Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

DLH Awasi Ketat Pabrik Gula Lestari

15 September 2021, 10: 18: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

PG

BIKIN RESAH: Cerobong asap PG Lestari. DLH Kabupaten Nganjuk mengawasi debu yang meresahkan warga. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keluhan warga terkait debu dari cerobong asap PG Lestari langsung direspons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk. DLH langsung menerjunkan tim untuk memantau langsung. “Kami sudah pantau ke lapangan,” ujar Plt Kepala DLH Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto Senin (13/9).

Tidak hanya melakukan pemantauan di kawasan sekitar pabrik. DLH juga langsung berkoordinasi dengan manajemen PG Lestari untuk membicarakan keluhan warga. Bahkan, monitoring tersebut tidak hanya dilakukan satu kali. “Kami sudah melakukan monitoring selama dua kali,” ujar Judi.

Berdasarkan hasil monitoring, Judi mengatakan, ada kendala yang terjadi pada cerobong asap PG Lestari. Hanya saja, apa yang menjadi kerusakan tersebut pihaknya belum mengetahuinya. Namun manajemen mengatakan, akan melakukan perawatan sehingga keluhan tersebut tidak terjadi lagi ke depannya.

Baca juga: Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (3)

Judi menegaskan, DLH tidak akan diam saja. Karena masalah ini mengganggu lingkungan dan meresahkan masyarakat. “Kami juga sudah menyampaikan ke Pak Sekda M. Yasin,” ujarnya.

Selanjutnya, DLH akan melakukan monitoring berkala. Jika kondisi itu tidak ada perubahan, DLH akan memanggil manajemen PG Lestari. “Jangan sampai masyarakat resah dan dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PG Lestari Marshal G. Pattiasina enggan berkomentar terkait masalah tersebut. Saat dihubungi lewat ponselnya, Marshal memilih untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan koran ini tentang limbah debu yang meresahkan warga. “Maaf, saya masih sibuk. Bisa ke humas saya Pak Eddy saja,” elaknya.

Sayangnya, Eddy juga tidak mau berkomentar. Dia berdalih masalah limbah bukan kewenangannya untuk menjawab. “Maaf, kami tidak ada kewenangan memberi informasi,” katanya.

Untuk diketahui, debu yang diduga berasal dari cerobong pembuangan PG Lestari dikeluhkan warga sekitar pabrik. Terutama mereka yang tinggal di sebelah utara pabrik. Debu atau yang biasa disebut langes tersebut bertebaran selama musim giling. Akibatnya, rumah warga menjadi kotor dan mengganggu pernapasan.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news