Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ribet, Pengunjung Mal di Kediri Mengeluh

10 September 2021, 13: 51: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

BINGUNG: Petugas keamanan mal membantu calon pengunjung yang akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke Kediri Town Square kemarin.

BINGUNG: Petugas keamanan mal membantu calon pengunjung yang akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke Kediri Town Square kemarin. (ILMIDZA AMALIA NADZIRA - radar kediri)

Share this          

 KOTA, JP Radar Kediri – Kebiasaan baru masih membuat gagap sebagian pengunjung mal. Mereka belum terbiasa menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang menjadi syarat masuk. Akibatnya, masih banyak terlihat calon pengunjung yang mengeluh.

Di Kediri Town Square (Ketos) misalnya, petugas sekuriti mal harus bekerja keras menerangkan ke pengunjung. Apalagi, sebagian pengunjung belum men-download aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, ada beberapa pengunjung yang kesulitan untuk mengakses aplikasi tersebut.

“Mau masuk mal sekarang ribet. Padahal saya sudah tunjukkan kartu vaksinasi,” keluh Sulistyorini, warga Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang hendak masuk mal bersama suaminya kemarin.

Baca juga: Ngamuk, Bacok Pedagang Pracangan Warujayeng

Tidak semua yang berniat belanja ke mal terlaksana. Sebagian calon pengunjung terpaksa putar balik. Penyebabnya adalah mereka tak bisa mengakses PeduliLindungi. Meskipun mereka menunjukkan kartu vaksin, pihak keamanan mal tetap menolaknya. Akibatnya, sejumlah pengunjung melampiaskan dengan kemarahan.

Untuk masuk ke mal, pengunjung memang disyaratkan sudah mengunduh PeduliLindungi. Di pintu masuk mereka harus  men-scan barcode yang ada melalui aplikasi tersebut.

Pusat perbelanjaan atau mal di Kota Kediri sendiri sudah mulai buka sejak empat hari lalu. Setelah lebih dari 1,5 bulan tutup. Namun, jumlah pengunjungnya belum normal.

“Jumlah pengunjung harian belum pulih. Belum bisa menyentuh angka maksimal yang diizinkan,” aku Marketing Communication Manager Ketos Aan Tri Ayuni. Batas yang ditentukan adalah 50 persen kapasitas pengunjung.

“Masih 20 persen pengunjungnya, jauh dari normal,” sambungnya.

Bila mal sudah boleh buka, tidak demikian halnya dengan tempat wisata. Mereka masih belum boleh beroperasi meskipun PPKM sudah masuk level 3. Hal itu membuat banyak pengunjung yang kecele.

Salah satunya seperti yang terlihat di lokasi wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kediri, dalam lima menit ada tiga pengunjung yang kecele.

“Saya kira PPKM level 3 wisatanya sudah buka, ternyata belum,” ucap Fauzan, 23, warga asal Pare, Kabupaten Kediri. Fauzan rencananya ingin mengunjungi Museum Airlangga yang ada di kompleks wisata Selomangleng.

“Wisata Goa Selomangleng belum dibuka. Pagora dan Tirtayasa sampai saat ini belum ada informasi juga,” terang Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Budaya (Disparporabud) Kota Kediri Mohammad Ayub.

Menurut Ayub, dari sisi kesiapan, tempat wisata milik pemkot belum sepenuhnya terpenuhi. Salah satunya penerapan aplikasi PeduliLindungi. Saat uji coba, aplikasi itu beberapa kali error.

Sejauh ini yang kerap datang ke Goa Selomangleng adalah wisatawan religi. Untuk masuk ke lokasi wisata, mereka harus izin ke disbudparpora. Aturan lainnya, pengunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, jumlah kasus korona di Kota Kediri tetap ada penambahan namun tak banyak. Kemarin ada enam kasus baru. “Kasus aktifnya juga turun menjadi 86 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.(rq)

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kediri. Mereka belum membuka lagi tempat wisata. “Belum boleh (buka),” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Menurut Chotib, tempat wisata yang boleh buka adalah yang mendapat rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Namun di Kabupaten Kediri tidak ada kawasan wisata yang diuji coba.

Sekretaris Satgas Covid-19 Slamet Turmudi menambahkan, pembukaan kembali tempat wisata menunggu situasi Covid-19.  Saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri sendiri masih terus melakukan patroli hingga penjagaan di sekitar tempat wisata. Seperti di Simpang Lima Gumul (SLG), Gunung Kelud, Gunung Wilis, dan tempat wisata lain di Kabupaten Kediri.

Selain tempat wisata, fasilitas lain juga sudah dilonggarkan. Seperti tempat ibadah, tempat makan, hingga olahraga di ruang terbuka. Namun masih harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti harus tutup pukul 20.00 kecuali untuk layanan apotek dan rumah sakit.(ica/rq/syi/fud)

Data Sebaran

Kabupaten

Konfirmasi           : 13.695 (+16)

Aktif                     : 278 (-18)

Sembuh                : 12.258 (+33)

Meninggal            : 1159 (+1)

Kota Kediri

Konfirmasi           : 3.940 (+6)

Aktif                     : 86 (-9)

Sembuh                : 3.477 (+14)

Meninggal            : 377 (+1)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news