Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Penggelapan Kabid DP3AP2KB Kediri: Saksi Korban Tolak SK PNS

15 September 2021, 15: 58: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

UNGKAP FAKTA: Lia Indrawati disumpah sebagai saksi dalam persidangan perkara penipuan di ruang Kartika Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri kemarin.

UNGKAP FAKTA: Lia Indrawati disumpah sebagai saksi dalam persidangan perkara penipuan di ruang Kartika Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri kemarin. (HABIBAH A. MUKTIARA - Radar Kediri)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri– Status Ferry Hermawan, 45, Kabid Keluarga Berencana (KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, membuat Lia Indrawati, 33, percaya menyewakan tiga mobilnya. Keterangan itu disampaikan warga Desa Mukuh, Kayen kidul itu saat bersaksi di hadapan majelis hakim kemarin. “Sempat mau menjaminkan SK PNS, namun saya tolak.  Karena itu surat, takut hilang,” jelas pengusaha rental mobil ini.

Lia makin yakin karena PNS pemkot asal Jl Mawar, Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri itu juga menjaminkan kendaraan dinas Honda Beat AG 378 AP. “Kendaraan dinas itu milik negara. Seharusnya tidak boleh berpindah tangan,” ujar Rofi Haryanto, hakim anggota, dalam persidangan di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Rofi memberi saran pada Lia agar lebih berhati-hati agar kejadian tidak terulang. Peminjaman mobil dilakukan bertahap. Pertama, Mitsubishi Expander pada 14 Desember 2020. Kemudian Daihatsu Terios 2 Januari lalu dan Daihatsu Ayla pada Februari. “Saya sadar ada yang tidak beres, ketika ada penumpukan tagihan pada April,” ungkap istri Samsul Ashari ini.

Baca juga: Edarkan Sabu di Kediri, Tukang Las Minta Keringanan

Setelah melacak, Lia mengetahui salah satu mobilnya sudah berpindah tangan. Mitsubishi Expander digadaikan. “Saya yakin dua mobil lainnya juga ikut digadaikan,” urainya. Ferry sempat diberi kesempatan membayar. Namun tidak dilakukan. “Bagaimana terdakwa dengan keterangan saksi?” tanya Bob Rosman, hakim yang memimpin persidangan.

Ferry mengatakan, ada yang tidak sesuai. Namun untuk menjelaskan, hakim memberi kesempatan pada persidangan keterangan terdakwa. Untuk diketahui, pada 2020 hingga 2021 Ferry meminjam tiga mobil Lia. Tak dikembalikan, kendaraan rental itu digadaikan. Ferry mendapat uang Rp 57,5 juta. JPU mendakwa Ferry dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan. (ara/ndr)

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news