Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Info CPNS Kediri: Puluhan Peserta Tes Langsung Gugur, Ini Alasannya

13 September 2021, 14: 33: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

cpns kediri

TERAPKAN PROKES: Salah seorang peserta SKD mencuci tangan sebelum memasuki tempat tes di Convention Hall SLG kemarin. (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri-Puluhan peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kota Kediri langsung dinyatakan gugur sebelum mengerjakan soal kemarin. Ini setelah sebanyak 95 orang tersebut memilih tak menghadiri tes di Convention Hall SLG yang kemarin digelar sebanyak tiga sesi.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Nurdin mengungkapkan, sebanyak 95 peserta yang tidak hadir kemarin berasal dari tiga sesi pelaksanaan tes. Masing-masing 25 peserta di sesi pertama, 29 peserta di sesi kedua, dan 41 peserta di sesi ketiga. “Penyebabnya tidak tahu karena mayoritas tidak hadir tanpa menyertakan alasan,” kata Un.

Un menduga ketidakhadiran puluhan peserta itu salah satunya karena ada yang keliru melihat jadwal. Sebab, di sesi pertama panitia mendapati ada peserta yang salah jadwal.

Baca juga: Hujan Deras di Kediri, Pohon Rawan Tumbang, Pengendara Harus Waspada

Mendapati hal tersebut, panitia meminta peserta datang sesuai jadwal dan memperbarui hasil rapid antigen-nya. Sebab, jadwal tes peserta tersebut baru akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Di antara puluhan peserta tersebut, menurut Un hanya satu orang yang mengirim pemberitahuan. Yakni, tidak bisa hadir karena jarak yang terlalu jauh. “Peserta ini tinggal di Magetan,” lanjutnya.

Apakah BKPPD akan melakukan blacklist terhadap peserta yang tidak hadir di SKD? Un mengaku belum mendapat aturan resmi. Yang sudah diatur adalah terkait pengunduran diri peserta sebagai PNS setelah lulus ujian.

Jika sudah keluar nomor induk pegawaian (NIP), menurut Un peserta tidak boleh mengundurkan diri. Yang nekat melakukannya akan langsung di-blacklist oleh pusat.

Meski demikian, menurut Un sejauh ini belum ada peserta CPNS yang mundur setelah dinyatakan lulus. Dia berharap, peserta yang melaksanakan ujian SKD saat ini juga tidak akan mundur setelah dinyatakan lulus.

Untuk diketahui, untuk mengikuti SKD peserta harus menyiapkan serangkaian berkas. Selain melampirkan hasil rapid test antigen, mereka juga harus menyiapkan kelengkapan berkas lainnya. Termasuk memeriksa suhu tubuh dan mendeteksi wajah peserta.

Sesuai berkas yang diterima panitia kemarin, menurut Un semuanya dinyatakan negatif. Sehingga, sebanyak 200 peserta di tiap sesi bisa mengerjakan soal dengan tenang.

Kalaupun ada yang reaktif, Un menegaskan panitia sudah menyiapkan tempat ujian di luar gedung. “Peserta yang reaktif mengerjakan soal di bawah tenda di ruang terbuka,”  bebernya.

          Terpisah, Wildan, 27, salah satu peserta tes SKD asal Tulungagung mengaku mengikuti tes di Kota Kediri untuk bisa melamar formasi yang bisa dimasuki lulusan umum. Yakni, formasi pamong praja.

Sarjana pendidikan itu optimistis bisa lanjut ke tahap selanjutnya setelah dalam SKD kemarin bisa mendapat 405 poin. “Saya aslinya lulusan pendidikan, sekarang pendidikan kalau tidak mengajar sulit mendaftar,” tuturnya tentang alasannya melamar formasi pamong praja.

          Lelaki yang sudah tiga kali ikut ujian CPNS ini mengaku ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya soal yang sebelumnya hanya 100 kemarin menjadi 110. Sehingga, waktu mengerjakan tiap soal tidak sampai satu menit. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news