Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Penantian Panjang Warga Desa Cepoko, Kecamatan Berbek

Rp 250 Juta untuk Jembatan

13 September 2021, 11: 21: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Sungai

PERJUANGAN: Warga Dusun Tahunan, Desa Cepoko, Berbek menggendong anaknya saat menyeberang Sungai Kuncir. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Share this          

Warga Desa Cepoko, Kecamatan Berbek memiliki penantian panjang. Mereka ingin memiliki jembatan yang menghubungan Dusun Tahunan dan Dusun Bayeman. Sehingga, saat sekolah, salat Jumat, hingga pemakaman, warga tidak lagi menyeberangi Sungai Kuncir. Karena tidak ada jembatan di sana.

“Mudah-mudahan dana untuk membangun jembatan segera cair,” harap Kepala Bagian Program DT Peduli Jawa Timur Bayu Jaya Noor Arisma kemarin. Untuk rencana anggaran belanja (RAB) pembangunan jembatan darurat di Desa Cepoko sudah diajukan ke Maybank Syariah. Hasilnya, ada perubahan desain. Jika sebelumnya, jembatan tersebut hanya untuk menyeberang dan motor secara bergantian, akhirnya direvisi jadi lima orang.

Perubahan desain itu untuk mengakomodir jika warga membawa jenazah untuk dimakamkan. Karena jika desain awal maka hal itu tidak bisa dilaksanakan. Namun, karena ada perubahan desain maka warga bisa membawa jenazah dengan melintas di jembatan gantung tersebut.

Baca juga: Persenga Masuk Grup Neraka

Sungai

JANGAN BASAH: Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) harus membawa sepatu agar tidak basah saat menyeberang Sungai Kuncir. (Karen Wibi - Radar Kediri)

Untuk anggaran yang diajukan sekitar Rp 250 juta. Kabarnya anggaran tersebut sudah mendapat lampu hijau dari Maybank Syariah. Sehingga, dalam waktu dekat bisa segera cair. “Jika segera cair  maka Oktober, pembangunan jembatan gantung sudah bisa dimulai,” ujar Bayu.

Pengerjaan jembatan gantung itu diperkirakan selesai dalam waktu sebulan. Yang jelas, pembangunan harus selesai di tahun 2021. Karena anggaran yang digunakan adalah anggaran tahun 2021. “Sekarang kami akan memperjelas tanah untuk fondasi jembatan agar tidak jadi masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cepoko M. Kholid Iskandar mengatakan, dia dan warga tidak mempersoalkan jembatan apa yang akan dibangun. Apakah nanti bentuknya jembatan darurat atau permanen. Yang penting ada jembatan yang bisa digunakan warganya untuk menyeberang. “Yang penting jembatan nanti aman,” ujarnya.

Kholid mengatakan, warga juga akan menjaga jembatan tersebut jika jadi dibangun. Sehingga, jembatan itu bisa awet. Karena jembatan di atas Sungai Kuncir itu sangat vital. “Mudah-mudahan segera dibangun,” harapnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news