Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi dan Jaksa Bidik Kades di Nganjuk

Fakta Persidangan Novi Dkk Bisa Jadi Bukti

10 September 2021, 11: 16: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

Kasus Dugaan Korupsi Bupati Nganjuk (Ilustrasi: Afrizal Saiful Mahbub - Radar Kediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pejabat-pejabat yang terlibat suap promosi jabatan dan pengisian perangkat desa di kasus Bupati Novi Rahman Hidhayat dkk semakin tidak tenang. Karena laporan tersebut terus mengalir ke Polres Nganjuk dan Kejaksaan Negeri Nganjuk. Di Polres Nganjuk tercatat ada sekitar 30 laporan dari masyarakat. Sedangkan, di Kejaksaan Negeri Nganjuk ada 15 laporan.

Senin nanti (13/9), Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama akan digantikan AKBP Jimmy Tana.  Selain itu, Kasatreskrim AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan sudah diganti AKP I Gusti Agung Ananta Pratama. Ini menjadi energi baru bagi Polres Nganjuk. Sehingga, laporan yang masuk akan segera diselidiki. “Saya akan mempelajari kasus dugaan kecurangan pengisian perangkat desa di Kabupaten Nganjuk,” ujar Gusti saat ditemui di Mapolres Nganjuk kemarin.

Sayang, Gusti enggan berkomentar banyak. Dia meminta waktu untuk mempelajari kasus tersebut. Karena kemarin adalah hari pertamanya menjadi Kasatreskrim Polres Nganjuk.

Baca juga: Tangguh saat Pandemi, BRI Incar Pertumbuhan Berkelanjutan

Sementara itu, laporan di kejaksaan juga tidak akan diabaikan. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Nganjuk Andie Wicaksono akan mendalami laporan suap promosi jabatan dan pengisian perangkat desa. “Kami akan mendalami laporan warga,” ungkapnya.

Untuk pendalaman ini, Andie mengatakan, akan mengumpulkan bukti-bukti. Salah satunya adalah fakta-fakta di persidangan Novi dkk. Karena kasus ini berhubungan dengan Novi dkk. “Kita akan lihat fakta-fakta persidangan nanti,” ujarnya.

Saat ini, kejaksaan sedang menyusun tanggapan atas eksepsi atau bantahan dari Novi dan lima camat. Karena Senin nanti (13/9), persidangan Novi dan lima camat minus ajudan M. Izza Muhtadin akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. “Sekarang kami masih menyusun tanggapan atas eksepsi terdakwa,” ujarnya kemarin.

Untuk diketahui, ada enam orang yang mengajukan eksepsi. Yaitu, Novi, Camat Pace Dupriono, Camat Loceret Bambang Subagio, Camat Berbek Haryanto, Camat Tanjunganom Edie Srianto, dan mantan Camat Sukomoro  Tri Basuki Widodo. Sedangkan, M. Izza Muhtadin, ajudan Novi memilih tidak mengajukan eksepsi. Dia menganggap eksepsi tidak terlalu penting. Izza lebih fokus pada pembuktian materi dakwaan di persidangan. Sehingga, Izza harus menunggu dua minggu untuk disidang lagi.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news