Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Unit PPA Limpahkan Kasus KDRT ke Kejaksaan Kediri

Istri Sampai Tewas

14 September 2021, 15: 58: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

REKA ULANG: Ainun Nofi Hafiful Huda saat menjalani rekonstruksi di halaman Mapolres Kediri, Kelurahan/Kecamatan Pare beberapa waktu lalu.

REKA ULANG: Ainun Nofi Hafiful Huda saat menjalani rekonstruksi di halaman Mapolres Kediri, Kelurahan/Kecamatan Pare beberapa waktu lalu. (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri– Berkas tersangka Ainun Nofi Hafiful Huda, 30, dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan Eka Rini, 29, istrinya, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Kabupaten Kediri. Pelimpahan tahap satu ini berlangsung kemarin. “Semua berkas kasus ini telah dilimpahkan ke kejaksaan,” terang Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Aipda Yahya Ubaid.

Dia mengatakan bahwa setelah berkas dilimpahkan adalah berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka dan saksi, hasil tes psikologi, serta hasil reka ulang kejadian. Ketika rekonstruksi, saksi yang hadir adalah Darmiati, 52, ibu Ainun, dan Ach. Afan, 25, adiknya. “Setelah berkas dilimpahkan kami menunggu instruksi dari kejaksaan,” imbuhnya.

Kasus KDRT ini nanti ditangani Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch Iskandar. Setelah berkas diterima, jaksa terlebih dahulu mempelajarinya. “Untuk tahap satu ada waktu 14 hari, berkas lengkap atau kembali dengan petunjuk,” terang Kasipidum Kejaksaan Kabupaten Kediri Teguh Sukemi.

Baca juga: Arkeolog Temukan Kepala Kala Di Kediri

Jika berkas dianggap lengkap, dapat dilanjutkan tahap dua. Penyidik melimpahkan barang bukti dan tersangka. Namun bila belum lengkap, berkas dikembalikan ke penyidik PPA.

Untuk diketahui, KDRT itu terjadi Senin (9/8) sekitar pukul 23.30. Sebelum meninggal, Rini dan Ainun sempat berhubungan badan. Kemudian Ainun mengungkit masalah Rini yang dituduh berselingkuh. Keduanya bertengkar. Puncaknya, laki-laki kelahiran 1991 itu mencekik dan menusuk istrinya dengan pisau dapur. Akibat perbuatannya, Ainun dijerat pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23/44 tentang Penghapusan KDRT. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara dan denda Rp 35 juta. (ara/ndr)

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news