meski masih sebatas embrio tetapi KEN di Jalan A. Yani mampu menjadi magnet bagi warga Nganjuk dan luar kota. Bangunan-bangunan KEN sempat viral di media sosial (medsos).

Monumen Jayastamba di Perempatan Jalan A. Yani Nganjuk adalah magnet utama KEN. Jayastamba yang berarti tugu kemenangan ini berdiri kokoh. Jika sudah beroperasi 100 persen dan pandemi Covid-19 berakhir, dipastikan monumen ini akan menjadi spot foto favorit pengunjung KEN. “Monumen Jayastamba itu nanti bisa berputar,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Agus Frihannedy.

Selain itu, ada 20 pilar di Alun-Alun Nganjuk. Pilar-pilar itu melambangkan 20 kecamatan di Kota Angin. Sehingga, menambah keindahan Alun-Alun Nganjuk dan KEN. Apalagi, rencana ada lampu sorot di pilar-pilar tersebut.

Baca juga: Peneliti: Golkar Mampu Memenangkan Pemilu 2024

Modal Kota Angin Hadapi Tahun 2022

DAYA TARIK: 20 Pilar di Alun-Alun Nganjuk menjadi magnet KEN. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Agus berharap, tujuan pembangunan KEN ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena selama pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat ambruk. Banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pedagang yang gulung tikar. “KEN ini untuk mendukung Nganjuk Bangkit,” tandasnya.

Selain itu, KEN ini juga sebagai upaya mempercantik Kota Nganjuk. Diakui atau tidak, adanya KEN membuat masyarakat bangga. Selama ini mereka tidak memiliki bangunan yang bisa dibanggakan. “Adanya KEN dengan Monumen Jayastamba membuat Nganjuk semakin keren,” ujar Damayanti, 28, warga Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Cewek asli Nganjuk ini selama puluhan tahun tinggal di Nganjuk, dia baru melihat ada bangunan yang bisa dibanggakan. “Sejak kecil hingga menikah itu, Jalan A. Yani Nganjuk iya seperti itu-itu saja. Sekarang berubah jadi keren dengan adanya KEN,” pujinya.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia