Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pasokan Seret, Tabung Elpiji di Kediri Langka

06 September 2021, 16: 20: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Elpiji Kediri

KOSONG: Belasan tabung elpiji di salah satu toko di Kelurahan Sukorame menunggu pengisian dari pangkalan. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira - Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri –Elpiji tiga kilogram atau tabung melon langka selama beberapa minggu terakhir. Akibatnya, konsumen terpaksa mengantre menunggu kiriman untuk mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut.

          Seperti dikatakan oleh Sutiyon, 56. Pengecer asal Kelurahan Sukorame, Mojoroto itu mengatakan, langkanya tabung elpiji bersubdisi itu karena pasokan dari pangkalan yang tersendat. “Biasanya dikirim tiga hari sekali, sekarang hampir semingguan baru dikirim,” ujarnya.

          Tersendatnya pasokan itu menurut Sutiyon sudah terjadi selama sekitar sebulan. Dari jumlah tabung, sebenarnya tidak ada pengurangan kiriman. Dalam satu kali pengiriman dia tetap mendapat jatah 30 tabung.

Baca juga: Latihan Keras, Persik Siap Menghadapi Borneo FC di Pekan Kedua Liga 1

Hanya saja, jika biasanya dia dikirim hingga 60 tabung dalam seminggu, sekarang hanya separonya saja. Sebab, pengiriman hanya dilakukan sekali dalam seminggu.

Dia menengarai, tersendatnya pasokan terjadi di semua pangkalan. Hal itu terlihat dari langsung habisnya stok elpiji di tokonya. “Dikirim 30 tabung, sehari langsung habis karena sudah banyak yang pesan sebelumnya,” lanjutnya.

Apakah harga elpiji dari pangkalan naik? Ditanya demikian Sutiyon menggeleng. Dia pun tetap menjual Rp 17.500 per tabung seperti sebelumnya.

Senada dengan Sutiyon, Wiwik Sulastri, 47, pengecer asal Kelurahan Semampir, Kota Kediri mengamini langkanya stok elpiji. Bahkan, stok di tokonya sudah kosong selama empat hari terakhir. Wiwik pun sengaja tidak memasang tabung elpiji kosong di depan toko agar pelanggannya tak kecele.

Dia baru memajang tabung elpiji setelah mendapat kiriman dari pangkalan. Selama terjadi kelangkaan, Wiwik menerapkan pembatasan pembelian. Dia tidak melayani pembelian dua tabung elpiji sekaligus. “Harga tidak naik, tetap Rp 17.500,” bebernya.

 Terpisah, Sales Branch Manager Pertamina Kediri Angga Yudiwinata mengatakan, pihaknya bersama dinas terkait sudah mengecek laporan tentang kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Pertamina menurut Angga juga sudah melaporkan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri dan UPT Perlindungan Konsumen. “Berdasar hasil pengecekan di wilayah Mojoroto, Semampir dan Bujel, stok gas elpiji di sana terpantau aman dan tidak mengalami kekurangan,” terangnya.

Pangkalan, tutur Angga, sudah mengirim pasokan ke pengecer sesuai porsi. Pertamina menurut Angga memang memprioritaskan pengguna elpiji  untuk konsumsi rumah tangga dan UMKM. Sementara, pengecer bukan prioritas dan hanya mendapat pasokan elpiji maksimal 30 persen dari alokasi pangkalan. “Terkait pengiriman, keterangan dari para pangkalan sudah rutin mengirim ke pengecer sesuai dengan jadwal yang semestinya,” tandasnya. (ica/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news