Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom
BOLA BULAT

Pemain Kedua Belas

Oleh: Mahfud

04 September 2021, 17: 55: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Mahfud

Oleh: Mahfud (Radar Kediri)

Share this          

Berapa jumlah pemain dalam pertandingan sepak bola? Saya yakin akan sangat sedikit yang salah dalam menjawab. Sebelas pemain dalam satu tim. Karena ada dua tim yang saling berhadapan, sudah pasti akan ada 22 pemain di lapangan. Karena itu satu tim sepak bola disebut kesebelasan. Meskipun masih ada pemain cadangan yang juga siap tampil. Namun, tetap saja hanya 11 orang yang boleh memperkuat satu tim ketika bertanding. 

Lalu, pernah dengar istilah pemain kedua belas? Bagi penyuka bola-meskipun hanya sekadar suka-suka saja-bakal tak asing dengan istilah itu. Pemain kedua belas adalah sebutan untuk suporter suatu tim. Orang-orang yang menahbiskan diri sebagai pendukung satu kesebelasan tertentu. Suporter sudah pasti akan mati-matian mendukung tim yang dibelanya. Baik itu menang ataupun kalah. 

Suporter setia akan selalu punya waktu untuk datang langsung ke stadion. Memadati tribun dan memberikan dukungan penuh pada pemain-pemain idola mereka. Selalu rela merogoh kocek demi karcis pertandingan. Bersorak sepanjang pertandingan. Menggerakkan tangan, bernyanyi, ataupun membuat konfigurasi-konfigurasi yang mereka anggap bakal menyemangati kesebelasan dukungannya. 

Baca juga: Kinerja Himbara Positif, BRI Optimis Soal Pemulihan Ekonomi Nasional

Fanatisme mereka tentu menjadi fuel tersendiri bagi laju satu kesebelasan. Keberadaan suporter adalah motor penggerak mereka. Suporter tak sekadar fans, tapi mereka adalah bagian dari kesebelasan itu. Itulah mengapa  kemudian muncul istilah pemain kedua belas. 

Di negara-negara yang sepak bolanya sudah maju, suporter bahkan tak sekadar pemain kedua belas. Mereka adalah bagian dari klub. Mereka juga punya suara dalam menentukan kebijakan klub. Ada pula klub yang saham terbesarnya dimiliki oleh suporter. Artinya, pendukung tak sekadar pemberi sorak-sorai di tepi lapangan. Mereka juga mempengaruhi perjalanan dari klub tersebut. 

Lalu, apa jadinya bila pertandingan sepak bola tanpa pemain kedua belas itu? Jawabannya, tentu saja, garing! Atmosfir yang terbentuk pun tak akan sehebat ketika stadion tempat pertandingan dipenuhi oleh para pendukung kesebelasan yang bertanding.Tak ada lagi teriakan-teriakan kegirangan, jerit kekecewaan, atau yel-yel penyemangat yang berkumandang. Suara-suara yang biasanya  menenggelamkan teriakan pemain atau pelatih di tepi lapangan. 

Suasana seperti itu sudah dirasakan para pemain-pemain di liga luar negeri yang memutar roda kompetisi lebih awal. Di Inggris, Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, Brazil, hingga Argentina. Saat menyaksikan siaran langsungnya di televisi, tarasa sekali perbedaannya. Keasyikan menyaksikan para pemain berlaga seperti tereduksi. Pun, ketika stasiun televisi yang menyiarkan menghiasi pertandingan dengan suara-suara suporter, suasananya tetap berbeda. 

Kini, pemandangan serupa tersaji di kompetisi tanah air. Di Liga 1 yang bergulir sejak Agustus lalu, pertandingan yang tersaji jauh dari ingar-bingar sepak bola seperti musim-musim sebelumnya. Tak ada lagi penonton yang duduk di tribun. Tak ada antrean pembeli tiket di halaman stadion. 

Kondisi seperti ini tentu tak mengenakkan. Namun, semua ini harus diterima oleh semua komponen sepak bola tanah air. Meskipun, situasi ini sangat merugikan bagi klub. 

Bagi klub, bermain dalam format kompetisi seperti ini saja sudah sangat berat. Mereka harus kehilangan pendapatan dari penonton. Padahal, selama ini pemasukan dari para suporter itulah yang bisa menolong mereka. 

Bagi suporter pun demikian. Mereka tak bisa menikmati atmosfir langsung di stadion. Tak ada teriakan-teriakan yang mereka suarakan. Apalagi, bagi suporter sepak bola yang punya istri, dan istrinya ternyata lebih suka sinetron dibanding sepak bola, tentu itu sudah menjadi handicap tersendiri bagi dia.

Toh, kondisi ini harus diterima. Sebagai ujian karena situasi pandemi. Sembari berharap akan ada perkembangan bagus pada wabah saat ini. Agar kita bisa lagi menyaksikan langsung para pemain di stadion. Seperti yang sudah dirasakan oleh penonton sepak bola di liga-liga Eropa. Semoga. (*)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news