Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ratusan Peserta Batal Jadi Abdi Negara, Ini Alasannya

09 September 2021, 16: 44: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

cpns kediri

TES SKD: Para pelamar CPNS dan P3K yang mengikuti tes SKD di Convention Hall SLG, kemarin pagi (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) baru digelar tiga sesi kemarin. Meski demikian, ratusan peserta langsung dinyatakan gugur. Mereka urung menjadi abdi negara karena tidak datang dan terlambat saat akan mengikuti tes.

          Pantauan koran ini, pada sesi kedua pukul 11.00 kemarin ada seorang peserta yang langsung diminta pulang oleh petugas. Pasalnya, peserta tersebut baru tiba pukul 11.00. Padahal, sesuai ketentuan dia harus tiba paling lambat 90 menit sebelum tes atau pukul 09.30.

          Melihat pria berkemeja putih dan celana hitam itu baru datang, petugas langsung menghampirinya. Kepada anggota satpol PP yang berjaga, dia mengaku berasal dari Tulungagung dan terlambat. “Tetap tidak bisa ikut ujian karena terlambat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri M. Solikin.

Baca juga: Menyambut KEN dengan Focus Group of Discussion di JP Radar Nganjuk

          Selain seorang peserta yang terlambat di sesi kedua tersebut, menurut Solikin total ada 110 peserta yang tidak datang. Rinciannya, 36 peserta di sesi pertama, 40 peserta di sesi kedua, dan 34 peserta lainnya absen di sesi ketiga.

          Ratusan orang tersebut menurut Solikin tidak mengikuti tes tanpa keterangan. “Otomatis langsung gugur. (Tidak mengikuti tes, Red) tanpa menyertakan alasan apapun,” terang Solikin.

          Sementara itu, tak hanya diwarnai peserta yang absen dan terlambat, kemarin juga ada seorang peserta yang harus mengikuti ujian di luar gedung. Dia mengerjakan soal di pintu keluar basement Convention Hall karena dinyatakan positif Covid-19.

          Terkait salah seorang peserta yang terpapar korona itu, Solikin menyebut pihaknya tetap memberikan hak peserta. Dia tetap bisa mengikuti SKD dengan ketentuan khsuus. “Diantar jemput oleh pihak puskesmas tempat peserta berasal,” terang Solikin tentang

Lebih jauh Solikin menjelaskan, peserta SKD yang terkonfirmasi Covid-19 itu juga diawasi petugas medis. Demikian juga panitia seleksi daerah dan perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Untuk diketahui, tes SKD sesi pertama dimulai pukul 08.00. Meski demikian, peserta sudah berdatangan sejak pukul 06.30. Sebelum mengikuti proses verifikasi, para peserta diminta menyiapkan dokumen vaksinasi dan hasil tes swab antigen yang menyatakan negatif.

Tak cukup di sana, peserta harus menjalani serangkaian pemeriksaan lainnya. Mulai pemeriksaan suhu, pemeriksaan barang bawaan untuk mendeteksi masuknya alat-alat yang dilarang selama tes.

Untuk mencegah praktik perjokian, anggota satpol PP juga melakukan tes wajah, retina mata, dan mengecek KTP peserta. “Sejauh ini lancar. Harapannya hingga empat hari ke depan tetap lancar,” tegas Solikin tentang tes yang digelar hingga Sabtu (11/9) dengan total peserta 2.052 orang. (syi/ut)

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news