JP Radar Kediri – Islam sangat memperhatikan pernikahan sebagai fondasi keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, Islam juga memberikan panduan dalam memilih pasangan hidup.
Dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, terdapat beberapa karakter wanita yang tidak dianjurkan untuk dinikahi karena dikhawatirkan dapat membawa kesulitan dalam kehidupan rumah tangga.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Nabi SAW memberi peringatan terhadap karakter-karakter wanita tertentu:
"Janganlah kalian menikahi al-annānāh, al-mannānāh, al-hannānāh..."
(HR. Imam Dailami dari Ibnu Umar, meskipun sanad hadits ini lemah, namun maknanya banyak dijelaskan oleh ulama dalam nasihat pernikahan).
Berikut ini adalah 7 karakter wanita yang tidak dianjurkan untuk dinikahi berdasarkan nasihat para ulama:
Pertama, adalah Annānāh (الأنانة). Karakter ini adalah wanita yang suka mengeluh terus-menerus.
Wanita ini selalu mengeluhkan keadaannya, baik sakit, kekurangan, atau masalah kecil lainnya, tanpa ada rasa syukur. Sifat ini bisa menguras mental suami dan membuat rumah tangga penuh dengan keluhan daripada ketenangan.
Bersyukur atas nikmat yang ada adalah ciri orang beriman. Terlalu banyak mengeluh menunjukkan kurangnya qana’ah (kepuasan hati) dalam menjalani hidup.
Kedua, Mannānāh (المنانة). Adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya.
Wanita seperti ini sering menyebut-nyebut apa yang telah ia lakukan, seperti "Aku sudah berkorban ini itu untukmu," sehingga membuat pasangannya merasa rendah atau tertekan.
Dalam Al-Qur’an, Allah melarang mengungkit-ungkit pemberian, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti..." (QS. Al-Baqarah: 264).
Ketiga, Hannānāh (الحنانة). Yakni wanita yang merindukan mantan suami atau pria lain.
Ini adalah wanita yang telah menikah tapi hatinya masih berpaut pada lelaki lain, seperti mantan suami atau cinta lamanya. Hal ini dapat merusak hubungan pernikahan dan menimbulkan kecemburuan yang berbahaya.
Keempat, Haddāqah (الحداقة). Artinya wanita yang rakus ingin segala sesuatu yang dilihat.
Ia selalu ingin dibelikan barang-barang yang dilihat orang lain punya. Nafsu konsumerismenya tinggi dan bisa membebani suami secara finansial.
Rasulullah SAW menganjurkan kesederhanaan dan hidup qana’ah dalam rumah tangga.
Kelima, Barrāqah (البراقة). adalah wanita yang terlalu sibuk mempercantik diri, berlebihan dalam penampilan.
Selalu di depan cermin, memperindah diri, namun lalai dalam urusan rumah, ibadah, dan akhlak. Ini menunjukkan bahwa perhatiannya lebih pada dunia luar daripada tanggung jawab sebagai istri.
Keenam, Shaddāqah (الشدّاقة). Yakni wanita yang cerewet, banyak bicara yang tidak bermanfaat.
Wanita ini selalu ingin berbicara, memotong pembicaraan, dan sulit diajak berdiskusi dengan tenang. Dalam Islam, menjaga lisan adalah akhlak penting bagi pria dan wanita.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketujuh, Musallithah (المُسَلِّطَة). Adalah wanita yang suka mengatur dan mengontrol suami secara berlebihan.
Ia tidak menghargai kepemimpinan suami, selalu ingin menang sendiri, dan menjadikan suaminya seolah tidak berdaya. Ini bertentangan dengan prinsip sakinah dalam rumah tangga.
Jadi, penting untuk ditekankan bahwa Islam tidak mengajarkan untuk merendahkan wanita, tetapi justru memberikan panduan dalam memilih pasangan yang terbaik demi terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah