Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
icon-featured
Features

Wadoek Ngesong dan Kawah yang Misterius di Gunung Klotok

27 Juli 2021, 18: 21: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Parirtaan klotok

BERSEJARAH: Patirtaan di kawasan Gunung Klotok. (Rekian - radar kediri)

Share this          

Tujuan penelitian G.J.N Hengeveld di Gunung Klotok adalah untuk pengelolaan air negara. Mulai meneliti sejak 1917, ia mencatat keberadaan Wadoek Ngesong yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Lokasinya, bendungan ini berada di antara Gunung Wilis dan Gunung Klotok. Diapit oleh bukit.

Penelitian itu menyebutkan, badan bendungan dari Wadoek Ngesong berada di mantel kawah gunung api purba. Aliran airnya berasal dari kelompok Gunung Wilis. Karena erosi akibat hujan lebat, kawasan ini menciptakan aliran air yang muaranya menuju ke waduk.

Air dari perbukitan itu ditampung di bendungan tersebut. Lokasinya diperkirakan berada di ketinggian. Di catatan Hengeveld tersebut disampaikan bahwa kemiringan bendungan 1:3. Dengan kemiringan seperti itu artinya penyangga bendungan sangat lebar. Sehingga bisa tidak menyebabkan banjir. 

Menariknya, semua material untuk membangun waduk bisa diperoleh di lokasi dengan mudah. Seperti batu atau yang lainnya.

Karena Wadoek Ngesong ini menampung air dari perbukitan maka tidak ada yang boleh membendung air di bagian atas bukit. Tujuannya agar aliran air lancar menuju waduk. Selain itu, cekungan waduk dibuat tidak kedap air. Tujuannya untuk air sumur. Agar air masih bisa meresap ke dalam tanah dan menjadi sumber air. 

Selain itu yang di dataran rendah bisa dibuatkan aliran sungai. Bagian timur dapat menggunakannya untuk pertanian.   

Nugroho Harjo Lukito mengaku belum pernah menemukan peninggalan seperti bendungan atau waduk di Gunung Klotok. Namun, dia menduga ada cekungan lain yang fungsinya sebagai kawah. “Kalau Gunung Klotok ini benar sebagai gunung purba maka harusnya ada kawahnya, bisa dicek itu lewat drone,” ujar lelaki yang kerap disapa Bugroho tersebut. 

Terkait dengan kemungkinan adanya bendungan atau waduk, Nugroho mengaku mungkin saja. Dia juga tidak mengelak bila disebut kawasan Gunung Klotok ini memiliki banyak sekali sumber. Ditemukannya petirtaan di dekat lokasi penemuan candi juga menjadi penguat teori ini. 

Nugroho mengklaim, ada sumber mata air yang dia temui. “Yang saya belum ketahui sumber air ke pertirtaan,” ungkapnya. 

Bagi Nugroho, adanya informasi tentang Wadoek Ngesong menambah panjang deretan peninggalan sejarah yang belum terungkap. Untuk mengungkap keberadaan bendungan atau Wadoek Ngesong itu harus diketahui dulu di mana lokasi kawahnya. Kalau melihat kondisi Gunung Klotok saat ini maka kuat dugaannya keberadaan kawahnya bisa berada di sebelah barat gunung.(rq/fud) 

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news