Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Marketing on Wednesday #1

Co-Branding MU-Ronaldo

By: Kurniawan Muhammad

08 September 2021, 16: 19: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Kurniawan muhammad

Kurniawan Muhammad, Media Executive, Marketing Practitioner (Radar Kediri)

Share this          

Salah satu berita heboh yang mengguncang akhir-akhir ini adalah kembalinya Christiano Ronaldo (CR) ke Manchester United (MU). Setidaknya ada dua hal yang bikin heboh. Pertama, nilai kontraknya fantastis, yakni mencapai 30 juta Euro untuk dua tahun (hingga 2023). Sekitar Rp 505,7 miliar (kurs 1 Euro = Rp 16.858). Kedua, kembalinya CR ke MU termasuk reuni. Disebut-sebut sebagai reuni paling mahal di dunia sepak bola. Banyak yang tahu, bahwa MU adalah rumah pertama CR mengawali karir sebagai pemain professional di klub mentereng dunia. 

Dalam perspektif marketing, fenomena bertemunya (kembali) CR dan MU, bisa disebut sebagai pertemuan atau penggabungan dua brand. Ini juga bisa disebut sebagai strategi co-branding. Yakni, strategi marketing yang dapat mendiferensiasikan (differentiation) dan memberikan keunggulan bersaing (competitive advantages) suatu produk dan mampu merebut hati konsumen. 

CR adalah brand tersendiri. Sebagai sebuah brand, setiap tahun brand equity-nya terus naik. Saat awal dikontrak oleh MU pada 2003, nilainya 12 juta poundsterling, atau saat itu setara dengan Rp 215 miliar. Selama enam musim di MU, CR membantu tim berjuluk The Red Devils itu meraih sejumlah gelar bergengsi. Di antaranya: tiga piala Liga Inggris, satu piala Liga Champions Eropa, dua piala Liga, satu piala FA, dan satu trofi Piala Dunia antar Klub. 

Baca juga: Novi Sulit Keluar Rutan

Pada 2009, CR hengkang ke Liga Spanyol, memperkuat Real Madrid. Selama 9 tahun di Real Madrid, CR membukukan 450 gol, serta 4 trofi Liga Champion. Selama di Real Madrid, CR meraih empat penghargaan Ballon d'Or. Dia meraihnya pada 2013, 2014, 2016, dan 2017.

Pada 2018, CR kembali pindah. Kali ini ke Juventus, Italia. Selama tiga musim, CR berada di klub berjuluk Nyonya Tua itu. Meski tak sampai mengantarkan Juventus menjuarai Liga Champion, tapi CR mengantarkan klub itu meraih setidaknya enam trofi. Berturut-turut: Piala Super Italia (2018/2019), Trofi Serie A (2018/2019), Piala Super Italia (2019/2020), Trofi Serie A (2019/2020), Trofi Copa Italia (2020/2021) dan pencetak gol terbanyak musim 2020/2021. 

Dari Juventus, akhirnya CR balik lagi ke klub lamanya: MU dengan nilai kontrak dua kali lipat lebih, dibandingkan nilai kontraknya pada 2003 ketika awal-awal merumput di MU. Jadi, sebagai sebuah brand, CR mampu menjaga dan meningkatkan equity-nya.

Sedangkan MU, hingga kini masih menjadi brand sebuah klub dunia yang juga masih terjaga equity-nya. Menurut laporan perusahaan konsultan Brand Finance pada 2015, MU adalah termasuk brand sepak bola paling bernilai di dunia.

Tapi, belakangan pamornya agak meredup. Sebabnya, MU sudah agak lama tak meraih gelar juara di Liga Inggris. Terakhir, MU meraih gelar juara tahun 2013 saat masih dipoles Sir Alex Ferguson.

Maka, wajar jika MU sangat antusias untuk merekrut kembali CR, sebagai bagian dari menjalankan strategi co-branding.  Secara umum, tujuan dari co-branding adalah untuk meningkatkan nilai dari brand equity produk dengan cara menggabungkan equitas dari masing-masing brand yang berkolaborasi. Dalam hal ini: brand CR dan brand MU. 

Dan, ikhtiyar co-branding yang dilakukan MU membuahkan hasil signifikan di awal-awalnya.  Ketika bergabungnya CR ke MU diposting di media sosial, Instagram (IG) milik MU menorehkan rekor. Postingan IG milik MU tersebut mendapat lebih dari 12,5 juta like. Menurut laporan Bleacher Report, belum pernah ada klub olahraga di dunia yang bisa memperoleh 12,5 juta like dalam satu postingan di IG. 

Selain itu, IG milik MU kebanjiran follower. Jumlahnya melonjak drastis begitu CR dipastikan kembali ke MU. Sebelum CR datang, pengikut MU di IG 43,1 juta. Kini, per Minggu (29/8/21) lalu follower MU di IG sudah 45,6 juta. 

Nilai pasar saham MU juga meroket sebesar 212 juta poundsterling, setara dengan USD 293 juta, atau jika dirupiahkan sebesar Rp 4,2 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.323), begitu diumumkan CR kembali bergabung ke MU.

Strategi co-branding juga dilakukan Mondelez International Inc. Mereka menghadirkan salah satu produk ke Indonesia: Cadbury Dairy Milk Oreo. Ini merupakan penggabungan antara cokelat Cadbury dengan biscuit legendaris Oreo. Cadbury adalah brand yang eksis sejak 1905. Sedangkan Oreo juga brand biscuit yang dikenal luas dengan rasanya yang khas. Dua rasa dari dua brand itu pun digabung, maka jadilah: Cadbury Dairy Milk Oreo.  

Jadi, jika ingin meningkatkan brand equity, salah satunya adalah menerapkan strategi co-branding. (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news