Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kabupaten Kediri Ngotot Perpanjang Level 3

15 September 2021, 16: 12: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Pemprov Jatim menetapkan Kabupaten dan Kota Kediri sebagai daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, sejak Minggu (12/9) lalu. Meski demikian, hingga kemarin Pemkab Kediri bersikukuh menerapkan level 3. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) bupati terbaru yang tadi malam tinggal menunggu penomoran saja.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengungkapkan, hingga kemarin pihaknya masih menyusun detail peraturan bersama satgas.  “Masih level 3 di sini (Kabupaten Kediri, Red),” kata Slamet sembari menyebut SE terbaru tinggal menunggu tanda tangan Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

Baca juga: Penjual Sabu Asal Tertek Pare Segera Jalani Sidang

Meski tetap menerapkan PPKM level 3, menurut Slamet ada beberapa ketentuan yang diperbarui. Di antaranya, untuk kegiatan keagamaan dan pembelajaran tatap muka.

          Selebihnya, hingga kemarin satgas masih melakukan rapat dan koordinasi terkait perpanjangan PPKM level 3 tersebut. Terutama untuk memastikan tentang pengetatan di beberapa sektor, dan aturan baru lainnya.

          Bahkan, hingga tadi malam satgas juga masih melakukan video converence dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves). Sebelumnya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengaku punya alasan khusus kenapa Kabupaten Kediri tetap menerapkan PPKM level 3. Salah satunya, Kemendagri memberi kewenangan kepala daerah untuk menentukan level PPKM masing-masing.

          Bapak satu anak ini pun memilih tetap menerapkan level yang lebih tinggi sebagai bentuk kehati-hatian. “Dikencangkan (terapkan level lebih atas, Red) untuk jaga-jaga (agar tidak terjadi lonjakan kasus, Red),” tutur Dhito tentang alasannya bertahan di level 3 meski pemerintah pusat sudah menurunkan ke level 2.

          Dengan kebijakan tersebut menurut Dhito masyarakat bisa terus waspada. Terutama untuk terus melawan virus dari Wuhan, Tiongkok tersebut. “Semua ini demi keselamatan warga Kediri (tetap terapkan level 3, Red),” paparnya.

Sementara itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kediri dipastikan turun level kemarin. Mereka pun langsung melakukan penyesuaian sejumlah kebijakan. Di antaranya, ada tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Kediri yang akan masuk kantor alias work from office (WFO) 100 persen.

          Wali Kota Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, OPD yang bekerja penuh adalah RSUD Gambiran, puskesmas, dinas kesehatan. Kemudian, satpol PP, dinas perhubungan. Ada pula dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), serta dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP).

Lebih jauh bapak empat anak itu menjelaskan, tujuh OPD itu bisa bekerja 100 persen di kantor setelah tren kasus Covid-19 di Kota Kediri kian membaik. Meski demikian, dia tetap meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, jika masyarakat abai indikatornya bisa anjlok. “Kita harus tetap waspada. Jangan sampai berubah ke level 3 lagi,” terangnya.

  Mempertimbangkan kemungkinan tersebut, Abu memastikan pemkot akan melonggarkan kegiatan masyarakat secara bertahap. Termasuk kemungkinan penambahan OPD lain yang akan bekerja 100 persen di kantor.

  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri Apip Permana menambahkan, aturan penyesuaian jam kerja ASN tersebut berdasar surat edaran sekretaris daerah (sekda). Meski ada tujuh OPD yang pegawainya masuk kantor secara penuh, Apip menyebut absensi pegawai masih menggunakan sistem manual. “Kami sesuaikan (manual, Red) karena belum semua ASN masuk kantor (penuh, Red),” sambung Apip.

  ASN yang berhalangan hadir dan tidak masuk karena sakit bisa mengajukan izin kepada atasan. Adapun ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak boleh masuk kantor dan harus melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Untuk diketahui, meski PPKM Kota Kediri sudah turun ke level 2, status zona wilayah masih belum turun. Hingga kemarin Kota Kediri masih tergolong zona oranye. “Hari ini ada pasien terkonfirmasi positif sembilan orang, kematian nihil,” beber Jubir Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima sembari menyebut jumlah pasien yang sembuh sebanyak sembilan orang. (syi/rq/ut)

Kota Kediri:

Konfirmasi 3.971 (+9)

Aktif 67  

Sembuh 3.525

Meninggal 379

Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 13786 (+16)

Aktif : 155 (-23)

Sembuh : 12467 (+39)

Meninggal : 1164

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news