Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Makna Lambang dan Warna Pagar Nusa, Lekat dengan Identitas NU

Satriya Agung Prakoso • Jumat, 11 Juli 2025 | 08:05 WIB

Makna Lambang dan Logo Pagar Nusa
Makna Lambang dan Logo Pagar Nusa

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pencak silat tak sekadar olahraga bela diri. Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), silat juga menjadi bagian dari dakwah, tradisi, dan penguatan karakter santri. Itulah yang menjadi semangat lahirnya Pagar Nusa, perguruan silat resmi di bawah naungan NU yang berdiri sejak 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Perguruan ini digagas oleh KH Maksum Jauhari atau yang akrab disapa Gus Maksum, sebagai wadah resmi bagi berbagai aliran silat di lingkungan NU. Tujuannya jelas, menyatukan kekuatan para pendekar tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing perguruan.

Baca Juga: Perbedaan Pencak Silat IPSI dan Pencak Dor, Ini Kata Ketua IPSI Kota Kediri

Lambang resmi Pagar Nusa dirancang oleh KH Mujib Ridwan, putra dari KH Ridwan Abdullah, pencipta lambang Nahdlatul Ulama. Sebelum disahkan, KH Mujib Ridwan melakukan tabayun dan akhirnya disepakati dalam Musyawarah Besar Pagar Nusa di Lirboyo, Kediri. Lambang ini kini menjadi identitas yang melekat kuat bagi seluruh warga Pagar Nusa.

Setiap elemen dalam lambang Pagar Nusa memiliki makna mendalam. Bentuk kurva segilima melambangkan lima rukun Islam dan lima sila dalam Pancasila. Di bagian atasnya, terdapat tiga garis putih sejajar yang mewakili tiga pilar kehidupan warga NU: Iman, Islam, dan Ihsan. Ini menjadi pengingat bahwa pendekar Pagar Nusa tak hanya kuat fisik, tapi juga kuat dalam akidah dan akhlak.

Latar berwarna hijau menggambarkan kedamaian, kesejukan, serta kesuburan. Warna khas NU ini mencerminkan harapan akan kesejahteraan lahir dan batin. Di tengah lambang, tertulis jelas “Pencak Silat Nahdlatul Ulama” sebagai penegasan bahwa Pagar Nusa adalah bagian dari keluarga besar NU.

Baca Juga: Sejarah IPSI, Induk Pencak Silat Indonesia yang Lahir dari Penyatuan Berbagai Aliran

Salah satu elemen mencolok adalah sembilan bintang. Satu bintang besar di tengah melambangkan Nabi Muhammad SAW, sementara delapan lainnya mewakili Khulafaur Rasyidin, empat mazhab, dan tentu saja Walisongo sebagai simbol penyebar Islam di tanah Jawa.

Lambang bola dunia menunjukkan bahwa ajaran Pagar Nusa bersifat universal dan bisa diterima di mana saja. Artinya, pendekar Pagar Nusa tersebar luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Pada bagian bawah lambang, terdapat pita bertuliskan “لا غالب الا بالله” (La Ghalib Illa Billah) yang berarti “Tidak ada kemenangan selain atas izin Allah.” Kalimat ini bukan sekadar motto, tetapi juga doa dan prinsip hidup bagi setiap pendekar.

Trisula yang tersemat menjadi simbol warisan leluhur. Sebagai senjata tua khas Nusantara, trisula mencerminkan semangat Pagar Nusa dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai seni bela diri asli Indonesia.

Baca Juga: Ini Hubungan Eyang Suro dengan Kediri, Tokoh Pendiri Persaudaraan Setia Hati

Warna-warna dalam lambang pun tak sembarangan. Hijau melambangkan kemakmuran dan ketenangan, sementara putih menggambarkan kesucian niat, kejujuran, serta keberanian dalam bersikap. Dua warna ini menjadi fondasi karakter pendekar yang siap menjaga nilai, budaya, dan ajaran agama dengan budi pekerti yang luhur.

Dengan filosofi sedalam ini, lambang Pagar Nusa tak hanya menjadi simbol, melainkan juga identitas dan pemersatu bagi para pendekar NU di seluruh Indonesia dan dunia.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #pagar nusa #ipsi #nu #silat #pencak silat #pencak #Nahdlatu Ulama