Selasa, 18 Jan 2022
Radar Kediri
Home / Show Case
icon featured
Show Case

Ngobrol Bareng Klinik Mata EDC dan JP Radar Nganjuk

Kaum Milenial Harus Waspadai Katarak Juvenile

07 Desember 2021, 10: 55: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Ngobrol Bareng Klinik Mata EDC dan JP Radar Nganjuk

INTERAKTIF: Direktur Utama Klinik Mata EDC dr. Erry Dewanto Sp.M (kanan) menjelaskan tentang katarak saat Ngobrol Bareng di Ruang Jayastamba Jawa Pos Radar Nganjuk. (Syahrul Andry Wahyudi - Radar Kediri)

Share this      

Jawa Pos Radar Nganjuk menggelar Ngobrol Bareng Direktur Utama Klinik Mata EDC Warujayeng dr Erry Dewanto SpM pada Selasa (30/11). Tema yang diusung adalah ‘Katarak Juvenile Mengancam Kaum Milenial’. Ngobrol bareng ini digelar hybrid, yaitu online dan offline.

Ngobrol Bareng Direktur Utama Klinik Mata EDC Warujayeng dr Erry Dewanto SpM digelar di Ruang Jayastamba Jawa Pos Radar Nganjuk sekitar pukul 13.00 WIB. Acara tersebut live melalui media sosial (medsos) Radar Kediri dan Klinik Mata EDC. Dijelaskan dr Erry, kaum milenial harus mewaspadai katarak jenis Juvenile. Katarak Juvenile merupakan katarak lembek yang terdapat pada orang muda. Mulai terbentuk pada usia 3 bulan sampai 9 tahun.

Di era saat ini, gawai merupakan benda wajib yang harus dimiliki setiap orang. Apalagi bagi kaum milenial. Menghabiskan waktu berjam-jam memandang layar gadget adalah aktivitas rutin. Kebiasaan itu kata dr. Erry dapat memperparah terjadinya katarak Juvenile. “Katarak tidak bisa diobati. Jika terkena katarak, maka satu-satunya jalan adalah operasi. Lensa mata yang terhalang selaput tersebut bisa kembali bersih. Operasi di EDC berlangsung singkat dan tidak sakit,” terangnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Bertindak Cepat Bantu Semeru

Ngobrol Bareng Klinik Mata EDC dan JP Radar Nganjuk

CANGGIH: Peralatan di EDC Warujayeng (Syahrul Andry Wahyudi - Radar Kediri)

Untuk itu, dr Erry mengingatkan kaum milenial yang tidak bisa lepas dari gadget agar memperhatikan waktu. Terutama tidak melupakan istirahat pada mata. Manajemen waktu harus benar-benar dilakukan.

Jika dalam sehari ada 24 jam maka delapan jam bisa digunakan untuk bekerja, delapan jam untuk tidur, dan delapan jam untuk beribadah dan bersantai. “Karena saat ini gadget menjadi kebutuhan bagi kaum milenial dan orang dewasa, maka penggunaannya juga harus dibatasi. Ini agar mata tidak  mengalami kelelahan,” ujarnya.

Agar mata bisa istirahat maka setelah satu jam melihat gadget, mata harus relaksasi minimal 1-2 menit. Caranya sangat mudah. Bisa dengan melihat jauh atau melamun.

Tidak lupa, dr Erry juga mengingatkan bagi kaum milenial untuk rutin memeriksakan mata. Minimal setahun sekali. Apalagi yang telah memakai kaca mata, harus lebih rajin lagi memeriksakan mata.“Agar tidak semakin parah gangguan pada penglihatannya. Atau bisa juga sebagai upaya antisipasi agar terhindar dari berbagai gangguan penglihatan, seperti minus, plus, silinder, dan seterusnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, ngobrol bareng ini semakin interaktif karena penonton yang mengikuti live medsos bisa mengajukan pertanyaan dan komentar. Kemudian, host Kartika Aprilia akan membacakan pertanyaan tersebut. Kemudian, dr Erry menjawab pertanyaan yang diajukan masyarakat.  EDC juga memberikan suvenir menarik kepada penonton yang menjawab pertanyaan dengan tepat seputar kesehatan mata.

Untuk diketahui, saat ini Klinik Mata EDC Group memiliki sembilan cabang di seluruh Jawa Timur. Di Kota Angin, Klinik Mata EDC berada di Jalan A. Yani, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Tepatnya berada di depan Mapolsek Warujayeng, Jalan Raya Prambon-Tanjunganom, Pule, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Telepon 08135620146. Klinik mata terbesar di Kabupaten Nganjuk melayani berbagai pemeriksaan terkait kesehatan mata. Lengkap dengan berbagai peralatan pendukung dengan kualitas yang terbaik. Adapun hari operasional yaitu pada Senin-Sabtu.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia