Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Level PPKM di Kediri Turun, Pemkot Evaluasi Perekonomian

14 September 2021, 16: 47: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Level PPKM di Kediri Turun, Pemkot Evaluasi Perekonomian

Share this          

Penerapan PPKM level 2 secara resmi di Kota Kediri tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Di level ini, pemkot tidak hanya melakukan penyesuaian sektor pendidikan. Melainkan juga mulai mengevaluasi sektor perekonomian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri Apip Permana mengungkapkan, setelah kondisi kesehatan kian membaik, Pemkot Kediri akan fokus pada evaluasi ekonomi. “Sejak level tiga sudah banyak sekali kelonggaran yang diterapkan di pusat perbelanjaan,” kata Apip sembari menyebut ke depan pengetatan PPKM akan terus berkurang.

Jika PPKM level 2 diterapkan, kapasitas mal dan pasar tradisional yang semula 50 persen menjadi 75 persen. Di level ini sejumlah pusat perbelanjaan akan dibuka bertahap meski tetap ada pembatasan.

Baca juga: PG Pesantren Sebut Bukan Limbah

          Seperti sebelumnya, Apip menegaskan pembukaan pusat perbelanjaan itu akan diikuti syarat penerapan Aplikasi PeduliLindungi. Dengan demikian, masyarakat yang sudah divaksin bisa leluasa masuk sarana publik dan mal.

          Apip berharap, penyesuaian level yang akan dilakukan minggu ini bisa menumbuhkan kembali ekonomi di Kota Kediri. “Tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19,” terangnya mengingatkan.

          Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, satgas tidak hanya mengevaluasi bidang pendidikan dan ekonomi. Melainkan juga bidang seni dan budaya yang selama hampir dia tahun terakhir vakum.

          Evaluasi menurut Fauzan dilakukan agar semua sektor bisa kembali bergerak. “Kami yang menyiapkan aturan protokol kesehatannya untuk tiap sektor,” tutur Fauzan sembari menyebut resepsi pernikahan juga dievaluasi.

          Diakui Fauzan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri terus melandai. Kemarin kembali ada penambahan lima kasus baru. Selanjutnya, delapan pasien lainnya sembuh atau rata-rata tingkat kesembuhan 88,77 persen.

          Untuk diketahui, penerapan aplikasi PeduliLindungi untuk mencegah penularan Covid-19 semakin diperluas. Selain di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan, aplikasi tersebut juga jadi salah satu syarat bagi penumpang yang hendak naik bus di terminal Tamanan.

Kepala Koordinator Terminal Tamanan Kota Kediri Bambang Suprianta mengatakan, kebijakan tersebut mulai disosialisasikan kepada penumpang sejak beberapa hari lalu. “Biar calon penumpang paham dulu apa kegunaan aplikasi tersebut,” tandasnya.

Kapan kebijakan resmi diterapkan? Bambang mengaku masih menunggu perintah lebih lanjut dari pusat. Sebelum diterapkan, pihak pengelola terminal kelas II A itu mengaku akan melakukan uji coba lebih dahulu. Sehingga, mereka tahu kendala dan persiapan yang harus dilakukan saat penerapan aplikasi tersebut.

          Bambang menegaskan, aplikasi PeduliLindungi di antaranya untuk memantau apakah penumpang sudah divaksin Covid-19 atau belum. Hal itu bisa diketahui saat mereka memindai barcode di aplikasi. Petugas pun bisa melacak dengan munculnya sertifikat di sana.

          Meski aplikasi Peduli Lindungi belum diterapkan secara resmi, pantauan koran ini kemarin para awak bus dan calon penumpang sudah diminta memperlihatkan sertifikat vaksin dan surat swab antigen hasil negatif saat hendak naik bus. (rq/ica/ut)

Kota Kediri:

Konfirmasi 3.962 (+5)

Aktif 66

Sembuh 3.517

Meninggal 379 

Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 13770 (+9)

Aktif : 178 (-31)

Sembuh : 12428 (+38)

Meninggal : 1164 (+2)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news