Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Cegah Covid-19, Wisuda Ke-38 STKIP PGRI Nganjuk secara Daring

Cetak Lulusan Berkualitas saat Pandemi

13 September 2021, 17: 30: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Stkip pgri nganjuk

VIRTUAL: Pimpinan STKIP PGRI Nganjuk memimpin wisuda ke 38 secara daring Sabtu (11/9). Ratusan mahasiswa dikukuhkan sebagai sarjana.

Share this          

STKIP PGRI Nganjuk menggelar wisuda sarjana S-1 pada Sabtu (11/9). Wisuda ini adalah wisuda ke-38. Karena saat ini masih pandemi Covid-19, pelaksanaan wisuda secara daring. 

Sebanyak 110 mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk  diwisuda. Mereka berasal dari berbagai program studi (prodi). Mulai PPKn, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan IPA.

Ketua STKIP PGRI Nganjuk Dr Vera Septi Andiri, MM mengatakan, wisuda merupakan tahapan studi terakhir. Meski berlangsung daring, namun kampus yang dipimpinnya tetap menjaga kualitas lulusannya. Mereka adalah lulusan berkualitas.

Baca juga: Di-PHK saat Pandemi, Wahyudi Purniawan Berkarya lewat Lukisan

KOMPETEN: Ketua STKIP PGRI Nganjuk DR Vera Septi Andrini, MM mewisuda mahasiswa secara simbolis. Wisuda berlangsung daring karena pandemi Covid-19.

KOMPETEN: Ketua STKIP PGRI Nganjuk DR Vera Septi Andrini, MM mewisuda mahasiswa secara simbolis. Wisuda berlangsung daring karena pandemi Covid-19.

"Situasi perkuliahan yang sulit di masa pandemi Covid-19 telah terlewati. Kami tetap utamakan kualitas lulus. Meskipun waktu tatap muka terbatas, namun kualitas pembelajaran kita utamakan dan tidak mengganggu kualitas lulusan,” ujarnya.

Vera berharap, ilmu yang telah diterima para mahasiswanya bermanfaat. Terutama saat mengabdi di masyarakat. Baik di lembaga pemerintahan, swasta maupun yang lainnya. “Semoga ilmunya bermanfaat,” harapnya.

Untuk diketahui, wisuda dimulai sekitar pukul 09.00. Wisuda digelar di ruang serbaguna kampus yang terletak di Jalan A.R. Saleh, Kota Nganjuk itu.

Hanya ada beberapa tamu undangan yang hadir dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sedangkan, mahasiswa yang hadir langsung adalah penerima penghargaan sebagai lulusan terbaik. Sedangkan, wisudawan, orang tua wali, dan tamu undangan lain mengikuti secara virtual.

Untuk mahasiswa peraih IPK tertinggi di program studi PPKn diraih Yunis Ayu Maulia dengan IPK 3,77. Kemudian Luxy Permata Devi dengan IPK 3,59 dari prodi Pendidikan Ekonomi. Lalu, Yuni Gandes M. dengan IPK 3,85 dari prodi Pendidikan Matematika.

Kemudian dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris diraih Ajeng Zalzabilla K. dengan IPK 3,86. Sedangkan dari Prodi Pendidikan IPA diraih Aria Octa Vinda dengan IPK 3,77. (ik3/adv/tyo)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news