Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Focus Group Discussion (FGD) tentang Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) (2)

Omzet Naik Dapat Jempol, Turun Harus Evaluasi

13 September 2021, 10: 54: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

KEN

PERWAKILAN WARGA A. YANI: Santoso dan drg Ronny (ki-ka) mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN). (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this          

Pembangunan KEN yang dimulai dari Jalan A. Yani Nganjuk mendapat dukungan warga. Perwakilan warga Jalan A. Yani Nganjuk yang ikut di FGD tentang KEN yang digelar di  meeting room Jawa Pos Radar Nganjuk pada Rabu (8/9) mengapresiasi dan mendukung pembangunan yang akan dimulai bulan ini hingga akhir Desember 2021.

“Kami mendukung 100 persen untuk pembangunan KEN di Jalan A. Yani,” ujar drg Ronny, perwakilan warga Jalan A. Yani Nganjuk. Tujuan pembangunan KEN untuk membuat Jalan A. Yani Nganjuk menjadi jujugan warga Nganjuk dan luar daerah sehingga toko-toko di sana menjadi ramai pengunjung. Kemudian, multiplier effect yang diharapkan dari KEN bisa terwujud adalah langkah yang patut mendapat apresiasi.

Apalagi, dalam pembangunan KEN ini, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk dan Plt Bupati Marhaen Djumadi mengajak warga Jalan A. Yani berbicara. Mereka melakukan sosialisasi beberapa kali. Bahkan, Jawa Pos Radar Nganjuk juga menjembatani diskusi langsung. “Ini berbeda dengan pembangunan pedestrian tahap pertama. Kami tidak diajak bicara. Jelas kami kecewa,” ujarnya.

Baca juga: Sponsori BRI Liga 1, Dirut BRI: Sepak Bola Seperti Miniatur Organisasi

Hal senada diutarakan Santoso, perwakilan warga Jalan A. Yani Nganjuk yang juga ikut diskusi. Menurut pria asal Surabaya yang sudah tinggal di Kota Angin sekitar 25 tahun  ini, KEN secara konsep dan tujuan sangat bagus. Itu harus direalisasikan. Agar warga tidak kecewa dan tujuannya tercapai.

Namun demikian, pemkab juga harus melakukan evaluasi dengan pembangunan KEN. Setiap enam bulan setelah setelah pembangunan KEN, harus ada evaluasi. “Apakah omzet pedagang naik, stagnan atau justru turun?” tanyanya.

Jika naik maka pembangunan KEN ini patut mendapat acungan jempol. Namun, jika ternyata stagnan atau justru turun maka pemkab harus segera mengevaluasi. Mencari penyebab turunnya omzet  pedagang di Jalan A. Yani. Sehingga, solusi bisa ditemukan untuk mengatasi persoalan itu. “Evaluasi berkala tentang KEN ini sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Marhaen Djumadi mengatakan, pembangunan KEN ini bertujuan mendapatkan multiplier effect. Salah satu yang diharapkan adalah warga di luar Kecamatan Nganjuk mau datang ke Kota Nganjuk untuk menikmati KEN. “Kalau sekarang mau ke Kota Nganjuk mau lihat apa?” tanyanya.

Marhaen berharap, KEN yang dimulai dari Jalan A. Yani bisa menyebar ke jalan-jalan di sekitarnya. Sehingga, akhirnya membentuk sebuah kawasan perekonomian. “Jalan A. Yani Nganjuk ini titik awalnya atau embrio sebuah kawasan ekonomi,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news