Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pembelajaran Tatap Muka di Kediri Dimulai, Bagaimana Situasinya?

13 September 2021, 14: 22: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

seragam sekolah

RAMAI PEMBELI: Sejumlah orang tua mengantar anaknya untuk membeli seragam di sejumlah toko Jl Stasiun jelang pembelajaran tatap muka hari ini. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri-Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai jenjang SD hingga SMA dimulai serentak pagi ini. Dinas pendidikan dan sekolah pun melakukan berbagai cara untuk mencegah penularan Covid-19 di kalangan pelajar. Salah satunya, dengan mewajibkan siswa mengirimkan peta lokasi di rumah setelah mereka pulang sekolah.

          Hal tersebut salah satunya diterapkan di SMAN 1 Kota Kediri. Kepala SMAN 1 Kota Kediri Widayat mengungkapkan, untuk memastikan siswa langsung pulang usai mengikuti PTM, mereka harus mengirim peta lokasi rumah kepada guru. “Itu untuk memastikan siswa tidak berkeliaran setelah pulang sekolah,” kata Widayat.

          Untuk mencegah kerumunan, pria bertubuh tinggi itu menyebut orang tua siswa juga harus berkoordinasi dengan anak saat akan melakukan penjemputan. Sehingga, saat orang tua tiba di sekolah anak bisa langsung pulang. Serta, tidak ada kesempatan berkerumun dengan teman-temannya.

Baca juga: Toko Bangunan di Warujayeng Terbakar

Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Tatap Muka (ILUSTRASI: Afrizal - radar kediri)

          PTM yang dimulai hari ini menurut Widayat diterapkan dengan berbagai aturan khusus. Misalnya, siswa yang masuk sekolah hanya 50 persen dari total jumlah anak. Jadwal masuk didasarkan pada absensi ganjil dan genap. “Siswa yang berhalangan hadir tetap bisa mengikuti pembelajaran daring,” lanjutnya.

          Agar tidak menggangu PTM, Widayat juga mewajibkan siswa hadir lebih awal. Yakni, 15 menit sebelum pembelajaran. Waktu itu akan digunakan untuk pemeriksaan suhu dan cuci tangan. Selebihnya,

          Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi menambahkan, PTM yang digelar serentak di tingkat SMA/SMK hari ini baru bersifat uji coba. Selebihnya, cabdisdik akan melakukan evaluasi.

          Terpisah, Dinas Pendidikan Kota Kediri juga menerapkan sejumlah aturan untuk mencegah penularan Covid-19 selama PTM. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Marsudi Nugroho menjelaskan, kedisiplinan siswa di tiap sekolah selama PTM akan diawasi oleh satgas. “Mereka (satgas, Red) bertugas mengawasi anak-anak untuk mencegah kerumunan,” terang Marsudi.

          Selanjutnya, disdik mewajibkan orang tua siswa di tingkat SD dan SMP melakukan antar jemput anaknya. Hal tersebut terutama untuk memastikan siswa tidak sempat keluyuran usai pulang sekolah.

          Bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Marsudi menegaskan, anak-anak bisa menggunakan jasa ojek online. “Dengan demikian, orang tua juga tetap bisa memantau dan anak akan langsung pulang,” lanjut Marsudi.

          Sementara itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, PTM juga diterapkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kediri. Penerapan PTM terbatas di wilayahnya menurut pria yang akrab disapa Dhito ini mengacu pada Permendikbud. “Hanya 30 persen siswa yang masuk dan melakukan PTM terbatas di sekolah,” tandasnya.

          Dia juga menekankan tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) selama PTM terbatas. Selain memakai masker dan menjaga jarak, anak-anak juga diwajibkan membawa hand sanitizer. Sehingga, potensi penularan korona bisa dicegah. “Jam pelajaran juga dikurangi,” imbuhnya. (rq/syi/ut)

PTM Serentak Kediri Raya:

-Pembelajaran hanya berlangsung dua jam

-Siswa masuk sekolah dua kali seminggu

-Satgas melakukan pengawasan untuk mencegah penularan Covid-19

-Orang tua diimbau melakukan antar jemput siswa untuk mencegah anak keluyuran saat pulang sekolah

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news