Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Bencana Banjir dan Longsor Mengintai Kediri Raya

14 September 2021, 14: 45: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Bencana Banjir dan Longsor Mengintai Kediri Raya

(Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri-Musim hujan di Kediri Raya maju selama 20 hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana yang muncul selama peralihan musim dan puncak penghujan nanti. Yakni, ancaman banjir dan tanah longsor.  

          Kepala Stasiun Geofisika Kelas III, BMKG Sawahan M. Chudori mengungkapkan, idealnya Kediri Raya baru akan memasuki musim hujan Oktober nanti. Namun, berdasar perkiraan Stasiun Klimatologi Malang, awal penghujan di Kediri akan maju atau lebih awal dari normalnya. “Lebih cepat dua dasarian (20 hari, Red),” ujar Chudori.

          Dengan demikian, September ini Kediri Raya akan memasuki musim penghujan. Jika selama beberapa hari terakhir Kota Kediri dan Kabupaten Kediri sudah diguyur hujan, menurut Chudori hal tersebut menjadi tanda peralihan musim.  

Baca juga: Respons Cepat, PG Pesantren Baru Siapkan Pompa Penguras

          Chudori menjelaskan, selain Kediri, di Jatim total ada 33 kabupaten/kota yang akan memasuki musim hujan lebih awal. “Sejauh ini curah hujan di Kediri kriteria di atas normal,” lanjutnya sembari menyebut curah hujan lebih dari 115 persen dari rata-rata.

          Curah hujan masuk kategori tinggi jika mencapai 1.501 mililiter sampai 2 ribu mililiter. Chudori berharap curah hujan tinggi ini bisa dimanfaatkan petani untuk menambah luas tanam di akhir musim kemarau ini.

          Di saat yang sama, masyarakat harus mewaspadai cuaca ekstrem yang muncul di peralihan musim. Yaitu, fenomena hujan deras disertai angin. Kondisi tersebut tak hanya membuat pohon rawan tumbang. Melainkan juga rawan menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

Apalagi, setiap musim hujan Kota Kediri sering kali muncul banyak genangan air di jalan raya yang bisa menganggu lalu lintas. Sedangkan di wilayah Kabupaten Kediri, selain banjir dari aliran sungai yang merendam persawahan, juga rawan menimbulkan bencana lain. “Ancaman hujan lebat bisa diantisipasi dari sekarang,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Kediri M. Ridwan menjelaskan, wilayah yang paling rawan terendam banjir saat musim hujan adalah di barat sungai. Dia membenarkan jika wilayah tersebut perlu normalisasi aliran irigasi.

DPKP, tutur Ridwan, akan menyampaikan hal tersebut kepada para petani. Tak hanya melakukan normalisasi saluran irigasi, Ridwan juga akan meminta petani mewaspadai munculnya hama tanaman di musim pancaroba.

          Untuk diketahui, terlepas dari musim penghujan yang datang lebih awal, sebenarnya sesuai monitoring hari tanpa hujan (HTH) BMKG, Kediri masuk kriteria kekeringan ekstrem. Terutama Kabupaten Kediri yang masuk ke daerah kekeringan ekstrem bersama delapan daerah lainnya di Jatim. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news