Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Siapkan Lagi Dua RS Darurat di Kediri, Ini Lokasinya

27 Juli 2021, 15: 00: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tren kasus Covid-19 terpantau fluktuatif, imbasnya rumah sakit masih penuh hingga sekarang. Tim Satgas pun kembali melakukan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga. 

“Kita akan siapkan satu atau dua rumah sakit darurat sementara,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kemarin (26/7). Penambahan RSD sementara tersebut perlu dilakukan untuk mengatasi warga yang tidak mendapat perawatan dikarenakan rumah sakit penuh. 

Terkait rencana tersebut, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan, pihaknya masih dalam tahap pembahasan dengan jajarannya. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi yang cocok antara sanggar kegiatan belajar (SKB) di Grogol atau bekas kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), Ngasem. 

Baca juga: ‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Sejarah Besar Kota Kediri (4)

“Masih kita diskusikan lagi,” terangnya. Rencananya diskusi akan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Di RSD sementara tersebut, nantinya memang difungsikan untuk warga yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan. Pasalnya rumah sakit yang ada di Kabupaten Kediri telah penuh. 

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dhito mengungkapkan, ada beberapa hal yang memang harus dipersiapkan. Mulai dari fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) serta ketersediaan obat-obatan. 

Selain itu, Dhito juga masih mempertimbangkan keterjangkauan jarak antara SKB dengan rumah sakit. “Jika rumah sakit darurat ini ditempatkan di SKB, konektivitas ke rumah sakit untuk perubahan gejala berat membutuhkan waktu yang lama atau tidak,” imbuh suami Eriani Annisa tersebut. 

Sementara itu, untuk tren kasus Covid-19, Dhito mengungkapkan, saat ini perkembangan masih fluktuatif. Dengan kondisi tersebut, pihaknya kembali melakukan evaluasi kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Senin (26/7). 

Rapat tersebut direncanakan akan membahas terkait adanya kelonggaran atau tidak. “Sebenarnya PPKM level 3 ini ada kelonggaran. Tapi kita akan rapatkan dengan forkopimda terlebih dulu,” tuturnya.

Sementara itu, sedikit kelonggaran diberikan Pemkot Kediri dalam perpanjangan PPKM level 4. Di antaranya adalah pedagang kaki lima (PKL) yang kini diperbolehkan berjualan hingga pukul 20.00. 

Dalam rilisnya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan, selain PKL yang diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 adalah outlet voucher, barbershop, laundry, pedagang asongan, bengkel dan cucian kendaraan. “Warung makan juga dibuka sampai jam yang sama, maksimal pengunjung yang makan di tempat tiga orang waktu paling lama 20 menit,” katanya. 

Bukan itu saja, pedagang pasar yang menjual barang nonkebutuhan sehari-hari sekarang sudah bisa beroperasi lagi. Dengan kapasitas 50 persen, pedagang pasar ini bisa berjualan sampai pukul 15.00. Kebijakan ini agak longgar bila dibandingkan masa awal PPKM level 4 pertama dan darurat. 

Sementara yang tidak berubah adalah aturan terhadap restoran dan rumah makan. Pedagang ini tidak diperkenankan menerima pembeli makan di tempat. Restoran atau cafe harus dibungkus. Sedangkan mall masih ditutup. Kemudian untuk resepsi pernikahan tetap dilarang. “Hanya bisa akad, maksimal dihadiri sepuluh orang,” terangnya. 

Abu mengingatkan, warga Kota Kediri harus tetap disiplin menjalani protokol kesehatan (prokes). Apalagi saat ini Kota Kediri belum beranjak dari zona merah dengan skor 1,44. Adapun jumlah terkonfirmasi bertambah 50 kasus dan yang sembuh ada 55 kasus. Sedangkan untuk jumlah kasus yang meninggal dunia ada sebanyak tiga orang. 

Menurut Kabid Pencegahan sdan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Alfan Sugiyanto kasus aktif di Kota Kediri saat ini ada sebanyak 559 kasus. “Kita terus melakukan testing,” akunya. Dia mengatakan, jumlah yang mengikuti rapid test ada sebanyak 134 orang kemudian yang reaktif sebanyak 51 kasus. 

Penambahan jumlah kasus yang terus meningkat menyebabkan pasien yang kini masuk rumah sakit terus meningkat. Ada ratusan orang yang dirawat di rumah sakit sedangkan pasien terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri kini ada 96 orang. (wi/rq/dea)

Kabupaten Kediri

Konfirmasi : 9168 +101

Aktif : 1791 +66

Sembuh : 6695 +147

Meninggal : 682+20

Kota Kediri

Konfirmasi : 2.459(+50) 

Aktif : 559(12) 

Sembuh : 1.677(+35) 

Meninggal : 223(+3) 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news