Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selama Ramadan Kompleks Makam di Ponpes Lirboyo Ditutup

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 29 Maret 2023 | 19:11 WIB
(Foto: Wahyu Adji)
(Foto: Wahyu Adji)
Kompleks makam pendiri dan sesepuh Pondok Lirboyo sepi selama bulan puasa. Hanya ada beberapa santri yang mengaji di area makam. Mereka adalah santri kilatan atau santri regular yang sengaja tidak pulang kampung selama Ramadan.


Biasanya makam yang terletak di kompleks pondok pesantren, tepatnya di belakang Masjid Lawang Sanga, ini selalu ramai setiap harinya. Selain didatangi para santri juga oleh wisatawan. Baik dari dalam kota maupun peziarah luar kota

Kompleks makam ini berisi 20 nisan. Di antaranya adalah makam KH Abdul Karim, KH Marzuki Dahlan, KH Machrus Ali, dan KH Maksum Djauhari. Di luar Ramadan, setiap pekannya belasan bus yang datang mengangkut peziarah dari berbagai daerah.

“Selama Ramadan ini memang ditutup untuk ziarah makam. Tak hanya di Lirboyo saja, bahkan (makam) wali-wali lain sepertinya kalua Ramadan juga sepi. Hanya warga sekitar saja yang memang rutin ziarah makam,” terang anggota Badan Pengasuh sekaligus Penasihat Ponpes Lirboyo HM. Ibrohim Hafidz.

Terlebih makam Kiai Lirboyo juga masuk dalam rangkaian wisata ziarah Wali Sanga. Sehingga setiap harinya selalu ramai peziarah dan santri. Saat Ramadan, aktivitas peziarah umum memang tidak ada. Namun, santri yang datnag makam justru tak hanya di hanya siang hari. Malam hari ada beberapa yang datang. Usai salat tarawih mereka mengaji di area makam. Suasana ini diperkirakan bakal berbeda setelah masuk Idul Fitri. Usai Lebaran peziarah dipastikan akan ramai lagi.

Terutama tahun ini, yang dibuka dengan tanpa pembatasan seperti halnya dua tahun terakhir karena pandemi. “Ada keyakinan dari masyarakat dan santri yang dating ke makam bahwa dengan berziarah, berdoa, dan bertawasul di makam mbah kiai akan dibukakan alam pikiran dan hatinya dalam menerima ilmu. Dimudahkan dalam mencapai cita-cita yang diinginkannya. Dimudahkan dalam mencari mata pencaharian dan keberkahan dalam mencari rezeki,” imbuh pria yang akrab disapa Mbah Bram ini.

Salah satu santri asal Jombang, Hamzah, 17, mengaku sebagai generasi muda apalagi seorang santri harus terus meneladani para ulama. Menurutnya hidup tidak hanya berburu dunia semata, melainkan juga keberkahan hidup. “Dan untuk dapat meraih ini ya kita harus kerap silahturahmi dan melakukan ziarah ke makam ulama,” ujar santri kilat dari Ponpes Tebu Ireng, Jombang ini yang saat itu bersiap mengaji di area makam para ulama Pondok Lirboyo.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini