Penulis adalah Diyas Juni Irwanto, Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
JP Radar Kediri - Belakangan ini, banyak yang merasa asupan nutrisi otomatis menurun selama Ramadan karena harus menahan lapar dan haus. Terutama bagi Gen Z yang sering mengeluh lemas dan sulit konsentrasi saat kuliah atau kerja akibat melewatkan sahur.
Padahal, kondisi ini bisa diatasi dengan pola makan yang tepat. Ramadan justru bisa menjadi momentum untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat.
"Meski puasa menjadi tantangan karena adanya perubahan pola makan, ada strategi tertentu agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari," ujar Nazima Qureshi, ahli gizi sekaligus penulis buku The Healthy Ramadhan Guide.
Penyebab utama tubuh mudah kehilangan energi saat puasa sering kali berasal dari kebiasaan memilih makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi. Jenis makanan ini memang membuat kita cepat kenyang, tetapi rasa lapar pun datang lebih cepat. Akibatnya, rasa lapar yang hebat sering muncul di siang hari, jauh sebelum waktu berbuka tiba.
Maka dari itu perlu diatasi dengan langkah yang tepat, berikut adalah kunci agar kita tetap tidak merasa cepat lapar ketika Bulan Ramadhan :
Melaksanakan Sahur Jadi Kunci Energi Seharian
Nazima menyarankan supaya menu sahur berfokus pada makanan yang rendah kalori namun tetap kayak nutrisi, diutamakan juga yang mengandung serat dan protein yang cukup. Ini bertujuan untuk tetap membantu agar ketika kita beraktifitas energi kita masi tetap stabil dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
"Setidaknya, sahur ideal harus mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta cairan yang cukup," jelasnya.
Ini juga mengingatkan untuk menghindari makanan manis saat sahur. Karena konsumsi gula yang berlebih akan bisa memicu lonjakan gula darah yang kemudian dapat menyebabkan turun drastis, ini juga termasuk faktor tubuh sering merasa sering cepat lemas.
Hindari Gorengan Ketika Berbuka
Tidak sering orang-orang memakan takjil gorengan atau makanan yang mengandung minyak berlebihan, sebab ini tidak baik jika dikonsumsi terlalu sering dan sebaiknya dihindari. Lebih baik jika kita berbuka puasa dengan makanan yang lebih bergizi seperti kurma dan air putih, dan di lanjutkan dengan makan malam yang mengandung gizi seimbang.
Selain itu, konsumi minuman soda dan kafein seperti kopi di malam hari perlu dibatasi. Karena seringkali ini akan mengganggu kualitas tidur, ini juga akan mempengaruhi kualitas aktifitas kita pada keesokan hari nya.
Konsumsi Asupan Cairan Yang Cukup
Sangat penting memenuhi kecukupan cairan ketika ketika sahur dan berbuka untuk mencegah kita dehidrasi. Gejala ini terkadang sering muncul tiba-tiba seperti sakit kepala, pusing, dan tubuh merasa lemas ini banyak kemungkin disebabkan karena tubuh kita kekurangan cairan.
Bukan hanya itu saja, kebiasaan makan berlebihan di luar jam puasa juga akan memperparah kondisi tubuh kita, seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula juga bisa memperparah kondisi tubuh.
"Jika seseorang mengalami gejala negatif saat berpuasa, bisa jadi penyebabnya adalah pola makan yang tidak sehat di luar jam puasa," ujar Nazima.
Kebanyakan kita sering mengeluh ketika puasa, jadi jika selama ini kamu sering merasa lemas ketika puasa mungkin bukan puasanya yang salah, tapi pilihan makanmu yang salah. Mari perbaiki pola makan agar Ramadhan kita kali ini terasa lebih sehat dan tetap full energi !!!