JP Radar Kediri - Dalam salat berjamaah, seorang imam memiliki peran penting sebagai pemimpin gerakan dan bacaan salat.
Namun, karena manusia tidak luput dari kekhilafan, seorang imam juga bisa lupa, baik itu lupa jumlah rakaat, bacaan salat, atau gerakan tertentu.
Dalam situasi seperti ini, makmum memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan imam agar salat tetap sah dan tertib. Lalu, bagaimana cara mengingatkan imam yang benar menurut syariat?
Pertama, memahami dahulu jenis lupa Imam. Antara lain lupa bacaan (misalnya salah membaca surat atau ayat).
Lupa gerakan (misalnya lupa rukuk atau sujud). Lupa jumlah rakaat (misalnya hendak salam pada rakaat ketiga)
Cara mengingatkannya bisa berbeda tergantung konteksnya.
Kedua, menggunakan tasbih untuk mengingatkan. Jika imam melakukan kesalahan dalam gerakan atau jumlah rakaat, maka makmum laki-laki dianjurkan untuk mengucapkan "Subhānallāh".
Ini adalah cara syar’i yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Dalam hadis disebutkan:
"Apabila imam kalian lupa, maka hendaklah laki-laki mengucapkan 'Subhānallāh', dan wanita menepukkan tangannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ucapan “Subhānallāh” berfungsi sebagai penanda bahwa imam telah melakukan kesalahan yang disadari oleh makmum.
Ketiga, makmum wanita menepuk tangan. Jika makmum adalah wanita, maka cara mengingatkan imam bukan dengan suara, tetapi dengan menepukkan telapak tangan ke punggung tangan.
Ini untuk menjaga adab dan tidak mengganggu kekhusyukan salat.
Cara menepuk tangan dengan telapak tangan kanan ditepukkan ke punggung tangan kiri, atau sebaliknya, bukan menepuk dua telapak tangan seperti tepuk tangan biasa.
Keempat, mengoreksi bacaan surat atau ayat.
Jika imam salah membaca surat atau ayat, misalnya tertukar atau terhenti karena lupa, maka makmum boleh membantu melanjutkan ayat dengan suara yang cukup terdengar oleh imam.
Namun, ini hanya dilakukan jika imam benar-benar terhenti dan tidak bisa melanjutkan bacaan.
Kelima, jika Imam tidak menyadari kesalahan.
Kadang imam tidak menyadari kesalahan meskipun sudah diingatkan. Dalam kondisi seperti ini, makmum tetap mengikuti imam selama tidak melakukan kesalahan fatal (seperti menambah rakaat atau meninggalkan rukun salat).
Setelah salat selesai, kesalahan bisa dibahas dan dikoreksi agar tidak terulang.
Keenam, dengan sujud sahwi. Jika kesalahan imam berdampak pada salat (seperti lupa rakaat atau gerakan), maka imam wajib melakukan sujud sahwi di akhir salat, dan makmum mengikutinya.
Jadi, mengoreksi kesalahan imam dalam salat adalah bagian dari tanggung jawab makmum agar salat berjamaah tetap sah dan sempurna.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah