Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Gadis Bandung Tewas di Kediri, Pria Ini Dituntut 14 Tahun Penjara

15 September 2021, 15: 09: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

SIDANG PEMBUNUHAN: Jaksa Penuntut Umum Sigit Artantojati membacakan tuntutan dalam persidangan videoconference di PN Kota Kediri kemarin. Terdakwa Refi Purnomo ketika diamankan di Polres Kediri Kota (5/3).

SIDANG PEMBUNUHAN: Jaksa Penuntut Umum Sigit Artantojati membacakan tuntutan dalam persidangan videoconference di PN Kota Kediri kemarin. Terdakwa Refi Purnomo ketika diamankan di Polres Kediri Kota (5/3). (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

MOJOROTO, JP Radar Kediri– Refi Purnomo, 23, terdakwa pembunuh MY, 16, gadis Bandung, di Hotel Lotus Garden memasuki agenda tuntutan kemarin (14/9). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Artantojati mendakwa pria asal Desa Lerankulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini dengan hukuman 14 tahun penjara.

Setelah persidangan ditunda pekan lalu, akhirnya surat tuntutan dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Novi Nurdhayanti di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. Sebelumnya, Refi dijerat dengan pasal berlapis.

Yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Selain itu, juga dikenai pasal 338 KUHP, pasal 355 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat, dan pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76C UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Namun setelah melewati proses persidangan, Refi hanya dijerat satu pasal. Yaitu pasal 338 KUHP. Itu karena ia telah sengaja merampas nyawa orang lain. Hal tersebut, menurut Sigit, dari hasil keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dan alat bukti selama proses persidangan.

Dari pertimbangan itu, JPU menyatakan Refi tidak terbukti secara sah dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Sebab, barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban itu sebenarnya hanya untuk menakut-nakuti. “Karena terdakwa tidak bisa bayar jasa korban,” ungkap Sigit.

Namun, karena MY berteriak-teriak, Refi akhirnya menikam dan menusuknya hingga meninggal dunia. Pembunuhan ini dilatarbelakangi kasus prostitusi online. MY menawarkan jasa layanan seksual di hotel dengan cara open booking out (BO).

Dalam tuntutannya, Sigit menyebut, hal-hal yang meringankan terdakwa. Yakni, Refi telah mengakui kesalahannya dan bersikap kooperatif selama persidangan. Setelah mendengar tuntutan JPU, majelis hakim memberi kesempatan terdakwa menanggapi. Melalui penasihat hukum (PH) Rinni Pusitasari, Refi  membacakan pembelaan. “Saya serahkan kepada PH saya Yang Mulia,” ujarnya.

Rinni pun memohon keringanan hukuman untuk kliennya. Mengingat Refi adalah tulang punggung keluarga. “Terdakwa sudah mengakui kesalahan, bersikap sopan, dan dia tulang punggung keluarga untuk istrinya,” tuturnya.

Setelah itu, hakim Novi menutup persidangan. Selanjutnya, sidang dengan agenda putusan akan dibuka pada pekan depan. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news