Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
icon-featured
Features

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Sejarah Besar Kota Kediri (4)

Gunung Purba yang Terpisah dari Wilis

27 Juli 2021, 14: 07: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Candi klotok

Candi Klotok (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radar kediri)

Share this          

Laporan penyelidikan geologi G.J.N Hengeveld, 1920-1921: Klotok adalah gunung api purba yang lokasinya dekat dengan Kota Kediri.

Sebenarnya, G.J.N Hengeveld melakukan penyelidikan geologi untuk kepentingan pengelolaan air negara, pekerjaan regional, dan kota di Hindia Belanda. Namun, dalam laporannya itu terdapat pula laporan mengenai Gunung Klotok. Dari laporan inilah ada setitik riwayat yang bisa digunakan untuk menelusuri sejarah sang gunung.

Masih berdasarkan catatan Hengeveld tersebut, Gunung Klotok merupakan gunung api yang terpisah dari Gunung Wilis yang ada di dekatnya. Bukan sebagai kawah tambahan dari rangkaian pegunungan Wilis. Bahkan, bahan erupsi hasil dari kedua gunung ini berbeda komposisi. 

Material erupsi Gunung Wilis berasal dari andesit piroksen berwarna abu-abu. Sementara material dari Gunung Klotok berasal dari basal. Warnanya gelap dengan banyak kandungan aguit. Secara mikroskopis, banyak kristal olivin yang tersebar di dalamnya.

Di dalam buku laporan yang judul aslinya Deel II Geologische Onderzoekingen Geurende De Jaren 1916 En 1917 itu juga tertulis, seluruh bentang alam di sekitar Klotok sangat gersang. Dipenuhi pasir dari tanah vulkanik yang masih belum sempurna. Kondisinya lapuk sehingga banyak yang menyerap air. Ketika hujan, rentan terjadi erosi. 

Meskipun dalam laporan itu disebutkan Gunung Klotok sebagai gunung api purba, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur belum melakukan penelitian lebih detail lagi. Meskipun demikian, laporan penelitian itu dianggap punya dasar ilmiah yang kuat.

Salah satu peneliti yang sependapat adalah Nugroho Harjo Lukito. Lelaki yang menjadi kepala Unit Penyelamatan dan Pengamanan Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, sependapat bila Gunung Klotok disebut sebagai gunung api purba. Setidaknya bila dilihat dari tekstur gunung berikut ciri-cirinya.

“Gunung Klotok ini kan terpisah dari Gunung Wilis. Dari karakternya yang memanjang dan tidak bentuk puncaknya, kemungkinan besar pada masa lalu pernah aktif,” ucapnya memberikan analisa. 

Ketika melakukan ekskavasi untuk Candi Klotok, dia menemukan abu vulkanik yang menimbun candi. Namun, itu hanya di bagian atas. Karena berada di permukaan atas, abu vulkanik itu diprediksi dari letusan Gunung Kelud. Bukan dari Gunung Klotok.

Nugroho menilai, karakter tanah yang menutup Candi Klotok 2 dan 3 diperkirakan karena terjadinya longsor bukan karena letusan. Meskipun begitu, Nugroho tidak mengelak bila dia pernah menemukan tanah merah yang sudah mengeras karena panas. Perkiraannya tanah tersebut berasal dari gunung purba.  

Dugaan lokasi Gunung Klotok itu sebagai gunung api purba bukan tanpa alasan, pada 14 Februari 2020 sekitar pukul 14.55 telah terjadi gempa di wilayah Kediri dengan kedalaman 7 kilometer. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas III UPT BMKG M. Chudori, saat terjadi gempa masyarakat di kawasan Nganjuk dan Kediri merasakan. 

“Sangat mungkin sekali yang terjadi satu tahun lalu itu bekas gugus gunung api purba. Tapi sampai sekarang belum ada laporan ke kami (tentang gunung api di sekitar Wilis dan Klotok di Kota Kediri,Red),” papar Chudoari.(rq/fud/bersambung)

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news