Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

PG Pesantren Sebut Bukan Limbah

14 September 2021, 16: 31: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Polisi Bawa Contoh Luberan Air ke Laboratorium Forensik

Polisi Bawa Contoh Luberan Air ke Laboratorium Forensik (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri-  Pihak PG Pesantren Baru merespon cepat terkait insiden melubernya air di kolam injeksi. Agar tidak terulang lagi kejadian serupa, mereka melakukan langkah antisipasi. Selain menyiapkan pompa untuk pengurasan saluran air hujan, juga meningkatkan monitoring level air jatuhan. Sekaligus membuat tanggul ketika kejadian emergency seperti itu terjadi lagi.

Melubernya air tersebut, menurut pihak pabrik, karena curah hujan yang tinggi. Membuat saluran air hujan tak mampu menampung. Air pun meluap hingga ke selokan di depan pabrik. Sebagian lagi air tumpah ke jalan.

“Air tersebut termasuk non-polutan tetapi memiliki temperatur sekitar 40 hingga 42 derajat celcius. Atau sekitar 38 derajat setelah bercampur air hujan,” jelas Asisten Manajer Urusan Lingkungan PG Pesantren Baru Hasan Mursid.

Baca juga: Unit PPA Limpahkan Kasus KDRT ke Kejaksaan Kediri

Pencampuran dengan air hujan itulah yang kemudian menyebabkan proses evaporasi. Menimbulkan kabut asap. Namun, Hasan memastikan bahwa air itu tidak berbahaya. “Air tersebut air pendingin yang bukan limbah B3 ataupun non-B3. Juga tidak mengandung bahan kimia,” tegas Hasan.

Dia juga menegaskan bahwa air yang meluap tidak mengandung amoniak. Sebab, selama ini mereka tidak menggunakan bahan tersebut ataupun memproduksinya.

Sebelumnya, warga sekitar PG Pesantren Baru terganggu dengan genangan air yang berbau tak sedap Minggu (12/9). Tepatnya saat hujan deras mengguyur sepanjang sore hingga malam. Mereka pun menduga air itu dari limbang pabrik gula. Warga pun melaporkan hal itu ke polisi.

“Kemarin (Minggu, 12/9, Red) sudah kami cek ke lokasi. Kami melakukan pengambilan sampel air yang diduga limbah dari pabrik,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardhana kemarin (13/9).

Polisi juga sudah menanyai pihak pabrik. Memastikan apakah air yang meluap itu berasal dari sana atau bukan. Hasilnya memang air yang meluber hingga ke jalan raya itu berasal dari pabrik.

Menurutnya, dari keterangan pegawai pabrik, insiden itu karena air hujan yang masuk ke kolam injeksi. Membuat daya tampung tidak mencukupi. Hingga akhirnya meluber. Melubernya air menimbulkan kepulan asap serta bau. Karena air di kolam injeksi berasal dari kondensor. “Sehingga airnya panas,” terangnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap mengambil sampel air yang meluap. Kemudian mengirimnya ke laboratorium forensik (labfor) milik Polda Jatim. Polisi menunggu hasil uji laboratorium itu saat ini. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news