Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Drainase di Kediri Tersumbat Jadi Biang Genangan

15 September 2021, 15: 07: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

RINDANG :Pepohonan di kawasan jadi tempat berteduh PKL. Di musim pancaroba yang disertai hujan deras dan angin rawan membuat pepohonan lebat tumbang.   

RINDANG :Pepohonan di kawasan jadi tempat berteduh PKL. Di musim pancaroba yang disertai hujan deras dan angin rawan membuat pepohonan lebat tumbang.   (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri-DPRD Kota Kediri mengingatkan pemkot agar mengantisipasi banjir dengan mengeruk drainase. Pasalnya, berdasar pengalaman tahun lalu, genangan selalu muncul saat hujan deras mengguyur Kota Kediri akibat saluran yang tersumbat.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengungkapkan, setiap kali turun hujan, banyak ruas jalan protokol yang tergenang. “Selain mengganggu lalu lintas, kendaraan yang terjebak bisa mogok dan merusak mesin,” katanya.

  Tak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, kondisi tersebut menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga mengganggu wajah Kota Kediri. Karenanya, dia meminta agar kondisi tersebut segera diantisipasi.

Baca juga: PBB Tak Cukup untuk Bayar Insentif Nakes di Nganjuk

  Ayub mencontohkan, ada beberapa titik di Kota Kediri yang langganan tergenang. Mulai Jl Pattimura, Jl Kilisuci, Jl Jayabaya, Jl HOS Cokroaminoto, dan perempatan Retjopentung. “Walaupun genangannya hanya sesaat, tidak boleh dianggap lumrah,” lanjutnya meminta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) menyelesaikan masalah tersebut.

  Salah satu cara yang bisa ditempuh, menurut Ayub adalah dengan membersihkan gorong-gorong yang sedimennya menumpuk. Kondisi itu selama ini jadi biang meluapnya saluran saat hujan turun deras.       

  Sebelumnya menurut Ayub Komisi C DPRD Kota Kediri sudah mengajak dinas PUPR membahas masalah tersebut. Saat itu PUPR juga sepakat untuk melebarkan drainase agar daya tampungnya lebih besar.

  Sayangnya, hal tersebut belum bisa direalisasikan. Sebab, anggaran terkena refocusing penanganan Covid-19. “Kami akan mengundang PUPR untuk rapat membahas hal ini,” terangnya.

  Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Hadi Wahjono belum bisa dikonfirmasi terkait masalah genangan di Kota Kediri. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, belum dijawab.  

Sementara itu, bencana pohon tumbang saat wilayah Kediri Raya diguyur hujan deras mulai menghantui warga. Minggu (12/9) lalu, pohon penghijauan di Desa Padangan, Kayenkidul ambruk dan menutup badan jalan. Meski tidak ada korban jiwa, arus lalu lintas di lokasi tersebut sempat macet sekitar satu jam.

  Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo mengungkapkan, pohon di wilayahnya tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Desa Padangan. “Pohon diduga dalam kondisi tua,” kata Erwan.

  Untuk menghindari timbulnya korban jiwa, Erwan mengimbau masyarakat untuk waspada saat berkendara dalam kondisi hujan deras. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Erwan meminta pengendara untuk berteduh lebih dulu.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putut Agung Subekti menjelaskan, pihaknya sudah melakukan perawatan pohon hijau Kabupaten Kediri sebelum musim hujan. “Terutama di lingkungan SLG yang dekat dengan kantor,” terang Putut.

Lebih jauh Putut menuturkan, di kawasan SLG memang banyak ditumbuhi pohon hijau. Di beberapa spot bahkan tumbuh pohon yang besar dan lebat. Bahkan, ada pohon yang digunakan pedagang kaki lima untuk berteduh.

  Pohon-pohon itulah yang menurut Putut jadi perhatian DLH. Dengan wilayah yang luas dan jumlah tenaga yang terbatas, Putut meminta masyarakat untuk ikut mengawasi. “Silakan lapor ke DLH jika ada pohon tua dan terlalu tinggi,” tegas Putut sembari menyebut petugas DLH akan datang untuk melakukan perawatan.

  Sesuai mekanisme, pohon yang membahayakan itu akan ditebang. Selanjutnya, agar daerah setempat tidak panas mereka akan mengganti dengan pohon baru. (rq/ara/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news