Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Gedung Juang Jadi Pusat Skrining

26 Juli 2021, 13: 15: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

GJ

HARUS DIKAJI: Tim medis dan Forkopimda Nganjuk akan mengecek Gedung Juang 45 sebelum dijadikan pusat skrining Covid-19. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rencana Gedung Juang 45 untuk penanganan Covid-19 di Kota Angin akhirnya menjadi kenyataan. Gedung Juang yang berada di timur RSUD Nganjuk tersebut akan difungsikan sebagai pusat skrining pasien yang terindikasi Covid-19.

"Pemusatan skrining ini merupakan antisipasi awal yang dilakukan petugas kepada pasien yang diindikasi terkonfirmasi Covid-19," ujar Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Dari skrining tersebut, tim medis akan memutuskan tindakan apa yang perlu diambil untuk menangani pasien yang bersangkutan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan bahwa pasien yang menjalani skrining tersebut terpapar Covid-19. Sehingga, harus mendapatkan penanganan yang sesuai dengan prosedur kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca juga: Bagi Sembako, Berkurban dan Khataman Alquran

GJ

GELAP: Pedagang kaki lima berjualan di depan Gedung Juang 45 Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

"Apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19 atau tidak. Itu akan ketahuan saat skrining," terang pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.

Agar  skrining lancar maka Pemkab Nganjuk memastikan tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Yang mana mengacu pada standar penanganan Covid-19 yang telah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pihaknya berharap dengan prosedur skrining ini, hasil yang didapatkan akan semakin valid. Sehingga pemberian, keterangan terharap warga yang terpapar Covid-19 bisa dilakukan dengan maksimal pula.

Lebih lanjut, Marhaen mengatakan, peninjauan Gedung Juang 45 sebagai pusat skrining Covid-19 lantaran melonjaknya kasus terkonfirmasi di Kota Angin. Ia menambahkan bahwa rencana tersebut muncul atas usulan dari beberapa RS yang kewalahan dalam menangani pasien yang semakin banyak. Pasalnya, tren lonjakan pasien ini terjadi di hampir seluruh RS di Nganjuk.

Berdasarkan data terbaru, penambahan kasus terkonfirmasi di Kota Angin masih berada di angka ratusan setiap harinya. Tepatnya ada sebanyak 220 orang yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 pada Jumat (23/7)."Jumlah pasien sembuh ada 316 orang dan meninggal 5 orang," tandasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news