Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hukum Ketika Imam Lupa Qunut Subuh: Apa yang Harus Sujud Sahwi?

Jauhar Yohanis • Minggu, 23 November 2025 | 21:30 WIB

BERSYUKUR: Seluruh pegawai BSI melaksanakan sujud  serentak di cabang seluruh Indonesia.
BERSYUKUR: Seluruh pegawai BSI melaksanakan sujud serentak di cabang seluruh Indonesia.

Dalam praktik sehari-hari, kadang terjadi imam shalat Subuh lupa membaca qunut. Sebagian orang menjadi bingung: Apakah makmum harus ikut sujud sahwi? Apakah harus mengingatkan? 

Artikel ini disarikan dari cerama Prof. KH Ahmad Zahro,  menjelaskan dengan bahasa sederhana supaya mudah dipahami oleh semua kalangan.

1. Qunut Subuh: Sunnah dalam Mazhab Syafi’i

Di Indonesia, banyak masjid mengikuti mazhab Syafi’i, yang menganggap qunut Subuh sebagai sunnah ab’adh.
Artinya:

Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada hadis khusus yang benar-benar menjelaskan hukum lupa qunut, berbeda dengan lupa tahiyat awal. Karena itu para ulama mengqiyaskan (menyamakan hukumnya) dengan tahiyat awal.

2. Jika Imam Lupa Qunut, Ikuti Saja Imam

Prinsip dasar shalat berjamaah adalah:

“Imam itu ditunjuk untuk diikuti.”

Jadi ketika imam lupa qunut:

Kenapa?
Karena shalat jamaah harus dijaga kekompakannya. Mengoreksi imam dalam hal sunnah justru bisa mengganggu kekhusyukan.

3. Ketika Imam Melakukan Sujud Sahwi

Jika imam selesai salam lalu melakukan sujud sahwi, maka makmum ikut sujud sahwi bersama imam, meskipun dirinya tidak merasa lupa.

Sebab sujud sahwi dalam shalat berjamaah tetap mengikuti imam sebagai pemimpin shalat.

4. Contoh Lain: Imam Lupa Tahiyat Awal

Untuk membantu memahami logikanya, mari lihat contoh lain yang lebih jelas hukumnya.

Jika imam lupa tahiyat awal (hukumnya sunnah):

Ini menunjukkan bahwa dalam hal-hal sunnah, imam diprioritaskan untuk diikuti.

5. Perbedaan Penting: Tahiyat Akhir

Beda halnya jika tahiyat akhir dilupakan.
Tahiyat akhir adalah rukun, maka:

Ini menunjukkan bahwa mengikuti imam ada batasnya:

6. Kesimpulan Praktis untuk Orang Awam

Agar mudah diingat, berikut ringkasannya:

Dengan memahami aturan ini, kita bisa menjaga kekhusyukan dan kekompakan dalam shalat berjamaah.

Baca Juga: Bagaimana Kalau Terlambat Shalat Jumat? Haruskah Ganti Shalat Dzuhur?

Baca Juga: Bepergian 4 Hari: Bolehkah Shalat Dijamak dan Diqashar?

Editor : Jauhar Yohanis
#doa qunut subuh #Sujud Sahwi