Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu di Kediri, Tukang Las Minta Keringanan

15 September 2021, 15: 35: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

TERDAKWA: Risna Mukti mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa melalui layar monitor dalam persidangan di PN Kabupaten Kediri kemarin.

TERDAKWA: Risna Mukti mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa melalui layar monitor dalam persidangan di PN Kabupaten Kediri kemarin. (HABIBAH A. MUKTIARA - Radar Kediri)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri– Di hadapan majelis hakim, Risna Mukti, 22, meminta keringanan hukuman. Laki-laki asal Desa/Kecamatan Badas ini mengaku menyesal dan berjanji tak mengulangi perbuatannya. Kemarin (14/9), JPU menuntutnya hukuman 6 tahun penjara.

“Bagaimana jaksa dengan permintaan keringanan hukuman,” tanya Hakim Bob Rosman dalam persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lusya Marhaendrastian yang diwakili Moch. Iskandar mengatakan, tetap dengan tuntutan. Dia menganggap Risna terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak menjual narkotika golongan satu.

Baca juga: Majelis Hakim Beri Vonis 12 Tahun untuk Kakek Cabul di Kediri

Dia mengedarkan sabu pada M. Khozinartul Asrori. Itu sesuai dakwaan ke-1, pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Selain tuntutan penjara, terdakwa yang tukang las ini juga didenda Rp 1 miliar. “Bila tidak dapat membayar diganti hukuman enam bulan penjara,” ujar Iskandar.

Sebelum ditangkap polisi 20 Maret lalu, Risna menjual satu klip sabu Rp 350 ribu. Barang didapatkan dari Ember (DPO). Saat itu ia membeli 0,5 gram seharga Rp 700 ribu. Ketika diamankan pada 22 Maret, petugas menyita 0,34 gram sabu dari tangan Risna.

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU mempertimbangkan beberapa hal. Yang memberatkan, perbuatan Risna tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika ilegal. Sedangkan yang meringankan, belum pernah dihukum, bersikap sopan, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.(ara/ndr)

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news